suamiku warewolf

suamiku warewolf
54.Fifty - Four


__ADS_3

Point Of View Lily


🌹🌹🌹


Aku membuka mataku pertama kalinya, kulihat seperti kamarku dimansion Mark. Ku dengar suara Mark beserta anak bayi tertawa riang.


Aku pun melirik kearah samping benar saja Mark sekarang bersama anak bayi sedang bermain dikasur, Itukah anakku.


Apakah dia anakku?tak terasa air mataku jatuh menetes, Perjuangaku sebagai ibu telah berhasil. Sekarang aku wanita sempurna. Aku telah menjadi ibu.


Tunggu, kenapa Mark begitu bahagia? bukankah ia tidak mengharapkan anakku serta aku. Aku pun berfikir sejenak lalu melihat sekelilingku. Sepertinya aku sakit parah.


Aku mencoba mengerakkan tanganku dan membuka alat pernafasan yang terpasang Lalu memanggil nama


"Mark"Panggil Lily dengan Lirih.


Mark pun menoleh,matanya berkaca-kaca seolah tak percaya. Lalu mendekati ku bersama mengendong anak bayi itu.


"Lily. Kamu sudah bangun?lihat anakmu Zen sudah besar. Dia sangat sehat dan tampan ."ucap Mark.


"anakku?"


"Iya, ini anak kita Lily. aku menamainya Zen yang artinya keberuntungan"Jelas Mark kepada Lily.


"Zen"Lily pun menyentuh tubuh bayi mungil tersebut. Dan zen pun tertawa lucu nan imut.


"Kamu ingin mengendongnya?,sini aku bantu kamu duduk"Mark pun menaikkan sandaran tempat tidur Lily. Dan memberikan Zen kepada Lily.


"Kamu anakku"Lily pun mencium pipi Zen.


Rasa bahagia, bangga serta haru menyelimuti perasaan Lily.


Akhirnya aku bisa memeluk anakku sendiri, perjuanganku tidak sia-sia. Aku seorang ibu, aku tidak mau jauh darimu nak. Ibu akan berusaha sesehat-sehatnya agar bisa merawatmu.


"Dia tampan"ucap Lily.


"Iya tampan, siapa dulu ayahnya. Ia anakku yang pintar dan tampan"ucap bangga Mark.

__ADS_1


"Dia anakku, kamu hanya titip benih saja"Ketus Lily.


"Baru sadar sudah ketus, Berarti kamu sangat sehat sekali sekarang"ucap Mark.


"Aku rasa demikian, coba aku menyusui Zen"ucap Lily.


"Cobalah, sini aku bantu" ucap Mark.


Lily pun mencoba menyusui Zen, awalnya Zen tidak mau meminum asi, tapi setelah Lily memasukkan P*tingnya kedalam mulut Zen, Zen pun mau dan meminumnya.


"Untuk masih keluar Asinya"ucap Lily.


"Gelinya?"tanya Mark.


"Geli, perih, sepertinya Lidah Zen masih kasar"Eluh Lily. Tapi tetap menyusui Zen.


Zen nampak dengan rakusnya meminum Asi dari Lily. Lily tampak bahagia bisa memberi Asi pada Zen.


"Uluh, uluh anak Mama. pelan-pelan nak, tidak ada yang akan menganggumu. Atau merebut asimu"ucap Lily.


"Ada, Papanya musuhnya berebut itu"ucap Mark.


"Lihat Zen mulai tertidur"ucap Mark.


"Usstttt, Biarkan dia tidur. Sepertinya dia kenyang minum asi dan bobok"ucap Lily sambil membelai Zen.


Zen pun tertidur.


"Sini biar ku taruh di tempat tidur Zen"Mark pun mengendong Zen lalu menindurkannya di Kotak ranjang Zen.


Mark pun menghampiri Lily.


"Kamu sudah agak baikan, apa yang kamu rasain? masih sakitkah punggungmu?Apa perlu ku panggilkan dokter"Tawar Mark.


"Aku rasa aku sudah baikan Mark, Tubuhku memah lemas, mungkin karena aku lapar"ucap Lily.


"Aku akan menyuruh pelayan mengambil makanan"ucap Mark lalu pergi menyuruh pelayan.

__ADS_1


Beberapa menit kemudian pelayan pun datang membawa makanan.


Mark pun memyuapi Lily dengan sabar dan telaten.


"Mark"


"iya , kenapa? apa kamu ingin sesuatu?"kata Mark.


"Tidak terimakasih"ucap Lily.


"Kamu tidak perlu sungkan, aku suamimu. Aku akan menjagamu serta merawatmu"ucap Mark.


Lily pun mengeryitkan alisnya. Sungguh aneh, kenapa tiba-tiba Mark berubah sayang kepadaku.


Ini cuman Prank atau Khayalku? Cara Mark seperti seorang suami yang sayang anak dan istri.


"Kamu Mark atau bukan sih?"tanya Lily heran.


"Ya Mark lah, memang kenapa?Mark balik tanya.


"Kamu gak pura-purakan?bukankah kamu sangat mencintai Evelyn. Aku tidak apa-apa kog jika kamu bersama Evelyn. Asalkan Zen bersamaku"ucap Lily.


"Kog kamu bilang begitu?kamu gak suka kalau aku bersamamu"ucap Mark.


"Mark aku tidak ingin memaksa cintamu, kalau memang Evelyn yang kamu cintai. Aku akan mengalah, lagian aku sadar cinta di paksa itu. Pasti nantinya menyakitkan"Jelas Lily.


"Aku ingin bersamamu dan Zen, aku tidak ingin Evelyn kembali"kata Mark.


"Bersamaku dengan Zen, aku gak salah denger?"ucap Lily heran.


"Bagiku sekarang adalah kamu dan Zen yang terpenting dihidupku. Aku tidak peduli mesti aku manusia srigala sekalipun. Aku ingin hidup bersamamu. Pasti suatu saat aku mencintaimu"Jelas Mark.


"Terserah padamu saja"ucap Lily.


Lily pun berusaha sembuh dan bangkit, Mark pun berusaha memperlihatkan kalau ia adalah ayah sekaligus suami yang sangat sayang keluarga.


Berangsur-angsur Lily pun sembuh.

__ADS_1


Kini Lily dan Mark sedang mencium Zen diranjang.



__ADS_2