
Point Of View Lily
🌹🌹🌹
Aku mengikuti langkah seorang pria memakai sandal jepit, aku merasa dia adalah Asahi. Tapi kalau Asahi masih hidup kenapa dia tidak mencariku, tidak menolongku.
Jika Asahi masih hidup, pastinya dia mencariku, menolongku kemaren sehingga aku tidak meminum darah vampir utama. Tapi jika dia benar Asahi, kenapa dari tadi aku tidak melihat gerak-geriknya yang aneh.
Laki-laki ini tetap berjalan seperti manusia, jika Asahi pasti berjalan cepat. Ahhh aku tetap ikuti sajalah, perasaanku mengatakan dia Asahi.
Lily terus mengikuti pria misterius itu sampai ketempat perternakan, lalu tembus ke sebuah jalan setapak menuju bukit. Lalu pria itu memasuki sebuah goa ditepi bukit.
Benarkan firasatku, itu Asahi. Aku akan masuk dan marah-marah padanya. Dia membuatku hilang harapan sampai menangis beberapa hari.
Lily pun Masuk ke goa tersebut. Dan pria tersebut menoleh, disamping bara api.
"Asahi"ucap Lily
"Lily, Bagaimana kamu tau aku disini?"tanya Asahi.
"Aku mengikutimu dari kota, aku melihat sadal jepit itu. Jadi aku teringat olehmu"jawab Lily sambil mendekati Asahi.
"Syukurlah, kamu selamat dan tidak apa-apa?. Aku sangat mengkhawatirkanmu. Tapi aku tidak punya kekuatan, Jantungku terluka parah."jelas Asahi Memeluk Lily.
__ADS_1
"Jantungmu terluka, apakah itu yang membuatmu tidak bisa mengunakan kekuatan vampirmu?"tanya Lily.
"Iya, aku hampir mati. Untung aku bisa bertahan, tapi aku perlu penyembuhan selama bertahun-tahun agar jantungku kembali normal. Dan kembali mendapatkan kekuatan vampir."jawab Asahi.
"Asahi"
"ya,ada apa??"Asahi menatap heran.
"Lihat mataku"Lily pun menatap Asahi.
"Kamu berubah menjadi vampir?? Apa kamu sudah meninggal?"tanya Asahi yang terkejut.
"Aku sudah meninggal Asahi, sekarang aku sudah jadi vampir sepertimu. Kita tidak akan terpisah lagi"Lily pun memeluk erat Asahi.
"Bukan, Robert adik dari Max yang membunuhku. Karena dia ingin balas dendam atas kematian Max, tapi tenanglah aku sudah membunuh Robert"Jelas Lily.
"Banyak hal yang harus kamu hadapi sendiri, aku sungguh tidak berguna. Aku tidak bisa menjagamu"Eluh Asahi.
"Asahi, jangan menyalahkan dirimu. Kamu telah banyak menolongku. Bahkan kamu sampai begini karena Aku"ucap Lily.
"Lalu sekarang bagaimana dengan Mark?"tanya Asahi.
"Mark sudah menjadi manusia dan menikah dengan Evelyn. Aku sadar harusnya mereka bersatu. Dan sebenarnya aku mencintaimu Asahi"Jelas Lily.
__ADS_1
"Aku juga mencintaimu Lily, maukah kamu bersamaku terus?"tanya Asahi.
"Iya, aku mau. Tapi aku juga akan menjaga anakku Zen. Walaupun dari jauh, aku takut Zen akan kenapa-napa jika didekatku terus"jawab Lily.
"Kenapa kamu harus jauh dari Zen? apa masalahnya?"tanya Asahi kembali.
"Peramal keluarga Mark bilang, aura vampir ku bertolak belakang dengan Aura werewolf punya Zen. Jika aku dekat-dekat dengan Zen, ia bisa sakit-sakitan dan mati. Aku bisa memeluk Zen, sebentar tapi tidak bisa tiap hari."jelas Lily.
"Kamu pasti sangat tersiksa, tidak bisa memeluk anakmu sendiri. aku yang salah, harusnya aku tidak memberimu gelang permata itu"Ucap Asahi.
"Asahi, kamu tidak salah. Cuman takdir yang aku lalui harus begini. Tapi aku senang walaupun aku tidak bisa didekat Zen terus, aku masih bisa menjaganya dari jauh. Dan bisa menemuinya walau sebentar."Ucap Lily.
"Aku juga akan membantumu menjaga Zen, setelah aku sembuh"ucap Asahi.
"Ya kamu harus sembuh, dan kita akan terus bersama"ucap Lily.
"Aku mencintaimu Lily"ucap Asahi.
"Aku juga mencintaimu Asahi"kata Lily.
Mereka pun saling berciuman mesra didalam goa.
**Lily memejamkan matanya saat berciuman dengan Asahi, tanpa Lily sadari. Ia kembali ke dimensi awal saat pertama jumpa dengan Mark.
__ADS_1
Dan sekarang Lily sedang tidur didepan komputer warnet. Karena ngantuk yang berat**.