suamiku warewolf

suamiku warewolf
86. Eighty -Six


__ADS_3

Raja vampir tampak bimbang antara membiarkan tamunya ini pergi atau menghabisinya, jika di biarkan pergi ia sangat mengetahui detail tetang dirinya bahkan menyinggung Gelang darah vampir utama. Maka Raja vampir pun memutuskan untuk menahan mereka pergi.


" Sebaiknya kalian beristirahat, ini sudah malam manusia seperti kalian pasti punya rasa lelah. Aku akan mengantar kalian ke tempat istirahat" Ucap Raja vampir tersenyum penuh makna.


Lily serta Asahi saling menatap satu sama lain dan akhirnya mereka mengikuti Raja vampir ketempat istirahat sebuah ruangan kamar yang cukup luas dan mewah.


" Silahkan masuk dan beristirahat" Ucap Raja vampir lalu meninggaljan mereka di kamar.


Lily pun menutup kamar. Ia pun nampak lelah dalam perjalanan serta ingin merebahkan tubuhnya dalam ranjang didepannya yang empuk serta besar.


Lily pun membaringkan badannya diranjang. Asahi nampak duduk ditepi ranjang sambil menatap Lily.


" Suamiku sayang. Kenapa wajahmu tampak sedih?apa karena perkataanku tadi di masa laluku??" tanya Lily.


" Tidak, Aku hanya berfikir banyak hal yang tidak kuketahui tentangmu. Bahkan kehidupanmu yang dulu pun kamu mengingatnya" Jawab Asahi.

__ADS_1


" Kamu tidak marahkan padaku? Dulu kehidupanku dulu memang aku sangat mencintai Raja vampir serta Mark. Tapi sekarang aku hanya milikmu dan hanya mencintaimu. Bisakah kamu percaya padaku??" Tanya Lily.


" Iya, aku percaya padamu dan selalu mendukungmu. Jadi beristirahatlah." Jawab Asahi.


" Aku ingin tidurku dipeluk olehmu. Kita bersama-sama akan tidur. Bagaimana??" Ajak Lily.


" Baiklah" Asahi pun memeluk Lily dan mereka pun melelapkan matanya.


Disaat mereka tertidur lelap. Raja vampir pun melakukan siasatnya. Ia mencoba menyelidiki Max secara diam- diam. Apakah benar Max akan berhianat kepadanya.


Ia melihat Max berjalan menuju mobilnya dan pergi kearah Manshion miliknya. Raja vampir berada diatap sedang melihat gerak gerik Max.


Terlihat Max sedang berbincang- bincang dengan laki- laki gendut botak.


" Cherrrrs" Ucap Max.

__ADS_1


" Untuk kejayaan bisnis kita" Sorak si gendut Botak yang disampingnya Ada dua wanita bertubuh cantik serta molek. Berpakaian minim.


" Aku sangat untung besar berbisnis narkoba denganmu. Sungguh menguntungkan, Aku tidak menyangka akan seuntung ini." Ucap Max.


" Aku bilang apa, Kamu sebaiknya mencari keuntungan sendiri. Asahi kan sangat mempercayaimu. Tapi siapa sangka selain kamu korupsi banyak kamu pun menjalankan bisnis ilegal ditutupi Usaha bosmu." Ucap Si gendut botak.


" Iya aku mensuplay narkoba untuk usaha Klub milik Asahi. Tanpa ia ketahui Klub music yang hanya menyediakan minuman keras ternyata aku susupi dengan barang Ekstesi. Tanpa ia tau, Aku untung banyak. Jika polisi mencium kejahatan ini paling yang dicari Asahi bukan aku. Karena aku hanya pegawai bukan pemilik seperti dia. Ia hanya kambing hitam untukku." Jelas Max.


" Kau sangat picik dan licik Max" Ucap Si gendut botak.


" Sebenarnya aku sudah malas dan bosan jadi Pesuruh Vampir, Jika ada kesempatan akan ku lenyapkan dia. Sehingga Hartanya menjadi Milikku." Ucap Max.


" Bersabarlah pasti kamu mempunyai kesempatan sekarang kita happy- happy dan menikmati hasil bisnis kita" Ajak Si gendut botak.


Mereka tampak Asik bercumbu dengan wanita penghibur serta meneguk minuman keras. Raja Vampir pun pergi dari tempat Max.

__ADS_1


Raja vampir pun akhirnya tau sedikit kebusukan Max. Ia pun kembali kekastilnya karena menjelang Pagi.


__ADS_2