suamiku warewolf

suamiku warewolf
35. Thirty - five


__ADS_3

Point Of View Lily


🌹🌹🌹


Ku ungkapkan sesak didadaku, yang selama ini ku tahan. Mungkin ini tidak benar. Tapi sekarang cuman ada Asahi, yang bisa mengerti perasaanku.


Entah perasaan apa ini, tapi dipelukan Asahi, aku jadi tenang. Aku tidak akan kembali ke Mark, pasti aku akan dijadikan tumbal. Aku harus disini bersembunyi sampai anak ini lahir.


Aku yakin Asahi akan menjagaku.


Aku pun mengusap air mataku, dan tersenyum malu pada Asahi.


"Makasih Asahi" Lily menundukkan kepalanya.


Tangan Asahi pun memegang kedua pipi Lily dan mengarahkan kedepan.


"Aku akan membuat hari-harimu bahagia, jangan menangis lagi ya"ucap Asahi.


"Asahi, aku lapar. Bisakah kita makan?"pinta Lily .


"Baiklah tuan puteri, ingin makan apa??tapi sebelum makan. Mandi dulu, bagaimana?. Aku sudah menyiapkan baju hamil cantik untukmu dilemari, buka dan lihatlah"suruh Asahi.


Lily pun berjalan mendekati lemari dan membukanya.


"Hahhh... Semua ini untukku, katamu cuman baju hamil. Tapi kenapa ada perhiasan banyak disini" Eluh lily.


"Bukan perempuan suka dengan perhiasan, Apa aku salah menganalisa?" Asahi pun bersedekap tangan dan berfikir.


"Iya semua wanita suka dengan perhiasan, Tapi aku kan bukan siapa-siapamu. Kan aneh kamu memberikan itu padaku"jawab Lily.


"Kata siapa kamu bukan siapa-siapaku, sekarang kamu adalah orang terpenting buatku. Mengerti"ucap Asahi. Lalu merangkul lily.


"Dasar vampir genit, aku mau mandi dulu. Sana kamu juga mandi bau" ucap lily lalu pergi kekamar mandi dan menguncinya dari dalam.


Memanglah Asahi, suka sekali mengoda. Sebaiknya aku mandi air hangat, lalu bergegas makan.

__ADS_1


Yang terpenting sekarang, aku harus melanjutkan hidup. Lupakan masa lalu, hadapi masa depan.


Mama pasti akan berusaha melindungimu nak, jadi kamu didalam juga harus kuat. Walau Papamu tidak menginginkan kita, kita harus berjuang terus. Lily pun mengusap-usap perutnya.


Baru dua hari disini, tapi aku merasakan kenyamanan. Tinggal dikastil Asahi tidak buruk, tidak seperti Mark, selalu mengatur.


Aku yakin Asahi tidak jahat, buktinya aku tidak diperkosanya.


**Berarti cinta Asahi tulus, tidak cuman nafsu, buktinya dia tidak menodaiku.


coba laki-laki lain pasti sudah habis aku. Tuh dengerin kalean, yang lagi dimabuk Asmara. Cinta Tulus tuh gak perlu dinodai dengan ML.


Kalau pasangan kalean minta ML, sebelum nikah. Itu bukan cinta tapi nafsu. Cinta itu gak perlu bukti begituan**.


Balik ke topik. Aku sudah wangi, saatnya memakai baju hamil, warna merah maron. Ini pas ke ukuranku. Aku keluar dari kamar, didepanku ada pelayan yang sudah agak berumur.


"Paman, melihat Asahi kemana?"tanya lily.


"Tuan Asahi dikamar sebelah nyonya, sedang mandi"jawab pelayan.


Tok tok tok


"Asahi, sudah selesai belum?bolehkah aku masuk?"teriak lily dari luar pintu.


"Masuklah, pintu tidak dikunci. Aku sebentar lagi selesai"ucap Asahi didalam kamar.


Lily pun perlahan membuka pintu kamar, dan melihat Asahi sedang merapikan rambutnya dengan sisir.


"Bagaimana penampilanku?sudah tampankan?"tanya Asahi sambil membalikkan badannya dari arah berlawanan cermin.


Lily pun duduk ditepi ranjang, sambil menatap Asahi dari atas sampai bawah lalu tertawa.


"Sudah tampan,tapi itu"Lily menunjuk kebawah.


Asahi menatap bawah, lalu memandang lily kembali.

__ADS_1


"Kenapa? kamu tertawa karena aku pake sandal jepit ini?"memain-mainkan sandal dikakinya.


"Iya, hambis lucu. Stel baju celana oke, tapi kenapa harus memakai sandal jepit??"tanya lily.


"Aku suka sandal ini, soalnya ini dibuat dinegaramu. Simple tapi aku suka ringan, aku akan memakainya. Aku malas memakai sepatu"jawab Asahi, sambil duduk disamping lily.


"Ya sudah kalau kamu nyaman, aku lapar. Kita makan trus aku temani kamu kerja, gimana biar impas?"ajak lily.


"Memang kamu tau perkerjaanku apa?"tanya Asahi.


"Enggak"


"ya sudah, sebaiknya kita makan dulu. Ayo tuan puteri" Asahi pun mengajak lily makan.


🌹🌹🌹


Setelah makan, Asahi mengajak Lily keluar kastil. Dan menaiki mobilnya.


"Asahi, kita mau kemana?"tanya lily.


"Katamu kamu mau menemaniku kerja, janji harus ditepati"jawab Asahi.


Asahi menghentikan mobilnya disebuah lestoran. Lalu membukakan pintu mobil untuk lily.


"Ini lestoranmu Asahi?"tanya lily.


"iya"


"cuman lestoran saja usahamu, uangmu banyak"celetuk lily heran.


"ya bukan hanya lestoran saja, aku punya Stasiun tv, pusat perbelanjaan dan paling banyak menghasilkan uang. Aku perancang perhiasaan khusus berlian"ucap Asahi.


"Banyak sekali, tapi bukankah pengusaha rentan bangkrut?kalau Mark dia beruntung terus sebab kutukannya itu. Tapi kamu pasti ada kan masa-masa sulit"tanya lily.


"Iya pernah bangkrut, tapi karena sudah berpuluh-puluh tahun aku mempelajari bisnis, sekarang aku tau. Dan terbiasa oleh itu semua, lagian usaha utamaku adalah keahlianku dalam merancang perhiasaan, jadi aku tidak perlu takut bangkrut"ucap Asahi.

__ADS_1


"Pantas saja, kamu tidak keluar disianghari juga tidak apa-apa, kerjaanmu saja merancang perhiasaan"ucap lily.


__ADS_2