suamiku warewolf

suamiku warewolf
55. Fifty - five


__ADS_3

Point Of View Lily


🌹🌹🌹


Kebahagian ku bisa melihat Zen tubuh serta sehat, apalagi sekarang Mark berubah baik. Mark makin menyayangi kami.


Saat ini aku sudah sembuh dan sekarang makin sehat, kini rasa sakit itu hilang. Berganti kebahagian, aku dan Mark saling membantu menjaga serta merawat Zen. Anak semata wayang kami.


Mark sekarang kalau hari libur pasti dimansion bermain dengan Zen. Tertawa riang, bermain dengan Zen. Banyak hal-hal yang lucu serta menajubkan dari Zen, dari berceloteh ala bayinya serta seperti mengerti bicara kami.


Sungguh mengemaskan, Zen anakku, putraku yang paling berharga dalam hidupku.


Aku sangat bersyukur Tuhan memberiku Zen. Kini rasanya seperti mimpi, mempunyai suami yang sayang anak.


"Sayang, jangan melamun dong. Zen udah laper nih"kata Mark sambil mengendong Zen didalam dekapannya.


"ini bentar lagi selesai kog, tinggal di blender aja biar lembut"Lily pun memblender nasi serta lauk pauk, sayur.


Beberapa menit kemudian.


"Zen anak mama, pasti sudah laper ya"Lily membawa semangkuk kecil bubur bayi.


"iya ma, Zen sangat laper ma"ucap Mark sambil menirukan suara anak kecil.


Lily menyuapi Zen dengan telaten.


"Sayang"panggil Mark kepada Lily.


"hemm, iya"


"Aku ingin membelikan baby walker untuk Zen, nanti setelah ini kita pergi ke Mall ya sayang"Ajak Mark.

__ADS_1


"Sekalian aku ingin belanja bulanan"kata Lily sambil sibuk menyuapi Zen.


"Cepat besar ya nak"Mark pun membelai Zen dalam gendongannya.


"Pasti cepat besarlah pa, ya kan nak"ucap Lily yang tengah menyuapi Zen.


"Akhirnya selesai juga, pinternya anak Mama. Lihat abis, yeeee. Sekarang kita bersiap-siap, jalan -jalan."kata Lily.



Mark pun dengan sigap mengendong Zen.


Mereka menuju Mall mengunakan mobil, memakai supir.


Terlihat Mark, Lily serta Zen bahagia.


Setelah beberapa menit akhirnya mereka sampai ke Mall.


"ihh kesayangan papanya, kalau udah digendong papanya anteng bener"Ucap Lily.


"Iyalah anak siapa dulu ya nak, Zen anak papa yang paling pinter"Ucap Mark bangga.


Mereka pun berjalan masuk Ke Mall dan melihat-lihat baby walker.


"Gimana kalau ini??"tanya Mark sambil menunjuk ke baby walker berwarna biru donker.


"bagus, boleh juga"kata Lily.


"Miss kami mengambil yang ini ya, tolong bungkus"ucap Mark kepada pelayan Mall.


"baik tuan"ucap pelayan mall.

__ADS_1


Mereka pun menuju supermarket, membeli keperluan bulanan.


"Mark, aku mau ambil daging dulu ya"pamit Lily menuju rak daging segar.


Mark mendorong troli belanja serta mengambil beberapa pampers, lalu menuju rak cemilan.


"Wahh, ini lezat sayang. Tapi anak papa harus besar dulu, baru bisa makan ini"Mark pun mengambil cemilan kesukaannya.


"Sayang, kog ngambil cemilan sih"ucap Lily.


"Eh ketahuan, mama kita nak"Mark pun mengadu pada Zen, yang hanya di tanggapi dengan senyuman ala bayi yang imut.


"Ih, kog Zen kayak dukung papa. Anak kesayangan papa kompak kali ama papa"ucap Lily sambil mengusap pipi gembul si Zen.


"Iya dong ma, Zen kan sayang papa. Iyakan nak."ucap Mark sambil mencium Zen.


"Yaudah deh, kalahlah mama. Okelah mama juga suka cemilannya"kata Lily


"Yee, akhirnya mamamu mendukung kita nak"kata Mark lalu mengambil beberapa cemilan kesukaannya.


Mereka seperti keluarga bahagia. Beberapa jam mereka pun akhirnya selesai berbelanja dan membayar dikasir.


"Kita kemana lagi Mark?"tanya Lily.


"Pulang ajalah, lihat Zen udah tertidur" jawab Mark pun mendekap Hangat Zen dalam dekapannya.


"Ya udahlah kita pulang"ucap Lily.


Mereka pun menaiki mobil kembali menuju Mansion.


Ditengah perjalanan menuju Mansion tiba-tiba, Mobil mereka dihadang oleh beberapa mobil.

__ADS_1


__ADS_2