suamiku warewolf

suamiku warewolf
41. Forty - One


__ADS_3

Point Of View Mark


🌹🌹🌹


Mark tampak gelisah, di halaman belakang Mansionnya yang megah.


Entah perasaan kalut, emosi, benci semua jadi satu. Membuat dirinya tidak mudah tersenyum dan gampang Emosi.


Semenjak hilangnya Lily, karna keteledorannya, meninggalkannya sendiri bersama pengawal, dia harus menghadapi kenyataan pahit Lily terbunuh. Bahkan jasadnya sangat mengerikan, dengan wajah hancur dan perut tercabik-cabik menyisakan lubang besar dalam perut.


Mark melihat cincin berlian, yang masih dikenakan pada jasad tersebut. Sehingga Mark yakin itu jasad Lily.


Mark tidak bisa berbuat apa-apa, karna Mark tau Asahi adalah penguasa kegelapan, Raja vampir. Yang terkenal brutal tanpa kelemahan.


Kalau hanya Klan Devil mungkin Mark bisa melawan. Tapi ini Asahi adalah langsung keturunan Vampir utama, dan kabarnya, dia tidak akan segan-segan menghabisi musuhnya.


Sikap Mark berubah, sering terlihat marah-marah dan murung jika sendiri. Evelyn memang sering bersama Mark. Tapi Mark merasa ada sebuah lubang besar didalam hatinya.


Wajah Lily menghiasi lamunan Mark, tingkah konyolnya, gaya manjanya, terlihat jelas dilamunan Mark, walau Mark selalu menepisnya.


Beberapa pelayan didapur.

__ADS_1


"Lihat tuan muda, akhir-akhir ini. Marah-marah terus, Iya semenjak Nona Lily sudah meninggal. Sikap tuan muda jadi seperti dulu. Sering marah, tersenyum jarang."Keluh pelayan dapur.


"Iya, tidak seperti dulu. Sekarang salah sedikit langsung membentak. Kalau saja nona Lily masih hidup. Tapi aku dengar sebentar lagi waktu persembahan, 3 minggu lagi. Sepertinya itu juga yang membuat tuan muda makin kesal"ucap pelayan yang biasa melayani Lily.


"Lihat pasti tuan muda melampiaskannya dengan latihan pedang. Sebaiknya kita kerja aku takut tuan muda marah-marah, jika tau kita seperti ini."ucap pelayan dapur.


Pelayan-pelayan itu pun kembali bekerja. Dan Mark terlihat turun dari tangga dan membawa sebuah samurai ditangannya.


Terlihat Ayah John baru pulang dan memasuki mansion mereka. Berpapasan lah mereka.


"Mark" panggil Ayah john.


"Iya. Ayah"jawab Mark.


"Tapi ayah, bagaimana aku tidak tertekan. Ayah lihat sendiri, 3minggu lagi acara itu. Dan aku sama sekali belum mendapatkan, tumbal. Semua wanita itu tidak berguna."geram Mark.


"Bagaimana pun pasti Evelyn akan menerimamu, aku yakin Evelyn gadis yang baik. Walau pun kamu manusia srigala, pasti Evelyn akan menerimamu"ucap John.


"Tidak ayah, aku tidak ingin membahayakan nyawa Evelyn jika mengandung anakku. Ayah aku tidak akan membuat Evelyn menanggung kutukan yang aku terima"kata Mark berdecak kesal.


"Tapi ayah lihat, kamu sebenarnya mencintai Lily kan Mark?walaupun kamu menyangkalnya. Sikapmu tidak bisa ditutupi. Kamu merasa kehilangan Lily bukan?"tanya John.

__ADS_1


"Ayah tidak usah membahas Lily lagi. dia sudah mati kenapa di ingat-ingat terus. Siapa yang gak cinta, tiap hari bersamanya. Setiap hari selalu disisinya. Tapi Evelyn sudah lebih dulu menungguku, lebih lama bertahun-tahun. Aku tidak mempungkiri jika aku dilema"Ungkap Mark.


"Baguslah kalau kamu bisa jujur pada hatimu, tapi tetap ingatlah Mark. Susah mendapatkan orang yang mencintai kita tulus. Tapi semua terserah padamu Mark. Ini adalah hidupmu, pilihanmu. Ayah tidak bisa berbuat apa-apa"ucap John.


"Iya ayah, aku ingin berlatih pedang. Mengalihkan Emosiku pada latihan ini, setidaknya membiarkan emosiku stabil"ucap Mark lalu pergi meninggalkan John.


Mark pun mengayunkan samurainya melepaskan segala emosi didalam jiwa dan fikirannya.


Setidaknya Latihan pedang membuat dia tenang.


Tiba-tiba Ada telepon


Tringggg tringgg


(Nomer tidak dikenal)


Mark pun mengangkatnya.


"Siapa kau?"ucap Mark


"Kau? Apakah aku bisa mempercayaimu?"kata Mark.

__ADS_1


"Oke, kita sepakat"Mark pun menutup telepon.



__ADS_2