suamiku warewolf

suamiku warewolf
42. Forty - two


__ADS_3

Point Of View Mark.


🌹🌹🌹


Mark tersenyum seringai, bisa-bisanya kamu malah jatuh kepelukan Asahi. Tangan Mark mengengam kasar, hatinya sungguh marah mendengar kabar itu.


Mendengarnya bersama laki-laki lain saja membuatku sakit hati, apalagi sampai melihatnya dengan mataku sendiri.


Amarahku makin berkobar seperti Api menyala, Mark tidak peduli lagi. Walaupun sekarang Asahi vampir terkuat. Tidak akan membuat Mark gentar merebut kembali lily, hanya aku yang bisa memilikinya. Hanya aku, yang bisa membunuhnya.


Mark berdengus kesal, mengusap kasar wajahnya. Nampak dimatanya, berkobar api amarah membara.


"Pelayan, siapkan mobil .!!! Aku akan pergi"teriak Mark.


"Silahkan tuan muda"Supir pun membuka pintu.


"Biar aku sendiri yang mengemudi"Perintah Mark, lalu Mark pun mengendarai mobil sendiri. Menuju tempat yang tidak disukai Mark.


Mark tidak pernah membayangkan akan bekerja sama. Dan merencanakan hal licik, bersama Musuhnya sendiri.

__ADS_1


Rasa cinta didalam hati berubah jadi benci, ketika mendengar orang yang berada didalam hati berhianat. Itulah yang dirasakan Mark saat ini.


Beberapa kali Mark memukul setir mobil. Menumpahkan segala amarahnya. Perasaan kacau, disisi lain dia bahagia bahwa tau Lily masih hidup, tapi sisi lainnya dia sangat benci karna lily lebih memilih sembunyi darinya.


Akhirnya Mark pun sampai ketempat yang telah disepakati. Disana banyak orang-orang berjoged ria. Ada penari latar telanjang yang sexi, sedang berlenggak-lenggok memamerkan tubuhnya.


Dibawahnya terdapat laki-laki yang berkumpul bersorak-sorak. Ada sebuah tempat di sebuah ruangan.


Mark pun membuka pintunya dan mendapati seorang budak vampir.


Max adalah budak vampir kepercayaan Asahi, yang telah membocorkan keberadaan Lily kepada Mark. Max hanyalah manusia biasa yang telah mengikuti Asahi sejak kecil. Tapi siapa disangka jiwa serakah Max, menginginkan Asahi Mati. Sehingga semua kekayaan Asahi bisa ia dapatkan.


"Sebenarnya aku tidak sudi, menginjakkan kakiku ditempat budak vampir"Gumam Mark.


"Ha ha ha....sayangnya kamu tidak punya pilihan, selain bergabung denganku. Kita punya tujuan yang sama dan mendapatkan keuntungan"ucap Max.


"Yah aku tidak punya pilihan, selain mengikuti cara licikmu. Tidak mungkin bagiku melawan kekuatan Asahi. Dia keturunan Asli vampir utama. Klan devil saja tak sebanding dengannya. Sekarang apa yang harus aku lakukan?". Tanya Mark.


"Itu pemikiran yang tepat Mark, Asahi sangat mencintai Lily aku sudah mengamatinya selama hampir dua bulan ini. Aku ingin Asahi mati, dan kau bisa membawa Lily kembali menjadi tumbalmu bagaimana?"jawab Max.

__ADS_1


"Tidak mungkin bagiku membunuh Asahi, dia begitu kuat"ucap Mark.


"Kamu cukup bertarung dengan Asahi, dan aku akan membantumu menangkap Lily. Aku yakin kelemahan Asahi adalah lily. Jadi pasti Asahi akan melakukan apapun untuk lily, aku yakin itu. Aku kenal Asahi, dari dulu dia tak pernah punya kelemahan sekarang kesempatan aku menghancurkannya"Seringai Max.


"Apa kamu yakin?"ucap Mark ragu.


"Percayalah Mark, kita pasti berhasil. Bagaimana kamu sepakat?"tanya Max


"Baiklah, kita sepakat. Walaupun ini cara kotor, aku tidak peduli. Aku akan menghajar Lily dan menumbalkannya,ia harus mati ditanganku karena sudah berselingkuh dengan Asahi"Mark pun mengepalkan tangannya.


"Itu bagus Mark, senang berkerjasama denganmu. Aku yakin Asahi pasti mengajak Lily pergi makan malam romantis ditepi Bukit, dekat air terjun. Aku disuruh Asahi mempersiapkannya. Jadi kita lakukan disaat itu"ucap Max


"Aku akan mengikuti arahanmu"Mark pun pergi dari tempat Max.


"Kau tidak akan kecewa kawan"teriak Max.


Max pun menatap licik dan tersenyum bahagia. Rencana liciknya telah disepakati oleh Mark.


Mark pun keluar dari tempat itu dan berhenti disebuah tempat sepi. Mark pun keluar dari mobil sportnya dan mengeluarkan rokok, lalu membakar dan menghisapnya.

__ADS_1


Semenjak Lily hilang kebiasaan Mark adalah merokok. Fikiran Mark kacau balau. Antara cinta dan benci terbalut didalam hatinya.


__ADS_2