
Point Of View Lily
🌹🌹🌹
Dimana aku???Ini kamar siapa??? seperti mewah kali tempat ini. Aku hanya ingat kalau aku diculik.
Lily pun duduk dan melihat sekeliling, kamar yang asing. Kamar yang berdominan berwarna merah maron. Sepertinya pemilik kamar ini pencinta warna Merah maron.
"Selamat datang dikastil ku, nona"ucap laki-laki tampan lalu mencium punggung tangan lily.
cup
Reflek lily pun menarik tanganya, lalu mengusap-usap bekasnya. Sambil menatap heran lelaki yang sedang berdiri dihadapannya.
"Siapa kamu??dimana aku??kamu mau apa"tanya lily.
"Perkenalkan namaku Asahi Ito, Aku pangeran vampir. Sekarang kamu berada di kastilku, Nona lily"ucapnya lalu tersenyum tampan.
"Kau pasti menculikku karna ingin membunuhku kan?"tanya lily
"Benar sekali, kenapa kamu takut??"tanya Asahi balik.
"Ngapain aku takut, cepat lambat aku juga bakalan mati, Aku lapar kasih aku makan."ucap lily enteng.
"Ba haaa haaa..baru kali ini, ada seorang manusia, lucu sepertimu. Udah di ujung kematian tapi masih mikirin perut"ledek Asahi.
__ADS_1
"Ketawamu gak lucu, garing. Trus kamu kira aku harus nangis, lagian mati ditanganmu, atau mati ditangan Mark sama aja"ketus Lily
"Apa?bukannya Mark suamimu?yang harus kamu takutin itu aku,aku itu musuh Mark, yang akan bunuh kamu"tegas Asahi.
"Aku ini cuman Tumbal, Mark itu cintanya ama Evelyn. Udah lah aku laper, kasih aku makan"pinta Lily.
"Pelayan bawakan Makanan"teriak Asahi.
pelayan pun membawa ayam pangang utuh, ikan goreng dan nasi,serta buah-buahan.
"wah...Ini baru mantab"ucap lily lalu menikmati makan malamnya.
"Kamu Seperti manusia kelaparan, Seperti tidak pernah makan saja"Asahi pun duduk bersedekap sambil melihat lily makan.
"biarin. Yam, yam enak"lily pun memakan hidangan tersebut.
Asahi menatap lily pun terheran-heran.
"Kenapa menatapku seperti itu, Belum pernah lihat manusia seperti aku sebelumnya? atau jangan-jangan kamu terpesona dengan perut buncitku" lily pun mencibir Asahi. Dan Asahi pun tersenyum tampan.
Kamprettt, ganteng kali dia.
"Ngomong-ngomong kamu terlihat muda sekali, seperti seumuranku, kalau Mark nampak dewasa, emmm umurmu berapa?"tanya Lily
"Aku berumur 200 tahun sekarang"jawab Asahi.
__ADS_1
"Haaaa....tapi kamu terlihat muda, kakek-kakek tampan, Jam berapa sekarang?"tanya lily
"Jam 2 Malam, emang kenapa kamu bertanya seperti itu?"ucap Asahi.
"Pantas aku sudah tidur banyak, gara-gara obat biusmu. Tuan vampir, ajak aku jalan-jalan dikastilmu boleh?"Lily pun tersenyum pada Asahi.
"Kamu manusia terAneh, bukannya takut malah mengajakku jalan-jalan dikastilku. Memangnya kamu tidak takut ku hisap darahmu sampai kering"ancam Asahi.
"Mau hisap, hisap aja nih, cepat mati malahan"Lily sambil menyodorkan tangannya kepada Asahi.
Asahi pun memegang tangan lily, menariknya sehingga lily terjatuh dalam dekapan Asahi.
Ampun wangi sekali ,kakek-kakek vampir nih, lebih wangi dari Mark. Haduh Lily sadar kamu, dia ini Vampir. Masih aja terlena, ingat Mark saja udah buang kamu apalagi vampir ini.
"Kamu mau apa?"lily pun mendongak kearah wajah Asahi.
"Mengigitmu, menghisap darahmu sampai kering"ancam Asahi, lalu memperlihatkan taring tajamnya. Lily pun malah menyodorkan lehernya.
"Cepetan bunuh aku, aku juga sudah malas hidup lama-lama. Apalagi harus melihat suamiku bermesraan dengan wanita lain, cepat bunuh aku"suruh lily.
Lily pun memejamkan matanya, sebenarnya lily takut mati, tapi jika menginggat Mark yang begitu mencintai Evelyn. Rasanya Lily ingin cepat-cepat mengakhiri hidupnya.
"Kamu tidak akan menyesal? kamu mau menyerahkan tubuhmu untukku?"tanya Asahi.
"Iya, apalagi yang kamu tunggu. Hisaplah sampai kering, biar cepat aku mati, Biar aku tidak merasakan sakit hati lagi."ucap lily dengan percaya diri.
__ADS_1
Asahi menatap tajam pada Lily. kedua tangan Asahi, memegang pipi Lily. Lily hanya mampu memejamkan matanya.