
Di depan kediaman utama klan er, tepat nya di aula pertemuan utama, er jihong masih menunggu para penghianat untuk keluar dari kediaman itu.
setelah beberapa menit para pemberontak itu tidak keluar, er jihong akhir nya memutuskan untuk langsung masuk.
"brak...bom...
Suara barang hancur langsung terdengar, itu adalah pintu ruangan aula pertemuan,.pintu itu di tenang oleh jihong.
"apa kabar semua nya, betapa enak nya hidup kalian selama ini, apa kalian masih ingat dengan Patriak kalian ini...?
Ucap er jihong sambil berjalan masuk.
Para tetua yg tertekan oleh aura er jihong langsung tertegun, mata mereka terbelalak karena terkejut, bukan hanya karena pintu yg hancur tapi juga karena mereka melihat er jihong, Patriak klan er sekaligus kakak dari er pire.
"ka...kau...bagai mana mungkin, kau seharus nya sudah mati karena racun"
Ucap er pire sambil menunjuk ke arah er jihong.
"oh....apa kau pikir aku bisa kau bunuh dengan mudah, er pire, kau sudah keterlaluan, kau mengorbankan banyak anggota klan er yg tidak tau apa-apa, kau mencemari ajaran leluhur, kau tidak pantas hidup dan kalian para sampah, kalian pikir setelah mengikuti penghianat ini dan juga sekte lembah iblis, kalian bisa meningkat dengan cepat dan tidak akan mati, sayang sekali pikiran kalian salah besar"
ucap er jihong.
"sialan, kau sudah mencapai ranah saint, pasti ada yg menolong mu, tapi kau sangat bodoh saat berani datang kembali ke klan, hahhahahahah kau pikir kau bisa menghadapi sesepuh sekte lembah iblis, kau sangat naif jihong hahhahaha"
Ucap er pire.
"oh...apa kau tidak menyadari nya, atau kau memang bodoh, apa kau tidak melihat aku sendirian di sini dan lagi apa kau tidak curiga kenapa para pasukan penjaga klan er tidak kemari dan memberi laporan ke pada mu, apa kau memang bodoh pier....?"
ucap er jihong.
Er pire Langsung terkejut, sebenar nya dia sudah menyadari kejanggalan ini, tapi dia menolak pemikiran nya, para tetua juga memiliki pikiran yg sama dengan er pire.
__ADS_1
"kalian jangan terlalu berfikir keras, aku akan memberi tau kalian, semua orang yg ada di klan er, tau bisa di sebut para pembelot, kami sudah membunuh mereka semua, di sini hanya tinggal kalian dan ahli ranah imortal dari sekte lembah iblis itu saja, oh mungkin dia juga tidak akan datang ke tempat kalian ini, karna saat ini dia pasti sudah tidak bisa berkutik, jangan kan untuk menyelamatkan kalian, untuk menghindari dermawan kami saja dia pasti tidak akan mampu"
Ucap er jihong.
Semua tetua yg ada di ruangan itu terkejut bukan main, dugaan mereka sebelum nya memang benar.
"sialan kau jihong, jika keluargaku tidak selamat, kau akan aku bunuh dengan kejam, Bahakan jiwa mu tidak akan aku lepaskan...!"
Ucap er pire.
"huh...kau hanya berada di ranah half saint, apa kau pikir kekuatan mu itu sepadan untuk bisa mengalahkan ku, apa lagi membunuh ku"
Ucap er jihong dengan sinis.
Brakkk....
bom...
Suara benda hancur kembali terdengar, debu berterbangan, atap ruangan mulai berjatuhan.
"ah..Patriak, maaf kami terlambat, aku tadi masih bermain-main dengan pembunuh putraku itu, aku melemparnya tak ku sangka Jika akan jatuh ke tempat ini"
suara pria dapat di dengar semua orang, perlahan sosok pria paruh baya muncul dari pintu yg sudah hancur.
"tidak masalah tetua, apa kau sudah puas menghajar nya tetua...?"
Ucap er jihong dengan santai.
"hahahhahaha sangat puas Patriak, dia akan menemani dan menjadi pelayan putraku di atas sana, tapi aku tidak menemukan ayah nya, tak ku sangka dia ada di sini"
Ucap pria paruh baya itu yg tidak lain adalah tetua yg sebelum nya meminta hak atas pembunuh anak nya, tatapan nya tertuju ke arah salah satu pria paruh baya yg sedang mematung dengan mata melotot ke arah mayat pemuda yg baru saja jatuh dari atap aula.
__ADS_1
Semua penghianat langsung terbelalak saat melihat pria paruh baya itu, yg tidak lain adalah tetua yg masih setia dengan er jihong, apa lagi sekarang mereka dapat merasakan aura ranah saint yg terpancar dari tubuh nya.
"sialan, kau...jihong, kau benar-benar iblis, pasti kalian menggunakan cara iblis untuk meningkatkan kekuatan kalian, kau iblis karena tega menghabisi anggota klan mu sendiri.....!"
Ucap er pire.
"hahahhahaha iblis menuduh orang lain iblis, apa kau masih waras pire, apa kau bisa melihat energi iblis dari kami, apa kau melihat itu...?
Tega..apa kau bicara tentang perasaan pire, lalu apa kabar dengan mu dan para sampah itu yg dengan tega berkhianat dan membunuh banyak anggota klan er mu, apa kau bisa bicara perasaan dengan ku...!"
Ucap er jihong dengan aura membunuh yg perlahan menjadi kuat, tubuh para tetua semakin tertekan akibat aura membunuh dar er jihong.
"k..kau...hahahhahahha kau pikir setelah aku mati, sekte lembah iblis tidak akan menghabisi kalian, apa kau tau, yg membantu kami adalah sesepuh sekte lembah iblis, apa kau pikir mereka akan melepaskan kalian begitu saja hahhahahah"
Ucap er pire dengan putus asa, dia sudah yakin tidak akan bisa mengalahkan er jihong.
"apa kau yakin mereka akan balas dendam ke pada kami, setelah tau siapa dermawan kami, kau terlalu naif dan sombong pire, karena aku adalah Patriak yg adil, aku tidak akan membunuh kalian tanpa perlawanan, maka kalian bisa maju menghadapi ku dengan kekuatan penuh kalian"
Ucap er jihong dengan dingin, dia perlahan menekan aura membunuh nya agar tidak menindas er pire dan kelompok nya.
"Patriak, jangan bunuh mereka dengan mudah, paling tidak saudara yg lain harus mendapatkan jatah untuk menghajar mereka"
ucap tetua itu.
"tentu saja tetua, mati kita bersenang-senang"
Ucap er jihong dengan santai.
"hahahaha kau terlalu sombong jihong, kau pikir sekte lembah iblis adalah sekte kecil yg bisa di tindas siapa saja, di kekaisaran ini tidak ada yg mereka takuti, bahkan pihak kekaisaran sendiri, apa kau pikir hanya mereka yg memiliki ahli ranah dewa, sekte lembah iblis juga memiliki nya hahhahaha"
Ucap er pire dengan tawa gila nya.
__ADS_1
"cih berapa pun ahli ranah dewa di sekte iblis itu, tetap saja bukan tandingan dermawan kami, hanya ahli ranah dewa berani sombong, di atas langit masih ada langit, kau ingat itu pire"
Ucap er jihong dengan santai.