suamiku warewolf

suamiku warewolf
79. Seventy -nine


__ADS_3

" Uhhhh, hoam"Lily pun menguap, merenggankan otot tubuhnya. Terlihat Asahi masih memeluk perutnya.


Lily pun menusuk-nusuk pipi Asahi.


"Bangun, Udah pagi tau" ucap Lily.


"Aku masih ingin memelukmu"Ucap Asahi manja.


"Isss, Bangun. Terus mandi, Aku akan membuat sarapan"bujuk Lily.


Tapi Asahi malah mengeratkan pelukannya, memejamkan matanya.


"Ya sudah kalau gak mau mandi, Aku mau mandi"Lily pun melepaskan pelukan tangan Asahi. Lalu beranjak pergi dari kasur. Asahi terduduk, Belum sampai berdiri. Lily kesakitan.


"Aduh"Rintihan kecil Lily.


"Kenapa masih sakit?"tanya Asahi yang langsung memegang bahu lily.


"Iya, Masih perih. Terasa bagai dihantam batu"Jawab Asal Lily.


"Duduklah, masih sakit ya?? Kamu sih ngeyel, ngelanjutin tadi malem. Kan sakit jadinya."Ketus Asahi.


"Kog aku disalahin? yang salah itu barangmu terlalu besar. Panjang kali sampe keperut rasanya. Mau bikin anak aja sakitnya minta ampun" Eluh Lily.


"Ya maaf sayang, Emang dari sononya dapetnya kayak gitu gimana? Katanya kamu menikmati tadi malam"Asahi menaikan alisnya lalu tersenyum.


"Jangan mengejekku, Sakit ini."Eluh Lily.


"Ya udah aku gendong"Bujuk Asahi.


"Emang aku, anak kecil"Ketus Lily.


"Trus aku harus gimana?"


"Kamu mandi terus masakin sarapan pagi untukku, Sebagai permohonan maafmu gimana?"Usul Lily.


"Trus sayang mau ngapain?"tanya Asahi.


"Aku mandi, trus lihatin kamu masak. Trus nanti kamu suapin aku" jawab Lily.


"Ya udah, baiklah boss. Tapi kita mandi bareng"Asahi langsung mengendong Lily.


"Ih selalulah, bikin kaget. Tiba-tiba ngendong aku"Cemberut Lily.

__ADS_1


"Tapi kamu sukakan"Bisik Asahi.


"Dasar genit" Lily pun tersenyum. Mereka pun mandi.


Setelah mandi, Asahi pun memasak ditonton oleh Lily didapur. Asahi membuat pasta saus daging pedas.


Mereka pun sarapan, tak lupa sambil bercanda. Seakan dunia hanya milik mereka berdua.


Setelah selesai makan, Asahi pun mencuci piring. Lily pun memeluk dari belakang.


"Aku lagi nyuci, nanti kamu basah lo. Kena air." Ucap Asahi.


"Biarin"Lily malah menempelkan pipinya dipunggung Asahi.


"Kamu suka kali memelukku, jangan-jangan kamu pengen ya??"Goda Asahi.


"Enggak, Kamu kali yang pengen. Aku lagi suka bersandar dipunggung suamiku. Asahi jangan tinggalin aku ya?"Pinta Lily.


Asahi pun menyelesaikan mencuci piring. Lalu membalikkan badannya, Memeluk erat Lily yang ada didekapannya.


"Aku gak akan ninggalin kamu. Aku janji"Asahi pun mencium kening Lily.


"Janji? Mati pun harus bawa aku. Aku gak bisa hidup tanpa kamu" Lily pun mengeratkan pelukannya.


"Tapi kalau kamu mati duluan, aku bolehkan nikah lagi"Ucap Asahi.


"Aduh sakit tau, Kan cuma bercanda lo.Iya deh kamu mati, aku juga ikut mati. Lagian cuman kamu wanita yang aku cintai"Rayu Asahi.


"Gombal, padahal tadi itu bicara seriuskan. Padahal baru jadi suami sehari, udah berfikir cari pengantiku. Ngeselinlah" Lily pun berdegus kesal.


"Ya ampun, bercanda lo sayang. Cuman kamu yang ada dihati. Aku mencintaimu Lily." Asahi pun mencium lembut bibir Lily.


Asahi pun mengendong Lily. Mereka serasa terbakar Asmara. Tatapan penuh cinta. Membuat mereka terbuai asmara. Dan kembali Membuat dedek.


💏 Sensor. Adegan dewasa💘.


Disisi lain Mark yang langsung terbang dari Eropa ke Indonesia. Sangat tidak sabaran. Di otak Mark berbagai planning memenuhi fikirannya.


Membunuh Asahi, adalah salah satu planningnya. Jika Asahi mati, tiada lagi saingan untuk mendapatkan Lily.


Tersenyum sadis, Apapun caranya akan dilakukan agar bisa menghilangkan kutukan dan bisa bersama Evelyn. Tanpa harus menyakitinya, itu yang difikirkan Mark.


Walaupun ini kejam. Membunuh Asahi, membuat Lily jatuh cinta lalu mengorbankannya.

__ADS_1


Mark pun tiba di bandara Ngurah Rai Bali, langsung menuju warnet tempat Lily bekerja berharap bertemu dengannya.


Tapi hanya terlihat seorang wanita tapi bukan Lily. Nadya bersiap untuk pulang.


"Eh Mr, mau print ya?"tanya Nadya.


"Tidak, aku mencari Lily. Bukankah dia kerja di sore hari. Kenapa belum terlihat??"tanya balik Mark.


"Oh Lily, Udah risent Mr." Jawab Nadya.


"Berhenti? kenapa?"


"Lily kan sudah menikah Mr, katanya sih mau bikin usaha sendiri. Jadi berhenti dari sini"Jelas Nadya.


"Apa???Menikah??? Mark pun kaget.


"Iya Mr, kemarin nikahnya."


"Nikah dengan siapa??"


"Oh suami Lily bernama Asahi. Kog Mr terkejut? Mr patah hati ya?. Tenang Nadya masih Jomblo. Gimana kalau Mr ama Nadya aja. Kitakan sama-sama putus cinta" Goda nadya.


"Emang nadya gak ada kekasih??"tanya Mark.


"Gak ada Mr. Baru Nadya putusin kemaren. Emang Mr mau kemana rapi amat. Mau rapat ya?"tanya balik nadya.


"Enggak, mau nyari lily. Tapi Lily sudah milik orang lain. Mau pulang??mau diantar?"ucap Mark.


"Boleh, kalau Mr gak keberatan" kata Nadya.


Mark pun mengantar Nadya dengan mobil mewah sewaannya. Mata Nadya berbinar-binar.


Rezeki nomplok, dapet bule cakep. Banyak duit.Gak sia-sia gua putus kemaren.(didalam hati nadya)


Boleh juga temen Lily, Bodo amet. Gak dapet Lily, dapet nadya. Sepertinya ini anak terpesona denganku. (didalam hati Mark).


"Mr suka ya ama Lily??"tanya Nadya.


"Iya, tapikan sekarang dia udah milik orang lain. Gak mungkin dong sama Lily. Nadya suka sama saya??"kata Mark.


"Suka, emang Mr suka ama saya??"


"Suka, siapa yang gak suka dengan gadis cantik sepertimu"Rayu Mark.

__ADS_1


"Ah Mr bisa aja, didepan rumah saya Mr. Makasih ya Mr"Nadya pun keluar dari mobil.


"Nad, ini kartu namaku. Call me, oke"Ucap Mark lalu pergi dengan mobilnya.


__ADS_2