
"Melihatku seperti melihat setan aja"Ucap Asahi.
"Kapan kamu mau ngantar aku pulang?"tanya Lily.
"Bentar lagi "
"naek apa??"
"Naek sepedah"
"Ayolah cepet antar aku pulang, Disini serem. Horor."ucap Lily.
"Kamu ini pasti berfikir jorok kan, iya-iya deh aku antar pulang"Kata Asahi.
"Pokoknya anterin aku pulang, aku gak mau lama-lama disini. Nanti kamu terkam pula"Lily pun merinding.
"Ya udah, Ayo "Ajak Asahi sambil mengambil sepedah.
Lily pun mengambil bukusan baju basahnya dikantong kresek,lalu keluar.
"Lah, Aku naik dimana?"tanya Lily kebinggungan.
"Didepan,kalau mau dibelakang berdiri juga boleh"Ucap Asahi sambil tersenyum tampan.
"Haduh, ya udahlah didepan aja"ucap Lily.
Mereka pun berboncengan naik sepedah menuju rumah Lily.
"Sayang, kamu malu ya?"tanya Asahi.
"Malu kenapa???"
"Soalnya aku hanya nganterin kamu pake sepedah, Jangankan Mobil. Sepedah montor saja aku gak punya."Kata Asahi.
"Emangnya aku sematre itu,lagian memangnya ukuran cinta itu harus berupa materi?"tanya Lily.
__ADS_1
"siapa tau?lagian sekarangkan banyak wanita mengidamkan seorang laki-laki bekerja mapan, banyak duit. Seperti Mark, aku ma telapak kakinya aja masih jauh"jawab Asahi.
"Aku tetap menyukaimu kog, tenang saja. Aku tidak akan berpaling, asal kamu tidak berhianat setelah sukses"Ancam Lily.
"Beneran? aku berjanji gak akan menghianatimu,asalkan kamu juga bersungguh-sungguh menyayangiku"Asahi pun tersenyum.
"Gitu dong senyum, pasti kita bakalan bahagia. Tapi kamu harus nikahin aku, aku yakin. Kaya Atau miskin itu sudah Takdir, kalau kita semangat pasti bisa merubah keadaan."ucap Lily.
"Kayaknya aku gak salah pilih menyukaimu, Kamu gak keberatankan nikah sama aku yang gak kaya.Bahkan aku saja bukan PNS atau pun dokter, cuman seorang asisten chef."Jelas Asahi.
"Iya, Aku terima kamu apa adanya kog. bukan karena Ada apanya."Ucap Lily.
Mereka pun sampai didepan rumah Lily.
Lily pun turun dari sepedah, terlihat Ibu Lily dan ayah Lily sedang berada di ruang tamu.
Asahi pun memegang tangan Lily, Lily pun menoleh kearah Asahi.
"Ada apa?"tanya Lily.
"Apa???"
"Kog kamu syok gitu. Bukankah lebih baik, niat yang baik disegerakan."ucap Asahi.
"Kamu yakin??"Lily sedikit ragu.
"Aku yakin, tapi aku tidak bisa membuat pesta yang mewah. Kamu mau kan Nikah samaku?"tanya Asahi.
"Aku mau, tapi kita minta izin ama orangtuaku ya"jawab Lily.
"Hemmm"
Asahi serta Lily masuk ke dalam rumah.
"Selamat malam Om, tante"ucap Asahi.
__ADS_1
"Eh, Nak Asahi. Masuklah, Duduk-duduk. Ini kenalin ayahnya Lily" kata Ibu Lily.
"Makasih tante, nama saya Asahi Om"Asahi pun menjabat tangan Ayah Lily.
"Ayahnya Lily"Kata AyahLily.
"Lily buatin minum buat nak Asahi"Suruh Ibu Lily.
"Baik Mak"Lily pun kedapur untuk membuat Teh.
Suasana Agak Tegang.
"Maksud saya datang kemari ingin melamar puteri bapak"Ucap Asahi.
"Memangnya nak Asahi punya apa?"tanya AyahLily.
"Saya memang tidak punya pekerjaan mapan, tapi saya yakin saya akan membahagiakan puteri bapak. Saya mencintai Lily"Jawab Asahi.
"Memangnya hidup hanya kenyang dengan cinta"Ketus Ayah Lily.
"Heh Pak,memangnya dulu bapak punya apa?waktu nikahin ibu. Yang penting niat nak Asahi kan dah baik"Bela Ibulily.
"Tapi bu, bukannya ibu suka dengan menantu kaya."Ucap Ayah Lily.
"Iya sih, ibu suka menantu kaya. Tapi ibu juga suka nak Asahi, dia ini rajin kegereja. Kalau ibu sih terserah lily aja, Kan yang menjalani hidupkan Lily."Kata Ibulily.
"Kalau menurut ibu, nak Asahi baik. Ayah juga setuju. Terserah Lily saja."Ucap Ayah Lily.
Lily pun datang dari dapur dan menyuguhkan secangkir teh untuk Asahi.
"Sini nak duduk"Suruh Ibulily pada Lily.
Lily pun duduk didekat ibunya.
"Bagaimana nak?Apakah kamu setuju menikah dengan Nak Asahi?"tanya AyahLily.
__ADS_1