
Point Of View Lily
🌹🌹🌹
Mencengangkan, Asahi yang lembut seperti itu berubah menjadi pembunuh darah dingin.
Bos brandalan itu langsung mati ditempat. Tanganku langsung bergetar melihat Asahi menatap penuh amarah.
Segerombolan itu pun kocar-kacir berlarian, ketika melihat kejadian tersebut. Dengan tangan kosong saja, Asahi bisa menembus badan orang sebesar dan sekekar itu. Dengan sekali pukulan.
Pantas saja Asahi terkenal sebagai Vampir yang brutal. Aku tidak bisa membayangkan, laki-laki sekejam itu. Mencintaiku.
Langsung bolong tubuh bos brandalan tersebut. Hadeh, aku langsung membayangkan, bagaimana kalau seumpama. Aku melawan Asahi, seperti nyamuk. Sekali tepok, matilah aku.
Asahi tiba-tiba melompat dan sekarang tepat didepanku. Mataku melotot hampir copot.😲😱😲😨.
Bau anyir terhirup hidungku, aku pun menutup hidungku dengan kedua tanganku.
Ku lihat baju Asahi penuh bercak darah.
"Asahi pake jasmu kembali, baju mu penuh darah"Lily pun menyodorkan jas yang dipakenya tadi.
"Oke, demimu aku akan memakainya"ucap Asahi.
Asahi pun memakai jasnya kembali, lalu mengajak jalan kembali ke arah mobil.
Dengan kaki luka lecet, Lily berjalan agak pincang. Asahi pun menatapnya lalu Asahi berjongkok. Lily pun terheran-heran dengan tingkah Asahi.
"Kamu ngapain jongkok begitu?"tanya Lily.
"Naeklah kepunggungku, aku akan mengendongmu. Cepatlah, aku tau kakimu terluka"jawab Asahi.
Lily pun menuruti permintaan Asahi. Asahi pun mengendong Lily dengan tertawa.
"Kog tertawa sih"tanya Lily.
__ADS_1
"Enggak kenapa-napa? kamu takut samaku?tanganmu gemeter ku lihat"jawab Asahi.
"Iya aku takut, kamu kalau marah bisa senekad gitu. Serem"ucap lily.
"Tenang aja lagi. Aku juga gak akan bisa ngelukain kamu. Lihat kamu nanggis aja hatiku sakit"ucap Asahi.
"Gombal, Rayuan mautmu gak mempan untukku"ledek Lily.
"Beneran sumpah, Bahkan aku mau tukar nyawaku untukmu. Asal kamu bisa bahagia"Asahi pun menurunkan Lily dan membukakan pintu mobil, lalu menutupnya kembali, setelah lily masuk kedalam mobil.
Asahi pun masuk mobil, memakaikan sabuk pengaman untuk lily.
"Terimakasih" ucap lily.
"Kurang tulus terimakasihnya. Cium pipiku, jika mau berterimakasih"Asahi pun menyodorkan pipinya, menunjukkan dengan jari telunjuknya.
Cup (Lily pun mencium pipi Asahi).
Wajah Asahi langsung bahagia bukan main.
"Modus"Ejek Lily.
Asahi pun tersenyum lalu mengemudikan dengan perlahan meninggalkan tempat itu.
"Hampir pagi, ternyata waktu cepat sekali. Aku sudah mengantuk"Lily pun menguap.
"Sebentar lagi kita sampai kekastil, kamu bisa mandi air hangat dan istirahat"ucap Asahi.
"Kamu juga, nanti harus mandi. Tapi Asahi nanti bagaimana kalau polisi menemukan bos brandal itu. Kamu bisa masuk penjara"Lily pun khawatir.
"Tenang saja, aku sudah menyuruh anak buahku untuk membereskan semua. Jadi polisi tidak akan mengetahuinya."ucap Asahi.
"Iyalah, Horang kaya raya, Sultan ma bebas"Ejek lily.
"Sayangnya, aku belum bisa mendapatkan cintamu"Eluh Asahi.
__ADS_1
"Ini hati Asahi. Bukan kaleng-kaleng"Celetuk Lily.
"Apa itu kaleng-kaleng artinya?"tanya Asahi.
"pokoknya itu bahasa gaul artinya bukan abal-abal. Atau sembarangan. begitu"jelas Lily.
"O... begitu, ya kita sudah sampai sebaiknya kita bergegas membersihkan diri."Ajak Asahi.
Mereka pun memasuki kastil, Lily pun segera mandi dan membersihkan diri begitu juga dengan Asahi.
Setelah Lily mandi, Lily pun memilih baju. Mana yang akan aku pakai, untung berbagai warna. pake pink ajalah. Memakai bedak baby tipis dan lipstik tipis. Akhirnya tidak terlihat pucat.
tok tok tok
"Siapa?"
"Saya nyonya, paman pelayan. Nyoya disuruh tuan untuk sarapan dulu sebelum beristirahat"Ucap pelayan dibalik pintu kamar.
"Iya, sebentar lagi aku akan kesana" ucap Lily.
Lily pun keluar dari kamar menuju meja makan dibawah. Disana ada Asahi yang sudah bersih dan tampan menuangkan teh. Sepertinya Asahi sendiri yang menyiapkannya
"Ayo kita sarapan, setelah kenyang kamu boleh tidur"Ajak Asahi.
"Iya. Terimakasih Asahi"Lily pun mengambil sebuah roti dengan selai coklat lalu memakannya. Begitu juga Asahi.
"Akhirnya aku kenyang"ucap lily yang berjalan kearah kamar di ikuti Asahi. Lily pun menoleh.
"Asahi, kenapa mengikutiku?"tanya Lily.
"Kamu lupa ya, aku kan memang tidur disampingmu. Lagian aku sudah terbiasa tidur memelukmu. Jadi aku sudah tidak bisa tidur sendiri"jawab Asahi.
"Dasar Modus, tapi cuman tidur disampingku cuman peluk. Gak boleh yang lain-lain"ucap Lily.
__ADS_1
"Oke, siap tuan puteri"ucap Asahi.