System Kaisar Semesta

System Kaisar Semesta
bab 148.kota mucen dan klan bian.


__ADS_3

"saudara, terimakasi, jika tidak ada saudara, saku sudah mati, aku Pio berhutang budak kepada saudara"


ucap Pio sambil perlahan-lahan kembali berdiri.


"tidak apa, ke kebetulan aku tadi lewat, saudara Pio apa rumahmu jauh dari hutan ini..?"


ucap long Shan.


"tidak saudara, aku tinggal di kota kecil yg tidak jauh dari hutan ini, ayo saudara, mampirlah ke rumahku, aku berasal dari klan bian"


ucap Pio.


"panggil saja aku Shan saudara Pio, aku juga sedang menuju ke kota itu, aku hanyalah seorang petualang, kebetulan aku ingin membelj perbekalan sebelum melanjutkan perjalananku"


ucap long Shan.


"saudara Shan, mari kita kembali ke tempatku dulu, biarkan aku menyambut saudara Shan dengan layak"


ucap Pio dengan ramah.


"baik saudara Pio"


ucap long Shan tidak menolak.


"Mari saudara, ke arah sini"


ucap Pio menukik arah.


mereka pun mulai berjalan kembali ke kota.


"saudara Pio, sebenarnya sedang apa saudara di dalam hutan ini..?"


ucap long Shan.


"ah..itu saudara Shan, aku mencari herbal untuk menyembuhkan ayahku, herbal ini sangat sulit di cari karna keberadaannya yg hanya tumbuh di tempat khusus"


ucap Pio.


"tunggu saudara Pio, ada yg terlewat"


ucap long Shan yg tiba-tiba berhenti.


"saudara Pio, aku melupakan cincin para sampah tadi, barang-barang mereka bisa kita manfaatkan, atau kita bisa menggunakan barang-barang itu untuk membantu orang di jalan, sangat di sayangkan jika kita tidak mengambilnya"


ucap long Shan sambil menoleh ke arah 5 mayat yg tidak lain adalah mitian dan 5 bawahannya.


"hahahahhaha aku kira apa, ternyata hanya harta mitian, saudara sungguh bijak"


ucap Pio sambil tertawa.


"jangan menyia-nyiakan harta saudara Pio, walaupun tidak seberapa tapi tetap saja masih bisa berguna di kemudian hari"


ucap long Shan sambil tersenyum.


akhirnya mereka melanjutkan perjalanan.


waktu terus berlalu, tak terasa sudah beberapa jam, mereka sudah sampai di pinggiran hutan, dan hari sudah semakin sore.


"saudara Shan, itu adalah kota tempat ku tinggal, kota mucen, di kota ku ada 3 klan besar yg walaupun tidak bisa di anggap klan besar jika berada di kota besar ataupun kekaisaran, berbeda dengan klan yg belakangan ini menjadi perbincangan, yaitu klan long, klan ku dan 2 klan besar lain di kota mucen setara klan menengah di kekaisaran, ke dua klan itu salah satu nya adalah klan to dan klan mi, sebelumnya ke tiga klan ini saling mengimbangi di masa lalu, tapi perlahan klan to semakin bertindak di luar batas dan banyak kegiatan ilegal yg mereka jalankan demi menekan klan ku dan klan mi, itu adalah sedikit informasi umum di kota Bai ku saudara Shan"


ucap Pio.


"oh..jadi kenapa kau sangat mementingkan herbal yg kau dapatkan itu saudara Pio, hingga kau mempertaruhkan nyawamu...?"


ucap long Shan.


"hah....sebenarnya klan ku tidak dalam ke adaan baik-baik saja saudara Shan, ayahku sakit keras, bahkan tabib yg kami undang dari ibu kota tidak mampu menyembuhkan ayahku, dia bilang yg bisa menyembuhkan ayahku paling tidak adalah tabib tingkat 8, sedangkan di kekaisaran Han saat ini hanya ada tabib tingkat 6 dan paling tinggi adalah tabib tingkat 7, itupun dia sudah tua dan dalam keadaan kultivasi tertutup.


tapi dari tabib yg kami undang itu, ada satu herbal yg bisa menyembuhkan ayahku, yaitu herbal daun merah api, daun itu cukup langka dan di pasaran juga cukup sulit mencarinya, dan beberapa hari yg lalu aku mendapat informasi tentang keberadaan herbal itu di hutan ini dari salah satu pedagang herbal, tapi daun merah api itu di jaga ular api tingkat 6, termasuk hewan buas tingkat tinggi di hutan ini.

