suamiku warewolf

suamiku warewolf
29. twenty -nine


__ADS_3

Dalam lamunan lily, tampak Mark berjalan bersama wanita cantik dan bergandengan tangan.


Mungkinkah itu, Evelyn. Wanita yang dicintai Mark. Mereka begitu cocok, pantas saja Mark, mencintainya, Evelyn sempurna, terlihat mereka saling menyayangi.


Lily mengusap air matanya, hatinya menjerit, dunia berjungkir balik 180 derajat. Teringat masa-masa bahagia dengan Mark, kenangan itu masih terasa.


Saat Lily bermanja, bercanda ,tersenyum, bertingkah saat bersama Mark dulu.


Dulu Lily orang yang paling bahagia, tapi kini Lily orang yang paling menderita, bahkan kematiannya pun sudah dijadwalkan.


Jika bisa Curcol, mungkin ingin rasanya mencurahkan, cerita pada Ibu Lily yang berada di Indonesia.


Mungkin, bisa menguatkan hati Lily menghadapi kenyataan Mark mencintai Evelyn.


Hancur-hancur cintaku, sakit-sakit hatiku, saat melihatmu Mark.


Asal kau tau Mark, seumur hidupku. Aku tetap cinta.


Lily berusaha tegar, menghadapi kenyataan. Menanggis tidak akan merubah, apapun keputusan Mark.


Lily pun mencuci muka, lalu berbedak tipis dan berlisptik tipis.


Semangat, aku punya 2 bulan sebelum kematianku. Setidaknya aku melakukan hal terbaik sebelum ajalku tiba.


Kartu Atm Mark, masih padaku. Aku akan membahagiakan orangtuaku dan saudara-saudaraku. Setidaknya aku masih berguna untuk keluargaku.


Lily pun menelpon Ibunya.


tutttt tutttt tuuuttt


"iya Hallo" ucap Ibu lily

__ADS_1


"Ibu, Lily kangen ama ibu. Ibu dan Ayah baik-baik sajakan?"ucap lily


"Ibu baik-baik saja, Ayahmu juga sehat"jawab ibu lily.


"Lily juga sehat disini, Mark dan ayah John juga baik pada Lily"ucap lily berbohong.


"Syukurlah, Ibu selalu berdoa agar kamu bahagia nak" ucap Ibu lily


"Oh ya bu, Aku ingin membantu kakak dari pada mengontrak rumah, Lily akan membeli perumahan buat kakak dan kakak ipar"ucap lily.


"Ya ampun Li, sebaiknya uang itu untuk masa depanmu nak"tolak ibu lily.


"Tenang aja bu, aku sudah banyak uang, Mark kan kaya. Aku tidak akan kekurangan uang"ucap lily


"Ibu sih terserahmu saja, tapi jika memberatkanmu lebih baik tidak usah memikirkan saudaramu, prioritaskan dirimu dulu nak, kalau ayah dan ibu kan sudah tua. Kami hanya ingin melihat anak-anak bahagia itu sudah cukup"ucap Ibu lily


"Ibu, sungguh aku bahagia. Lagian lily sekarang sudah banyak uang. Tidak akan memberatkan lily, biarkan lily membantu"ucap lily


"ya sudah bu, Lily akan mengirim uang tolong ibu belikan rumah untuk kakak dan kakak ipar, oh ya satu lagi berikan santunan untuk anak yatim -piatu"ucap lily.


"iya, oh ya ibu ada pembeli. Nanti lagi ya nak, biar ibu melayani pembeli dulu"ucap Ibu lily.


"iya bu"ucap lily lalu menutup telepon.


Lily pun mengirim uang untuk membeli 3 perumahan yang hampir sama,untuk kedua kakaknya dan satu adiknya. Dan satu ruko untuk ibunya berjualan.


Sisanya untuk santunan Anak yatim-piatu.


Untung ada Mobile banking, gampang untuk mentransfer uang. Berlian ini seperti kalau dijual pasti banyak uang, harus di manfaatkan.


Lily pun mengumpulkan perhiasannya, dan baju-baju mahal yang ada dilemari.

__ADS_1


Aku pasti mendapatkan banyak uang jika menjualnya kembali. Pelayan yang mengantar makanan malam terheran-heran dengan yang dilakukan lily.


"Non mau ngapain?"tanya pelayan


"Mau jual barang-barang ini bi"jawab Lily.


"Apa?? Nyonya mau menjualnya?Lalu nona mau make apa?"tanya pelayan penasaran.


"Tenang aja bi, Aku akan memakai daster saja, lagian aku juga bakal Mati"ucap lily dengan entengnya.


Pelayan pun keluar kamar, lalu berpapasan dengan Mark. Yang baru saja mengantar pulang Evelyn.


"kenapa bibi seperti itu"tanya Mark.


"Itu Tuan Muda, Sikap non Lily Aneh, Non Lily mengeluarkan semua perhiasaannya dan baju-baju bagusnya. Katanya mau dijual"jawab pembantu.


Seketika Mark pun masuk kekamar Lily, melihat Lily yang sedang sibuk merapikan baju dan perhiasaan.


"Apalagi yang kamu lakukan??Hal konyol apa lagi yang kamu buat?"tanya Mark.


"Aku ingin menjualnya semua. Lagian aku sebentar lagi Mati. Jadi untuk apa aku menimbun barang-barang ini, Lebih baik aku jual, ku jadikan uang. Lalu uangnya untuk dinas sosial"jawab lily yang sambil membereskan baju serta perhiasan.


"Kau sudah gila ya?"ucap Mark.


"Tidak, Memangnya orang mati butuh perhiasaan dan baju-baju bagus tidak kan, lebih baik ku jual. Lalu uangnya, ku sumbangkan kepada Orang yang membutuhkan."kelih lily.


"Terserahmu saja"Mark pun pergi dari kamar lily.


Belum sampai di pintu kamar lily pun memangil Mark.


"Mark tunggu, ini Kartu Atmmu. Aku tidak membutuhkan lagi, aku sudah mengambil sedikit sekitar 1,5 juta euro, aku sudah cukup"memberikan Atm pada Mark lalu kembali membereskan baju serta perhiasan.

__ADS_1


__ADS_2