System Kaisar Semesta

System Kaisar Semesta
bab 104.bandit.


__ADS_3

"baik kawan kami akan selalu mengingat nasehatmu"


ucap Miao Jun.


"ngomong-ngomong kenapa jalanan ini terlihat sepi, tidak seperti biasanya kawan"


ucap Miao Li.


"benar, biasanya akan banyak kereta kuda yg berlalu lalang, kenapa jadi sepi"


ucap Miao Jun.


long Shan yg menyadari itu langsung memperluas persepsi jiwa nya.


"oh menarik, ini cocok untuk pelatihan mereka ber 2"


batin long Shan.


"ia mendeteksi adanya bandit dengan jumlah sekitar 70 orang yg sedang menghadang beberapa pedangang dan pejalan kaki.


"kurasa para pedangan yg lain sudah mendapatkan kabar itu dari orang yg berhasil lolos, oleh karna itu semua yg akan lewat sini mungkin berhenti untuk melaporkan kejadian ini ke kota terdekat"


ucap long Shan.


"di depan sana ada bandit, anggota mereka cukup banyak, ini pas sekali untuk teman latihan kalian di pertarungan nyata dan bertaruh hidup dan mati"


ucap long Shan kepada Miao bersaudara.


"apa kau serius kawan..?"


ucap Miao Li.


"memang itu kenyataannya, mungkin pedagang atau orang yg berhasil lolos dari hadangan para bandit itu langsung menyebarkan berita ini dan melapor ke kota terdekat, tapi para penjaga ke amanan kota pasti akan membutuhkan waktu untuk Samapi ke sini, jadi kalian bisa berlatih dengan mereka dulu"


ucap long Shan.


"tapi bagaimana jika mereka lebih kuat dari kota kawan..?"


ucap Miao Li.


"apa kau lupa dengan ucapanku kawan, bertarung dengan orang yg lebih kuat adalah latihan yg cukup baik, karna kita akan ada di bawah tekanan dari orang itu, dan dapan memeras potensi terpendam kita, tapi kita juga harus tau batas jika kita yakin tidak bisa mengalahkan orang itu lebih baik kita melarikan diri, melarikan diri bukan berarti kita pengecut tapi itu semua untuk kelangsungan hidup kita agar bisa bertambah kuat, jadi kita harus cerdas, ketika kita sudah bertambah kuat kita bisa membalasnya"


ucap long Shan.


"kalian tenang saja saat ini mereka juga sedang bertarung dengan para pengawal yg di sewa para pedagang itu, sepertinya mereka cukup imbang dari segi kekuatan"


ucap long Shan


"dari mana kau tau kawan, kita belum melihat apapun"


ucap Miao Jun bingung.


"hahahahah aku memiliki tehnik yg dapat memberiku informasi dalam jangkauan tertentu kawan"


ucap long Shan.


"wah itu hebat sekali kawan, andai kami juga memiliki tehnik itu pasti akan sangat membantu"


ucap miao Jun kagum.

__ADS_1


"tenang saja kawan kalian nanti juga akan memilikinya sendiri, jadi saat nanti kalian ada di sekte jangan hanya berkultivasi, jika ada penyuluhan atau pelajaran dari para tetua di sana jangan di lewatkan, karna sedikit pengetahuan yg kita dapatkan akan lebih baik daripada tidak"


ucap long Shan.


"baik kawan"


ucap Miao Li.


"baiklah ayo kita berlari agar lebih cepat sampai dan ikut bertarung di sana"


ucap long Shan.


"baik, ayo"


ucap Miao Jun yg mulai berlari.


setelah beberapa saat, mereka mendengar dentingan pedang yg menandakan ada pertarungan di depan mereka.


"itu adalah suara benturan senjata, kau benar kawan di depan sana ada pertarungan"


ucap Miao Jun.


"hahahahaha ayo kita percepat lagi"


ucap.long Shan.


"baik"


ucap Miao bersaudara.


setelah berlari beberapa saat akhirnya mereka sampai juga.


mereka dapat melihat pertarungan antara kelompok berpakaian hitam dan orang-orang yg sepertinya adalah pengawal bayaran.


ucap long Shan.


