suamiku warewolf

suamiku warewolf
45. Forty - five


__ADS_3

Point Of View Lily.


🌹🌹🌹


Asahi nampak menikmati film yang ditontonnya, aku pun mendekatinya. Dia pun menoleh.


"Sini"Asahi menepuk-nepuk sofa , Lily pun mendekat dan duduk. Asahi memeluk Lily sambil menonton. Tunggu kenapa aku jadi penurut begini?.


Apa aku sudah jatuh cinta dengan Asahi? Ku tatap Asahi lekat-lekat. Kulitnya putih seputih susu, mata yang indah. Kog jadi terkagum -kagum begini aku sama Asahi.


Asahi malah memelukku erat hingga aku berada didada bidangnya. Sesekali dia mencium rambutku. Hadeh, perasaan apa ini?Aku malah nyaman. Mungkin kah aku jatuh cinta pada Asahi?.


Lily pun mendongak menatap wajah Asahi, Asahi pun menatap kebawah. Senyum Asahi tersimpul tampan. Aku pun mencubit dan meremas pipi Asahi.


"Haduh, Sakit tau"Asahi pun meringgis kesakitan.


"Salah siapa sok manis"


"Kan memang manis, buktinya kamu terkesima"Ejek Asahi.


"Enggak, Mana ada aku terkesima dengan mu"Lily pun mengalihkan pandangannya ke Tv.


"Akui saja, Kamu mencintaiku kan"bisik Asahi.


Lily pun menempelkan kepalanya dipaha Asahi, sambil cemberut.


Asahi mengelus-elus rambut Lily yang panjang.


"Asahi"


"Ya"


"Jangan, tinggalin aku ya"Lily pun menatap Asahi.

__ADS_1


"Iya"


"Janji, Jangan tinggalin aku"tanya Lily kembali.


"Iya, janji. Tunggu kenapa tiba-tiba kamu bilang begitu?"tanya Asahi balik.


"Aku merasa aku akan kehilangan kamu, aku takut. Takut sekali, kamu janji ya, Kamu bakalan temenin aku. Gak boleh Mati,gak boleh tinggalin aku"jawab Lily sambil memainkan tangan kiri Asahi dengan kedua tangannya.


"Kalau aku mati, kamu bakalan sedih gak?"tanya Asahi.


"Enggak boleh"Lily pun langsung terduduk, dan menatap Asahi.


"Kenapa?"


"pokoknya gak boleh mati"


"Alasannya?"


"Pokoknya gak boleh, Aku mau Asahi tetap hidup dan bersamaku terus"jawab Lily sambil matanya berkaca-kaca hampir menanggis.


Mereka saling bertatapan, dan berciuman. Ciuman yang selama ini Asahi nantikan, Mereka saling menikmati ciuman tersebut. Detak jantung Lily serasa berdetak begitu cepat.


Nafas mereka saling bertarung, dan akhirnya Asahi menyudahi ciuman bibir itu dengan senyum bahagia.


"Kamu mencintaiku?"tanya Asahi kembali.


"hem"


"Katakan lagi"ucap Asahi.


"Aku mencintaimu Asahi_"ucap Lily terpotong dan Asahi menciumnya kembali.


Setelah beberapa menit kemudian. Asahi pun melepaskan bibir mungil Lily. Dan menempelkan hidungnya dihidung Lily. Mereka saling mengambil nafas dalam-dalam.

__ADS_1


"Aku juga sangat mencintaimu Lily"ucap Asahi.


"Asahi"


"ya"


"Kamu jangan minta lebih dari ini ya"Lily pun memperingatkan Asahi dengan melototinnya.


"Ha haa haaa"Asahi hanya tertawa terbahak-bahak.


"Memangnya aku mau ngapain?"tanya Asahi.


"Siapa tau kamu mau memakanku?"jawab Lily singkat.


"Dasar otak mesum, siapa juga mau begitu"Asahi pun tersenyum.


"Siapa tau, kamu seperti laki-laki diluar sana. Dikasih hati, minta jantung. Inget ya aku ini masih istrinya Mark, aku belum bercerai dengannya. Dan aku belum nikah samamu, jangan harap aku mau wik wik samamu" Jelas Lily.


"Tenang aja, aku mencintaimu tulus kog, bukan nafsu. Kamu ini terlalu berfikiran buruk terus samaku"ucap Asahi sambil menarik nafas panjang.


"Siapa tau"


"Sudahlah,aku yang nyerah. Aku yang salah. Kita lihat film itu lagi"kata Asahi mengalihkan pembicaraan.


"Asahi"


"hemm"


"Ambilkan aku buah itu,suapin aku"suruh Lily sambil menunjuk kearah meja.


Asahi hanya mampu mengambil, dan menyuapi lily dengan tersenyum, saat ini Lily sedang menikmati film dipangkuan Asahi.


Nyaman, senang. Dan bahagia, adalah kata yang bisa dijelaskan dihati Lily.

__ADS_1


Lily pun tertidur pulas dipangkuan Asahi, dan Asahi sangat bahagia. Akhirnya cintanya tidak bertepuk sebelah tangan.


Asahi pun mengendong Lily menuju kamar, tidur disampingnya dan memeluknya. Dan berkata "Aku akan selalu menjagamu, dan membuatmu bahagia. Walau nyawaku taruhannya"


__ADS_2