suamiku warewolf

suamiku warewolf
51. Fifty - One


__ADS_3

Point Of View Lily.


🌹🌹🌹


Hari-hari kujalani kini tepat hari persembahan, rasa takut datang menyapaku. Akankah ini hari kematianku?.


Asahi, jika aku bisa bertanya padamu pasti aku akan bertanya. Pasti menyakitkan tertusuk belati.


Perutku semakin sakit, mungkin anakku juga ketakutan. Maafin ibu ya nak, ibu tidak bisa apa-apa.


Kini aku sudah duduk ditepi ranjang sambil berharap waktu berhenti agar aku tidak jadi ditumbalkan.


Namun itu sia-sia, karna waktu masih terus berputar. Mark pun datang menghampiriku.


"Sudahlah, ayo berangkat"ajaknya lalu menuntunku untuk masuk mobil.


Didalam perjalanan Perutku makin sakit, lebih sakit dari pada tadi siang. Kini sudah malam tapi perutku makin sakit. Sakitnya makin menjadi-jadi.


"Mark, perutku sakit sekali"rintih Lily.


"udahlah gak usah sok drama"ucap Mark yang acuh.


"Beneran Mark, sakit sekali Mark. Aku sungguh tidak tahan lagi"kata Lily meringgis kesakitan.


"Halah kamu gak usah berlagak menyedihkan seperti itu, aku tidak akan iba padamu"ucap Mark.


Mereka pun sampai ketempat Persembahan.


Tanah lapang yang dikelilingi pohon-pohon besar. Terlihat disana sudah berdiri Peramal ditengah tempat eksekusi mati Lily.

__ADS_1


Mark pun menyeret Lily yang kesakitan.


"Mark, beneran sakit banget, aku sudah tidak kuat"ucap Lily memegang perutnya.


"Heleh, kamu itu pura-pura"ucap Mark.


"Sungguh Mark sakit sekali"Lily pun mengusap keringat dinginnya.


"Aku sudah tidak kuat lagi Mark"Lily pun menghentikan langkahnya. Lalu berselonjor dan menopangkan tubuhnya dipohon besar.


"Hey, kamu gak usah pura-pura"ucap Mark.


Lily tidak memperdulikannya, Lily hanya memegang perutnya dan menarik nafas dalam-dalam serta menghembuskannya. Beberapa kali mengulangnya.


"Sungguh Mark aku tidak tahan lagi"rintih Lily.


Beberapa kali Lily menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskannya. Nampak Lily membuka Cdnya.


"Hai apa yang kamu lakukan ?"tanya Mark keheranan.


"Sepertinya aku akan melahirkan Mark"ucap Lily.


Lily pun mengejen.


"Arhgggg..."teriak Lily


"Oek.... oekkkk.....(suara bayi)


"Anak kita Laki-laki Mark"ucap Lily sambil memegang bayi yang merah. Mark pun nampak panik, John pun mendatangi mereka berdua. Lalu menolong memotong tali pusar, serya membungkus bayi itu dengan kain agar tidak kedinginan.

__ADS_1


"Ayah aku mohon, jaga anakku"suara lirih Lily meminta John menjaga anak laki-lakinya.


John pun membawa putra Lily pergi meninggalkan tempat tersebut. Darah mengalir segar dipaha Lily, seperti pendarahan pasca melahirkan.


Mau tidak mau Mark pun harus mengendong Lily yang sudah tidak punya tenaga lagi. Kini Pandangan Lily semakin kabur.


Lemas,lunglai dan hanya mampu menatap Mark. Yang sekarang mengendongnya.


Diletakkanlah tubuh Lily diatas tempat persembahan. Lily hanya mampu menolehkan kepalanya, melihat sekelilingnya dipenuhi saksi, dilihat kembali wajah Mark yang sedang menatapnya.


Peramal itu pun membacakan mantranya, berseru serta mengambil sebuah pedang panjang. Sepertinya pedang yang akan dihujamkan ketubuh Lily.


Terlihat Mark menghampiri peramal itu dan mengambil pedang tajam nan panjang. Dengan kekuatan sisa Lily hanya dapat mengeleng, sedikit demi sedikit pandangannya semakin kabur. Hanya terlihat Mark jalan mendekat kearahnya.


Kesadaran Lily pun menghilang, Matanya pun menutup. Sebelum Mark sampai dihadapan Lily.


Mark pun Bersiap Menghujamkan pedang itu diatas tubuh Lily yang tidak sadarkan diri.


Mark pun Mengangkat pedang itu ditangannya lalu bersiap menghujamkannya.


Tiba-tiba suara teriakan wanita yang dicintai mark terdengar disuaranya.


"Mark!!!!....tolong aku"teriak Evelyn.


Mark pun menghentikan tindakkannya, lalu menoleh kearah sumber suara.


Nampak Evelyn tertodong pistol, dan ketakutan.


"Kau!!!!"

__ADS_1


__ADS_2