
Point Of View Lily
🌹🌹🌹
Aku bangun pagi lalu mandi dan siap-siap jaga warnet pagi.
"Wah tumben anak emak bangun pagi"ejek ibu Lily.
"Mamak ini dah, semua-semua salah. Kemaren bangun kesiangan marah. Sekarang bangun pagi juga marah, Heran aku."Eluh Lily.
"Mamak nih gak marah, emang mamakkan kalau bicara lantang. Macam tak tau aja. Mamak kau nih"Jelas ibu Lily.
"yelah-yelah, udah masak mak?sarapan apa kita mak?"tanya Lily sambil memeluk ibunya.
"Kau ya, makan paling cepat giliran disuruh-suruh nanti-nanti terus"Geram Ibu Lily.
"Mana ada? Lily kan anak paling rajin. Buktinya ini mau masuk kerja."Bela Lily sambil mengambil nasi dan lauk dan memakannya.
"Jaga warnet mana ada duitnya, kuliahlah kau biar jadi orang. Biar kerja kantoran biar bisa nyenengin hati mamak kau ini. Kalau enggak nikah ama toke kek."ucap Ibu Lily.
"Mamak nih, ngomel-ngomel terus dah. Ini kan juga lagi ngumpulin duit biar kuliah. Tapi Lily pengen buka usaha toko aja mak, gimana?"tanya Lily.
"Hadeh, terserahmulah Butet. Gak mungkin mamak paksa dirimu sekolah kalau otakmu tak sampai. Setidaknya nikahlah ama toke kek"jawab Ibu Lily.
"Mamak, tenang aja. Walau hidup kita itu sederhana, aku sudah bahagia punya mamak paling tercerewet dimuka bumi ini"ucap Lily sambil memeluk Ibunya.
"Kau lihat itu kedua kakak lakimu, abang-abang kau. Cuman tamatan Smp nikah lagi, boro-boro bisa bahagiakan mamak. Bisa ngasih makan bininya dah syukur."Eluh Ibu Lily.
__ADS_1
"Mamak, Lily janji bakalan usaha terus bisa ngebahagiakan Mamak. Doain Lily terus ya mak"Ucap Lily.
"Sepertinya mamak tak ada harapan lagi. Padahal mamak berharap kau jadi orang sukses, adikmu juga. Malah adekmu kecil-kecil mau nikah."ucap Ibu Lily.
"Udah mamak tenang. Lily pasti bakalan berjuang biar jadi pengusaha sukses. Lily pamit kerja dulu ya mak."Lily pun mencium tangan Ibunya.
"Hati-hati, jangan ngebut-ngebut pake kereta"ucap Ibu Lily.
Lily pun menaiki montornya menuju warnet. Lalu membuka warnet dan bersih-bersih.
"Akhirnya, selesai juga bersih-bersih"Lily pun Duduk didepan komputer Billing.
"Kak main ya, 3 jam nih uangnya"ucap Bocah berpakaian bola madrid.
"Aku 5jam ya kak,"ucap Bocah berpakaian bola chealse.
"oke aman, Tumben kalian gak sekolah"ucap Lily
Mereka pun bermain game. Dan Lily pun kembali membuka buku catatan pembukuan, pembelian di showcash serta menambahkan minuman.
Tiba-tiba Mark pun datang kembali kewarnet goldennett.
"Maaf, bisa ngeprint lagi gak"tanya Mark yang berdiri disamping showcash.
"Bisa, berapa lembar bang?"tanya Lily sambil mendongak keatas.
"Pokoknya, satu data didalamnya. Aku tidak tau berapa lembar."jawab Mark.
__ADS_1
"Oh...Ya udah silahkan duduk, mana fhasdisknya?"Lily pun mengulurkan tangannya.
"Ini, datanya Grup Lion."ucap Mark sambil memberikan Flashdisk.
Mark pun duduk dikursi, sedang Lily sibuk mengeprint data.
"Kenalin namaku Mark"ucap Mark sambil menjulurkan tangannya.
"Aku Lily. Senang kenalan dengan anda tuan"ucap Lily sambil bersalaman dan tersenyum dusta.
"Oh ya, kamu sudah punya pacar?kalau kamu belum punya, mau gak nikah samaku."tanya Mark
"Nikah???"
"iya, menikah. Saya siap menikah denganmu."Jelas Mark.
Mampus kamu Ly, jangan mau. Nanti kamu dijadikan tumbal. Dia ma ganteng tapi Srigala. Hidupmu bakalan senang sebentar pahitnya berkepanjangan. Please jangan kemakan bujuk rayu setan.
"Kamu melamun??"tanya Mark.
"tidak melamun saya hanya kaget"jawab Lily.
"Jadi bagaimana? kamu belum punya pacarkan?mau gak menikah denganku?"tanya Mark sekali lagi.
"Aku.....aku..._"ucap Lily gugup.
Oh Tuhan bagaimana ini?haruskah aku berbohong?tapi aku tidak mau hanya jadi pelampiasan saja. Cinta itu tulus, percuma ganteng, kaya tapi dia gak cinta. Aku maunya seseorang laki-laki yang mencintaiku saat aku susah, saat aku sedih.
__ADS_1
"Bagaimana Lily jawaban kamu?"tanya Mark penasaran.
"Aku_..."ucap LiLy.