__ADS_1


hah...aku mempertaruhkan semuanya saat melawan ular api itu, setelah pertarungan hampir 2 hari, aku berhasil mengalahkannya dengan berbagai trik, tapi aku juga mengalami luka dan energiku terkuras habis, saat aku memulihkan kondisiku, mitian dan ke empat bawahannya menemukanku dan menyerangku, aku tidak memiliki pilihan lain selain melawan habis-habisan dan berharap bisa keluar hidup-hidup dan menyelamatkan ayahku agar ayahku dapat menangani para tetua dan beberapa anggota klan ku yg mencoba memberontak, tapi aku terlalu naif, aku tidak bisa lolos dari mereka karna kondisiku dan juga aku masih memerlukan 2 herbal tingkat tinggi lagi yg saat ini sedang di cari oleh pamanku di beberapa kota terdekat beberapa hari yg lalu, seharusnya saat ini dia sudah kembali, tapi entah mendapatkan herbal itu atau tidak aku tidak tau"


ucap Pio menceritakan kondisinya.


long Shan yg mendengar itu cukup tertarik, sangat jarang dia menemui pengorbanan seorang putra kepada ayah nya hingga seperti ini, walaupun dia belum bertemu dengan banyak orang tapi ini adalah pengalaman yg bagus untuknya.


"jadi seperti itu, apa aku boleh melihat ayahmu saudara Pio, kebetulan aku memiliki sedikit keterampilan tabib"


ucap long Shan.


"tentu boleh saudara Shan, aku sangat menghargai kebaikan saudara karna mau menjenguk ayahku, walaupun nanti saudara Shan tidak bisa menyembuhkan ayahku ,itu tidak masalah, bagai manapun tabib tingkat 6 saja tidak bisa menyembuhkannya, tapi aku percaya jika orang itu cocok, walaupun hanya tabib tingkat 3 sekalipun, dia pasti bisa menyembuhkan ayahku, itu yg aku percaya"


ucap Pio dengan nada sangat yakin.


"hahahahahha baiklah saudara Pio, ayo berjalan lebih cepat, kota sudah dekat"


ucap long Shan.


akhirnya mereka berjalan lebih cepat agar secepatnya sampai di kota mucen.


setelah beberapa menit, akhirnya mereka sampai di depan pintu gerbang kota, di atas gerbang kota mucen, dapat di lihat ukiran binatang suci harimau putih yg cukup besar.


Pio dan long Shan dengan muda masuk ke kota tanpa pemeriksaan, karna para penjaga kota tentu tau identitas Pio sebagai tuan muda klan bian.


"di atas pintu gerbang tadi ada ukiran harimau, bukan nya itu adalah ukiran hari mau putih, salah satu binatang suci legendaris, sepertinya kota mucen ini memiliki sejarah panjang ya saudara Pio"


ucap long Shan sambil berjalan ke tengah kota mucen.


"benar saudara Shan, dulu leluhur kota yg bisa di bilang pendiri kota mucen ini, berteman dengan salah satu hewan suci harimau putih, walaupun kota mucen hanya kota kecil, tapi kota ini sudah berdiri sejak jaman kuno, dan tidak berkembang sampai sekarang, tapi semua warga kota mucen tetap berpegang teguh dengan tradisi leluhur kota, setiap warga yg memiliki keturunan cukup banyak, tidak boleh tinggal di kota ini dan di anjurkan untuk pergi ke kota yg lebih besar karna tradisi itu di lakukan agar kota mucen tidak bertambah besar, itulah sebabnya kota mucen tidak berkembang dari segi luas dan jumlah penduduk yg melebihi batas tampung kota"


ucap Pio.


"jadi begitu, lalu apa yg memimpin kota ini adalah keturunan leluhur kota itu saudara Pio...?"


ucap long Shan.


keputusan semua penduduk saat itu tidak salah, setiap ada musuh ataupun kultivator hebat yg mencoba menyerang mereka ,leluhur kota selalu membantai musuh itu, hingga kehebatan leluhur kota di dengar oleh semua ahli pada saat itu.


tantangan demi tantangan di layangkan oleh para ahli saat itu, tapi leluhur kota tidak terkalahkan, akhirnya tidak ada yg berani mengusik desa penampungan para pengungsi itu, lama ke lamaan seiring berjalannya waktu, semakin banyak pengungsi yg datang ke tempat leluhur kota dan bergabung bersama penduduk yg lain, untuk menghidupi semua orang, leluhur kota meratakan hutan di belakang kota sebagai lahan pertanian, saat itu wilayah ini masih lah hutan, seiring banyaknya penduduk, semakin lama hutan itu terus di tebang hingga area ini menjadi sangat luas, sebagian di gunakan untuk lahan pertanian dan perternakan warga, karna saat itu belum ada koin emas hanya ada pertukaran antar barang di kalangan penduduk, penampungan itu semakin berkembang dan menjadi desa besar sebelum menjadi kota, dan leluhur kota menjadi pemimpin desa di atas kepala desa saat itu.