"kawan apa kita langsung ikut bertarung..?"


ucap Miao Li.


"mereka memiliki ranah lebih tinggi dari pada kalian, ranah mereka rata-rata guru beladiri tahap awal sampai puncak, ada 2 orang yg ada di ranah prajurit beladiri tahap puncak sedikit lagi menerobos ranah jendral"


ucap long Shan.


"bagaimana ku bisa tau kawan...?"


ucap miao Jun.


"aku memiliki mata sepesial kawan, suatu saat kau pasti juga akan memilikinya setelah berpengalaman, jadi teruslah mencari pengalaman"


ucap long Shan sambil tersenyum.


"kawan kita masih seumuran tapi kau sudah memiliki banyak pengalaman, aku sungguh kecil di bandingkan denganmu"


ucap Miao Li sambil tersenyum masam.


"hahahahha kawan suatu hari kalian pasti bisa sepertiku, teruslah berlatih, belajar, carilah pengalaman, pengetahuan baru, fokus, peras potensi kalian, dan jadilah orang yg cerdas, jangan pernah menyerah dan jangan mau di tindas, jika kita belum mampu mengalahkan mereka dengan kekuatan maka kalahkan dia dengan kecerdasan, jika musuhmu cerdas kau juga harus lebih cerdas"


ucap long Shan sambil tersenyum.

__ADS_1


"kau benar kawan, jadi apa kau memiliki rencana kawan..?"


ucap Miao Jun.


"apa kalian tidak takut, di sana banyak mayat..?"


ucap long Shan.


"kami sudah bertekat kawan, kami bahkan tidak akan menahan diri walaupun ini akan menjadi pembunuhan pertama kami, jika alami takut hanya dengan hal seperti ini Kamis tidak akan bisa melindungi mereka yg lebih lemah dari orang seperti mereka"


ucap Miao Jun.


"hahahaha bagus aku suka dengan itu kawan, aku memiliki rencana kemarilah"


ucap long Shan.


kemudian mereka bertiga berkumpul dan long Shan mulai memberikan rencananya.


"apa kau yakin ini akan berhasil kawan..?"


ucap Miao Jun.


"tentu saja, kita coba dulu kawan, ini Aray peledak yg aku siapkan saat di kota, di sini ada 50 kertas Aray peledak, satu kertas Aray ini mampu melukai seniman beladiri ranah prajurit, jadi aku dan Maio Li akan menarik perhatian mereka, sedangkan kau Miao Li, bergerak cepat mengelilingi sekitar wilayah pertarungan itu, ingat tepelkan di tiap pohon dan jangan sampai kau ke Tawan"


ucap long Shan.


"baik aku mengerti kawan, aku sudah sering berburu hewan buas seharusnya keahlianku cukup baik untuk melakukan tugas ini"


ucap Miao Jun percaya diri.


"baiklah kita mulai"


ucap long Shan.


ia dan Miao li mulai berlari mendekat ke arah pertarungan.


sedangkan Miao Li langsung berlari memuat arah lewat samping ia menuju ke arah pertarungan dan menempel Aray peledak.


"eh paman kenapa kalian saling bertarung..?"


ucap.long Shan polos seperti bocah seusianya.


"semua orang langsung menoleh ke arah long Shan.


"sialan apa yg kau lakukan di sini bocah, cepat pergi, dasar rakyat jelata"


ucap salah satu bandit.


"pergi dari sini nak, kami masih menunggu bantuan dari kota, jangan sia-siakan nyawa kalian"


ucap salah satu pengawal.


"oh begitu ya paman, baik kami akan pergi, kami tidak suka dengan paman baju hitam itu, mereka jelek dan kasar*


ucap long Shan polos.


"bajingan apa kau tidak tau kami ini siapa bocah..?"


ucap salah satu bandit.

__ADS_1


"kawan apa kita mengenal paman jelek itu.."


ucap long Shan kepada Miao Li dengan cukup jelas.


__ADS_2