
Ketika menaiki montor, ada aja kejailan Asahi. Sempat Asahi mengerem mendadak, sehingga badan Lily terhuyun kedepan hingga terbentur Tubuh Asahi.
Lily yang merasa Asahi segaja, melototin Asahi.
"Kamu sengaja ya"geram Lily.
"Banyak polisi tidurnya"Kelih Asahi.
"Biar aku aja didepan, dari tadi ngerem mendadak."Eluh Lily.
"Aku aja, iya maaf. Lebih hati-hati kali ini."ucap Asahi.
"Awas begitu lagi, ini buatmu". Lily pun mengepalkan tangannya.
"Galak bener, gak sengaja lo."Jelas Asahi.
Lily pun cemberut disepanjang jalan. Asahi pun melihat sepintas pada kaca spion montor.
"Jangan Monyong gitu napa?Iya aku salah, maafin ya sayang"Pinta Asahi.
"iya ku maafin, tapi aku masih kesel. Kan kena Susu aku."Geram Lily.
"Puffft...gak terasa apapun"ucap Asahi.
"Maksudnya? Dadaku rata maksudmu?"Geram Lily makin sebel.
"Iya, kayak landasan pesawat terbang. Datar"Ejek Asahi.
Lily pun mencubit perut Asahi
"Aduh sakit, sayang."Asahi pun meringgis.
"Syukurin, Masih ngejek lagi. Berdada rata gini pacarmu tau." Lily tersenyum bangga.
"kamu bisa masak gak sayang?"tanya Asahi.
"Gak bisa, masak air ama mie instants aja aku bisa"Jawab Lily.
"Lagiankan, kamu asisten Chef. Pasti kamu pandai masak, aku mau pamer ah ama nadya nanti". ucap Lily.
"Pamer??"
"Iya aku mau pamer ke Nadya, aku sekarang punya pacar ganteng. Jago masak lagi."Jelas Lily.
__ADS_1
"pamer, emang aku ganteng?"tanya Asahi.
"Gantenglah pacar aku. Rajin ibadah lagi."jawab Lily.
"Itu yang sayang lihat, aku ini rada gila yank"ucap Asahi.
"Kog bisa???"ucap Lily terkejut.
"Ya, gitu deh. Ada hal gila yang aku suka, seperti snorkling, daifing, paralayang. Aku akan ngajak kamu ikut nanti jika libur"Ucap Asahi.
"What, aku takut ketinggian dan aku gak bisa berenang". Kata Lily sambil ketakutan membayangkannya.
"Hah, tenang aja yank. Nanti aku ajari."ucap Asahi.
Akhirnya mereka pun sampai di Hardrock kafe.
"Sayang mau langsung pulang?gak mampir dulu?"tawar Asahi.
"Besok-besok aja, tiap hari kesitu malu"ucap Lily.
"Ya udah hati-hati"ucap Asahi.
"Ya udah selamat bekerja, aku mau langsung kewarnet"Pamit Lily.
"Kog gak dibalas, cium pipi aku dong"Asahi pun menunjuk pipinya.
Cup
"Udah aku pergi kewarnet dulu, byee"Lily pun melambaikan tangannya.
"Hati-hati" Asahi pun melambaikan tangannya.
Lily pun menaiki montornya menuju warnet goldennett.
Pipi Lily merah merona, membayangkan kejadian tadi. Asahi akhirnya kamu jadi pacar aku.
Sekarang predikat jomblo seprovinsi tidak akan jadi gelar aku. Lily pun memarkirkan montornya, lalu masuk ke warnet dengan cengegesan.
"Ly, kamu kesambet Leak? cengar -cengir. Ngapain cepet masuk ini kan masih jam setengah 3 ?."tanya Nadya heran.
"Enak aja lo ngomong, aku habis pacaran."jawab Lily.
"Pacaran?ama siapa?ih aku lo jadi kepo tau?"tanya Nadya penasaran.
__ADS_1
"mau tau? atau mau tau banget?"ucap Lily.
"Heleh, paling ama Ruri."Ejek Nadya.
"Kog Ruri sih"ucap Lily.
"Eh, jangan -jangan bule yang tadi pagi nanyain elo ya?. Yang handsome, haduh meleleh gue lihat tadi pagi."Jelas Nadya.
"Bule?pacar aku bukan bule. Emang siapa namanya?"tanya Lily.
"Namanya Mark, pagi tadi dia kesini nyari'in elo. Minta nomer hpmu lagi."jawab Nadya.
"Trus lo kasih?dia nanya apa aja Nad?"tanya Lily kembali.
"Enggak, ku bilang aku tanya ke Lily dulu. Trus dia nanya kog aku, yang jaga biasanya kan kamu. Aku bilang kamu kegereja kalau minggu. Katanya dia kesana nyari elo"Jawab Nadya.
Ampun segitunya penasaran si Mark ama gue, pasti gak ada yang beres ini. Jadi merinding bulu kuduk ku.
"Lo nglamun Ly?"tanya Nadya.
"Trus elu gak bilang apa-apa lagikan tentang gue? aku tuh males tau ama Mark tuh. Ngeyel kali dibilangin, kayak gak percaya kalau aku tuh udah punya pacar." Jelas Lily.
"Jadi bukan Mark, trus siapa pacar lo?ganteng gak?penasaran gue."ucap Nadya.
"Gantenglah, namanya Asahi. Tadi kami ketemu digereja, dia Asisten chef dikafe hardrock." Jelas Lily.
"Asisten chef, kirain polisi kek, tentara kek kalau enggak pns gitu. Asisten chef"ucap Nadya.
"Ah, gak apa-apa cuman Asisten Chef yang penting gak selingkuh kayak pacarmu yang tentara itu."Ejek Lily.
"Emang salah kalau pacar aku tentara?"ucap Nadya.
"Enggak salah sih soal jabatannya yang abdi negara gitu, gua gak suka aja sikapnya mainin hati cewek. Kayak Mark gitu, emang kaya tapi ada sesuatu dibalik maksudnya."Jelas Lily.
"Udah deh gak usah bahas pacar aku, lagi galau nih"Eluh Nadya.
"Udah dibilang cari aja lagi, laki-laki kayak gitu susah berubah sekali tukang selingkuh sampai mati juga tukang selingkuh."ucap Lily yang pergi kebelakang dan tidur disofa .
"Elu mau tidur disofa?"tanya Nadya.
"Iya, nanti bangunin ya jam 5"jawab Lily.
"Iya, nanti cepetan bangun. Aku mau sholat Ashar tepat waktu."ucap Nadya.
__ADS_1
"Oke buhaji, Aku mau tidur bentar. Kan lumayan 2 jam."Lily pun tidur disofa.