
Lily pun menoleh dengan ketakutan.
"Asahi"ucap lirih lily.
"Kenapa_"belum sempat banyak bicara, mulut Asahi ditutup oleh tangan lily.
"Usttt ... jangan keras-keras, Ayo pergi dari sini"ucap lirih lalu menarik tangan Asahi pergi menjauh dari tempat itu.
Tiba-tiba Asahi menghentikan langkahnya, dan menarik tangannya otomatis terhuyunlah tubuh lily. Kepelukan Asahi. Mereka pun saling menatap dalam-dalam, bak adegan film romantis India. Yang di iringi lagu romantis.
Beberapa saat mereka menatap dalam-dalam. Terpancar dimata Asahi, bahwa ia sangat mencintai lily. Asahi pun mendekatkan kepalanya berusaha mencium lily. Tapi langsung saja tangan lily menahan bibir lembut Asahi.
Asahi pun tersadar, lalu berusaha meminta maaf.
"Maaf ly, Aku terbawa suasana hatiku"ucap Asahi.
"Iya. Asahi ayo kita pergi dulu dari sini"pinta lily.
"Kenapa? padahal aku ingin membawamu ke tempat pelelangan perhiasan. Aku akan menunjukkan hasil rancangan terbaruku padamu"ucap Asahi.
"Ketempat lelang perhiasan? Enggak, kita gak boleh kesana, aku takut"tolak Lily.
"Tunggu, kenapa?katakan padaku Alasannya?. Kamu takut kenapa adakah yang menyakitimu?Biar ku matikan dia."Geram Asahi.
"Ada Mark dan Evelyn disana, kita pergi saja dari sini. Aku tadi hampir ketahuan Mark saat ke toilet"jelas lily.
"Mark, Mark menyakitimu? Biar aku bunuh dia"ucap Asahi, lalu Asahi berjalan menuju arah lelang. Tapi tubuhnya terhenti oleh pelukan lily dari belakang.
"Asahi, aku benar-benar takut. Bisakah kita pergi dari sini. Kita pergi saja dari sini."kata lily lirih.
"Tapi aku, akan memberi perhitungan dulu dengan Mark"Asahi menatap jahat.
__ADS_1
"Tidak, kita pergi saja. Aku mohon"pinta Lily.
"Tapi aku akan memberi pelajaran dulu pada Mark"ucap Asahi lalu berbalik dan mengusap pipi lily.
"Aku tau, kamu kuat, tapi aku mohon. Kita pergi saja dari sini, lagian Mark taunya aku sudah meninggal"ucap lily.
"Baiklah, kalau itu yang kamu mau"ucap Asahi lalu membelai mesra lily kedalam pelukkannya.
Asahi pun pergi dari tempat itu bersama lily menuju pinggiran kota.
Sesekali Asahi memandang lily yang sedang menenangkan diri.
"Kamu tidak usah takut, Aku akan selalu menjagamu"Asahi pun mengecup tangan lily. Dan salah satu tangannya mengemudi.
Akhirnya Asahi pun menghentikan, mobilnya dipinggiran kota. Sunyi sepi diatas Bukit. Terlihat pemandangan kota dengan germelap lampu.
Asahi pun mendudukkan lily diatas mobilnya. Lalu ia melompat duduk disamping lily, lalu berbaring.
"hembbt, kenapa?"Asahi pun menjawab tapi matanya menutup, menikmati suasana.
"Kamu marah ya? maaf aku telah membuatmu repot, seharusnya aku tidak melibatkanmu"ucap lily.
Seketika Asahi pun, membuka matanya dan terduduk.
"Aku tidak marah, bahkan aku merasa tidak repot sama sekali. Aku suka terlibat dalam hidupmu. Aku sungguh-sungguh mencintaimu lily"ucap Asahi yang duduk dan memeluk Lily.
"Tapi Asahi, aku hanya menyayagimu,tidak mencintaimu." Tolak lily.
"Aku akan menunggu, sampai kamu bisa mencintaiku. Biarkan aku bersamamu dan melindungimu"Asahi pun mengeratkan pelukkannya.
"Kamu akan menunggu?"tanya lily.
__ADS_1
"Ya aku akan menunggumu mencintaiku. Aku yakin kamu pasti akan mencintaiku" ucap Asahi. Lalu mengecup kening lily.
Asahi pun melepaskan jasnya yang dikenakannya, lalu memasangnya ditubuh lily. Agar lily tidak kedinginan.
"Tapi Asahi cuaca sangat dingin, kenapa kamu malah memberiku jasmu. Lalu kamu bagaimana?"tanya lily.
"Tenang saja, aku ini sudah jadi Raja vampir masa kedinginan. Memangnya aku manusia"Asahi pun tersenyum.
"Iya aku lupa, habis kadang aku merasa kamu bukan vampir."lily pun tersenyum malu.
"Sini berbaring denganku, lihat bintang-bintang bersinar dilangit itu. Kata orang, bintang-bintang dilangit itu yang paling bersinar terang adalah orang meninggal yang paling kita sayang" ucap Asahi.
Lily pun berbaring disamping Asahi dan melihat bintang dilangit.
"Asahi, apa kamu rindu dengan keluargamu? sehingga kamu bilang seperti itu?"tanya lily.
"Ya aku merindukan mereka, sangat merindukan mereka. Tapi mereka semua sudah meninggal dan jadi bintang dilangit"jawab Asahi.
"Asahi, tapi kamu kan masih punya aku. Kamu jangan sedih lagi ya. Kalau kamu sedih, aku tidak akan mempertimbangkan cintamu padaku"Ancam lily.
"Iya... Aku tidak sedih, sekarang aku punya semangat hidup, kamulah kelemahanku lily. Apapun akan aku korbankan untukmu. Sekarang aku pun sudah tidak brutal seperti dulu lagi. Biasanya aku tidak pernah takut apapun. Bahkan kematianpun aku tidak takut itulah sebabnya aku selalu menang dalam setiap pertempuran melawan siapapun"Jelas Asahi.
Asahi pun mendekap lily sambil memejamkan matanya. Lily pun mengikutinya.
**perasaan yang begitu aneh. Seakan hadir dihati lily.
Ketika kita sakit hati, Tuhan pasti akan mengirim seseorang yang akan membuat hati kita bahagia.
Percayalah setiap Masalah, pasti ada solusinya. Jangan pernah berputus asa. Andalkan Tuhan.
Dan yakinlah, kamu pasti bisa melewatinya**.
__ADS_1