
Point Of View Lily
🌹🌹🌹
Lama sekali, OMG. Lily membuka matanya, wajah tampan Asahi terlihat jelas dimata Lily. Apalagi sekarang Asahi tersenyum tampan.
kenapa dia malah tersenyum?kemana taringnya tadi?. Haduh lily ingat kamu sudah mempunyai suami, masih saja kamu suka dengan seorang vampir.
"kenapa kamu malah ketawa??"lily pun menautkan alisnya.
"Selama 200 tahun ini, tidak ada yang berani menyuruhku, kamu memang benar-benar bosan hidup"Asahi tersenyum smirk.
"Cepat Hisap, tunggu apalagi?bukankah kamu ingin membunuhku karena aku sedang hamil anak warewolf?Setidaknya aku tidak mati dipelukan, Mark. Aku benci harus mati dipelukan penghianat"ucap lily.
"Siapa yang akan menghisapmu. Darahmu pasti pahit, tidak enak. Lebih baik kamu menemaniku menonton film"Ajak Asahi.
"Jadi kamu tidak membunuhku? vampir menonton film? kamu gak nampak sadis, malah terlihat seperti anak seumuranku. Apalagi wajahmu seperti orang jepang. Seperti ABG gaul" ejek lily.
"Kamu saja yang melihatku seperti itu, padahal sudah banyak yang kubunuh. Bukannya kamu ingin jalan-jalan, temani aku nonton film, Aku akan mengajakmu jalan-jalan keluar"tawar Asahi, melepaskan kedua tangan di pipi lily, lalu mengengam tangan kanan lily, dan menuntunnya keluar kamar.
"E ee. Aku kan belum bilang setuju. Main tarik aja. Dasar kakek kakek tampan"umpat lily.
"Sudahlah, dari wajahmu aku bisa menebak kamu pasti akan menyukainya"ucap Asahi.
Asahi dan lily pun menaiki mobil.
"Kita sudah sampai"Asahi membuka pintu mobil "Ayo cepat keluar, katamu kamu ingin jalan-jalan"menarik tangan lily.
__ADS_1
"Ini kan diskotik, WOI!!! kamu liat gak aku ini bunting, ngapain coba kamu bawa aku ketempat dugem??"lily pun melotot.
"Udahlah ikut saja,kamu cukup diam,nikamati dan ikuti"suruh Asahi.
mereka pun menerjang sekumpulan orang berjoged, lalu menuju sebuah ruangan.
Terlihat ada beberapa orang disana, ada satu orang laki-laki, yang disampingnya ada dua wanita sexi.
"Max, kesini"panggil Asahi kepada laki-laki yang sedang bercumbu dengan wanita sexi disofa.
"Asahi...Tumben kamu datang?siapa dia??"tanya Max.
"Istri pangeran warewolf, tapi sebentar lagi jadi bini ku"ucap Asahi.
lily yang mendengarnya pun, langsung tercengang dan menatap heran pada Asahi.
Asahi hanya tersenyum tampan.
"Wow...Asahi, wanita ini sedang hamil anak warewolf. Kamu siap jadi ayah tiri seorang Warewolf? Ingat Asahi kita itu bermusuhan dengan Warewolf"kata Max, menepuk bahu Asahi.
"Aku tau, tapi aku sudah jatuh cinta dengannya. Jadi apapun tantangan kedepannya, aku akan jalani itu"ungkap Asahi.
"Ha ha ha, Baru kali ini kamu tertarik dengan seorang wanita, ini moment langka. Hai gadis, kamu harus bersyukur, Asahi ini pangeran yang tidak gampang jatuh cinta."ucap Max pada lily.
"Sudahlah Max, jangan mengejekku lagi. Aku ingin kamu memperketat keamanan, jangan sampai Mark mengambil paksa Biniku. Aku pergi menonton dulu"ucap Asahi lalu pergi mengandeng Lily,dan menuntunnya pergi.
"Hey, kita mau kemana lagi"tanya lily.
__ADS_1
"Menonton, Sayang. Aku akan membuat hari-harimu menyenangkan"ucap Asahi.
Lily pun hanya dapat mengikuti Asahi.
Menaiki mobil, menuju sebuah gedung. Seperti sebuah tempat perbelanjaan. Yang sepi. Lily hanya mengikuti Asahi.
"Ini bioskop?? vampir juga suka bioskop?"lily pun menoleh ke arah Asahi.
"Ya aku suka menonton Film, kenapa?kamu heran?"tanya Asahi.
"Sedikit. Tapi ya sudahlah, lagian aku juga ingin menonton"ucap lily
Beberapa menit kemudian, Mereka tampak menikmati film. Karena filmnya sedih lily pun menangis.
Asahi hanya menatap lucu.
"Nih tisu"menyodorkan tisu.
"Terimakasih"ucap lily sambil mengusap airmatanya.
"WaaaaAaaaa...."teriak Lily lalu memegang tangan Asahi.
"Tenang sudah hilang Setannya, Kamu penakut juga ternyata"ledek Asahi.
"Sorry"Melepaskan pegangan tangan ke tangan Asahi
__ADS_1