saudara Shan, leluhur kota saat itu tidak hanya diam di kota ini, tapi dia juga membantu berbagai kota di sekitar yg saat itu masih lah sebuah desa kecil dan besar, di tengah peperangan hebat saat itu, leluhur kota berhasil membentuk kelompok dengan anggota yg sangat kuat, kelompok itu di namakan kelompok surgawi, dari pergerakan kelompok itu, berbagai kekuatan yg membuat kekacauan saat itu di tekan, banyak ahli yg jatuh di tiap kelompok, hingga akhir era perang, kelompok surgawi masih bertahan walaupun ada beberapa anggota yg gugur, tapi kelompok surgawi itu berhasil bertahan hingga akhir, saat peperangan usai dan tokoh-tokoh penting tiap kelompok berhasil di bunuh oleh kelompok surgawi, mereka mundur dan memutuskan jalan damai, setelah beberapa tahun dunia kembali setabil dan mulai pulih, akhirnya desa ini semakin besar dan menjadi kota kecil sekarang ini yg di namakan kota mucen, nama ini di ambil dari nama leluhur kota, leluhur kota bernama mucen, setelah dunia damai kembali , leluhur kota dan kelompok surgawi akhirnya naik ke alam yg lebih tinggi di saksikan oleh banyak orang saat itu, untuk menghormati perjuangan leluhur kota dan juga mengenang sejarah berdirinya kota, kota ini di namakan kota mucen dan pintu gerbang di ukir dengan ukiran harimau putih salah satu hewan suci, kejadian itu di tulis di kitab sejarah kuno, saudara Shan dapat membacanya di perpustakaan kekuatan besar, seperti sekte dan juga kekaisaran, tapi sejarah berdirinya kota ini tidak terlalu detail di kitab sejarah itu, kecuali tuan muda membaca di kitab sejarah kota mucen ini, itulah sejarah kota mucen ini saudara Shan"


ucap Pio.


"ternyata kota ini walaupun kecil memiliki sejarah yg luar biasa"


ucap long Shan.


Ding...


(tuan kota ini di lindungi Aray tingkat surgawi, Aray ini akan aktif saat kota terancam hancur dari luar maupun dalam)


dering system terdengar di benak long Shan.


"aku juga merasakannya system, saat aku memasuki kota ini, mungkin hal ini menjadi alasan kenapa kota ini tidak boleh bertambah besar"


ucap long Shan.


"saudara Shan, di sebelah sana adalah wilayah klan bian ku"


ucap Pio sambil menunjuk ke arah pagar tembok yg cukup besar dan luas.


"oh..cukup besar, tak heran klan saudara Pio adalah klan menengah"


ucap long Shan dengan santai tanpa terkejut.


Pio yg melihat hal itu langsung tau, dia berfikir teman nya yg baru dia temui itu pasti sudah sering melihat kediaman yg besar dan mewah di luaran, atau mungkin dia juga berasal dari klan bangsawan, itu yg di fikirkan oleh Pio saat ini.


"sepertinya saudara Shan sudah ering melihat kediaman klan besar maupun kecil ya"

__ADS_1


ucap Pio.


"aku berpetualang saudara Pio, sudah banyak klan besar maupun kecil yg aku lihat"


ucap long Shan dengan santai.


setelah berjalan beberapa menit, akhirnya mereka sampai di pintu gerbang klan bian.


"selamat datang tuan muda, syukurlah tuan muda sudah kembali, Patriak saat ini kondisinya semakin buruk, tadi malam tabib dari ibu kota menyampaikan jika Patriak tidak akan bertahan lama lagi jika herbal yg dia minta tidak segera di dapatkan"


ucap penjaga gerbang dengan kawatir.


bian Pio yg mendengar itu langsung terkejut, dia juga langsung murung.


"apakah paman sudah kembali..?"


ucap Pio.


"tetua pertama sudah kembali tuan muda, tapi kami tidak tau apakah tetua pertama berhasil mendapatkan herbal yg di minta atau tidak"


ucap penjaga itu.


"baik, termikasi, kalian lanjutkan tugas kalian"


ucap pio ramah.


"baik tuan muda"


ucap penjaga itu.


"mari masuk saudara Shan"


ucap Pio.


"baik"


balas long Shan.


setelah berjalan beberapa menit, akhirnya mereka sampai di kediaman bian Pio, sebagai putra Patriak klan, tentu kediamannya ada di pusat wilayah klan.


"selamat datang tuan muda"


sapa penjaga yg berjaga di sekitar kediaman Patriak.


"apa paman sudah kembali..?"


ucap Pio.


"tetua pertama ada di dalam tuan muda bersama tabib"


ucap penjaga itu.


"baik termiakasi, mari saudara Shan"


ucap Pio.


akhirnya mereka masuk.


"salam paman, bagai mana kondisi ayah..?"


ucap Pio kepada pria paruh baya yg sedang bersama pria tua yg terlihat seperti seorang tabib.


"kau sudah kembali, ayahmu kondisinya semakin buruk, dan paman juga hanya mendapatkan satu jenis herbal saja dari 3 jenis yg kita perlukan, herbal-herbal itu cukup sulit di dapatkan"


ucap pria paruh baya itu sambil menghela nafas lelah.


"hah...herbal itu memang sulit di dapat karena, termasuk herbal kelas tinggi dan hanya tumbuh di lokasi dan kondisi tertentu saja, tuan muda dan tetua sudah berusaha, jika bisa pergi ke ibu kota mungkin kita masih dapat menemukannya, tapi saat ini waktu kita tidak cukup"


ucap tabib tua itu dengan nada menyesal.

__ADS_1


__ADS_2