
"Lepaskan Evelyn, B*adap"umpat Mark.
"Ha...haaa... dengan senang hati Mark, aku juga tidak berniat membunuhnya aku inginkan nyawamu"ucap Max.
"kau, memang licik Max. Seharusnya aku tidak pernah bekerjasama denganmu"ucap Mark.
"He..he.. Kau dengan Asahi itu sama Mark, sama-sama terlalu bodoh."seringai Max.
"kau ingin membunuhku kan? cepatlah lakukanlah, tapi jangan sakiti Evelyn"ucap Mark.
"Kau akan mati Mark disini 2 peluru perak dibuat khusus untuk membunuhmu"ucap Max Lalu melempar Evelyn dan membidik Mark dengan pistol peluru peraknya.
"Dorrrrr"
"Dorrrrrrrrr"(dua kali tembakan tepat ditembakkan oleh Max)
darah mengucur dari tubuh, memercikkan darah kemuka Mark.
Bukan Tubuh Mark yang tertembak, tapi tubuh seseorang gadis memeluk erat Mark. Mark pun kaget, seketika mengusap darah pada mukanya.
Aroma bau darah yang khas, terlintas difikiran Mark adalah Evelyn. Karna setiap bermimpi buruk mark selalu bermimpi kejadian ini.
Ketika dia tertembak dan ada wanita berambut panjang hitam terurai menghadang peluru dengan tubuhnya, lalu terjatuh ditanah. Tapi Mark tidak melihat wajahnya.
"Evelyn!!!!!"teriak Mark, lalu memegang kedua bahu wanita tersebut dan menatapnya.
Betapa terkejutnya Mark melihat sosok wanita tersebut bukan Evelyn, tetapi Lily yang sedang tersenyum menatapnya sayu. Mark pun sontak kaget dan melepaskan kedua tangannya dari tubuh Lily.
Lily pun yang sudah tidak punya tenaga apapun tersungkur ditanah dan tubuhnya persis seperti mimpi Mark.
"Enggak, enggak mungkin"Mark pun memegang kepalanya dengan kedua tangannya seolah tidak percaya.
__ADS_1
Sedangkan Lily hanya mampu merasakan tubuhnya lemah, betapa tidak setelah berjuang melahirkan putranya dan pendarahan.
Kini ia harus menghadang dua peluru perak untuk suaminya. Sebenarnya kesadaran Lily menghilang sebentar saat Mark mengambil pedang Untuk membunuhnya sebagai tumbal. Tapi Lily berusaha membuka kesadarannya kembali, ketika Lily tersadar dan mulai berusaha bangkit.
Ia harus melihat Mark yang sedang ditodong pistol oleh Max, perasaan kacau, dilema dialami Lily. Tapi perasaan cinta didalam hati Lily untuk Mark masih tersimpan banyak dari pada kebenciannya pada Mark.
Itulah mengapa Lily berani menghadang dua peluru perak ditubuhnya. Tapi kekecewaan yang ia dapat, Mark lagi-lagi memanggil nama Evelyn.
Cinta yang bertepuk sebelah tangan. Lily hanya merasakan darahnya mengalir kepaha, serta punggungnya.
Darah segar keluar dari tubuh Lily.
Mark pun berubah menjadi manusia srigala lalu menusukkan kuku tajamnya kearah Max, Max pun tewas ditempat.
Mark pun mendekati tubuh Lily yang bersimbah darah. Menopangnya dipahanya. Lalu menatap Lily, Lily pun memuntahkan darah dari mulutnya.
Menatap sayu Mark.
"enggak, kau gak boleh mati, kau harus hidup. Tidakkk"teriak Mark memeluk Lily yang lemah, dan sekarat.
Evelyn hanya mampu terdiam, dan terduduk.
Mark pun merubah tubuhnya menjadi srigala besar dan membawa tubuh Lily pergi, menerobos Hutan.
Membawanya kerumah sakit terdekat. Mark pun berubah dan mengendong tubuh Lily yang sudah hilang kesadaran.
"Dokterrrrr, susterrrrr.... tolong selamatkan istri saya"Teriak Mark.
suster pun mendorong kereta menuju UGD. Dokter pun datang masuk.
"Maaf tuan sebaiknya anda menunggu diluar"ucap suster.
__ADS_1
Beberapa jam Dokter dan suster menyelamatkan nyawa Lily didalam ruang UGD.
Mark pun nampak gemetar, perasaannya kalut. Orang yang selama ini dia inginkan untuk mati malah dia selamatkan.
Beberapa kali Mark berdengus kesal, dan berjalan mondar-mandir. Datanglah Ayah John serta Evelyn.
"Bagaimana keadaan Lily Mark?"tanya Evelyn.
"tidak tau"jawab Mark.
"Tenanglah Mark, dokter sedang berusaha menyelamatkannya"John pun menepuk-nepuk bahu Mark.
"Ayah,,,,, aku, suami yang tidak berguna ayah"ucap sesal Mark.
"Sabarlah Mark, ayahkan sudah memperingatkanmu. Bahwa pasti kamu juga mempunyai perasaan pada Lily tapi kamu menyangkalnya"ucap John.
"Maafkan aku Mark, akulah yang salah. Seharusnya aku mengalah, dan tidak menganggu hubungan kalian"ucap Evelyn.
"Bukan, akulah yang salah. Aku terlalu egois, seharusnya aku tau. Jika Lily benar-benar menyayangiku"ucap Mark.
Lampu Operasi pun dipadamkan, Dokter pun keluar dari ruang UGD.
"Bagaimana keadaan istri saya dok?"tanya Mark.
"Istri anda sedang Kritis, kemungkinan hidup hanya 10%. Harap bapak tabah"ucap dokter lalu pergi.
Lily pun dipindahkan keruang ICU tubuhnya yang lemah serta terpasang alat bantu pernafasan, monitor detak jantung, serta cairan infus serta darah terpasang pada tubuh Lily.
Mark pun mengengam tangan Lily dan menjaganya.
Evelyn serta ayah John sudah kembali pulang. Tinggal Mark yang menunggu Lily.
__ADS_1