System Kaisar Semesta

System Kaisar Semesta
bab 211.kegemparan di desa situ.


__ADS_3

Wuss..bum..bum..


Duar....


"hosss..hoss..sialan tehnik ku sama sekali tidak bisa menembus lonceng itu, perbedaan ini sangat mencolok, seperti nya aku hanya bisa menyusul putraku"


ucap tetua yg sudah putus asa setelah tehnik nya dengan mudah di patahkan oleh tehnik milik tetua dari kelompok er jihong.


tempat itu sudah hancur, banyak kawah-kawah kecil akibat serangan dari tehnik 1000 tombak.


"heh kau sudah tidak berdaya ya, jadi mati lah"


ucap tetua itu dan langsung menyerang dengan siluet pedang besar dari tehnik nya.


melihat siluet pedang besar mengarah ke arah nya dengan cepat, tetua itu hanya bisa mengumpat dengan putus asa, dia sudah kehabisan hara pertahanan kali ini.


"sialan"


umpat nya untuk terakhir kali nya sebelum diri Jay hancur menjadi kabut darah.


bum....


ledakan besar langsung terjadi, siluet pedang itu langsung meledak begitu selesai mengenai tetua itu dan mengubah nya menjadi kabut darah.


"cih...ku rasa aku akan bertarung sengit, putraku aku sudah membalaskan dendam mu jadi kau bisa tenang di alam sana"


ucap tetua itu sambil menghentikan tehnik nya.


"sialan, habis sudah kita tidak akan bisa bertahan kali ini"


ucap tetua pemberontak dengan putus asa.


"kalian cepat habisi para penghianat yg tersisa itu, kita masih harus membantu Patriak"


ucap tetua itu dengan lantang.


"habisi mereka"


ucap salah satu tetua yg langsung melesat ke arah salah satu tetua pemberontak.


Wus..


Trang..


Duar...


wus..


Dar...


Aarrgghhh......


Slaass..


Buk..


Aarrkk...


Hanya dalam beberapa menit, semua pemberontak yg tersisa telah berhasil di habisi.


sedangkan er jihong masih bertarung dengan er pire.


wuss....duak..


Buk..


Slas...


Bum..


Wus...


Srrakk...


"sialan di masih saja kuat"


ucap er jihong, melawan ahli dia ranah di atas ranah nya memang cukup sulit apa lagi kekuatan tubuhnya dan kemampuan regenerasi nya.

__ADS_1


"wus.


Wus..


Wus..


"Patriak, kami akan membantu"


ucap salah satu tetua yg baru saja datang bersama tetua lain nya.


"apa mereka sudah kalian habisi...?"


ucap er jihong


"semua sudah beres Patriak, tinggal monster iblis ini saja"


ucap salah satu tetua sambil menunjuk ke arah er pire.


"baik mari kita serang bersama-sama, seperti nya dia hanya bisa mati jika kita menghancurkan tubuh nya, dengan begitu dia tidak akan bisa meregenerasi nya lagi, adapun jika dia masih bisa beregenerasi, kita masih bisa membakar nya menjadi abu sebelum dia pulih"


ucap er jihong.


"baik patriak, kita gunakan serangan gabungan agar lebih cepat, kita gunakan tehnik andalan yg kita miliki"


ucap salah satu tetua dengan serius.


"baik mari mulai, aku akan menahan dan mengalikan nya, kalian siapkan tehnik kalian setelah semua siap beri kode kepadaku"


ucap er jihong.


"baik patriak, serahkan saja pada kami"


ucap salah satu tetua dengan keyakinan penuh.


Wus...


Er jihong kembali melesat ke arah er pire dan pertempuran kembali terjadi.


Bum..duar...


Trang...


Trang...


Merasa di permainkan, er pire menjadi semakin marah, dia semakin tidak terkendali, dan dengan sangat gencar menyerang er jihong.


dengan sigap er jihong selalu menangkis dan menghindar, diri nya tau jika sangat mercuma melukai er pire saat ini karena kemampuan regenerasi nya, dia memilih menahan dan menghindari dari tiap serangan, selain dapat menghemat energi nya itu juga bisa mengulur waktu untuk para tetua menyiapkan serangan nya.


di luar wilayah klan er, para warga desa sudah berkumpul, mereka bisa melihat asap tebal di dalam klan er dan suara pertempuran intens yg sedang terjadi, tapi karena ada nya generasi muda dari kelompok er Lang, para warga desa tidak ada yg berani melihat ke dalam.


Bahkan kepala desa tidak di ijinkan masuk, para generasi muda kelompok er Lang memancarkan aura ranah kultivasi mereka sebagai peringatan kepada semua orang yg ingin ikut campur dengan hal itu, tidak ada yg berani mendekat, mereka hanya berani melihat dari luar tembok klan er saja, itu pun jarak mereka masih cukup jauh beberapa puluh meter.


di dalam klan, er jihong masih dengan sengit bertarung dengan er pire.


"Patrik kami sudah siap, cepat menghindar"


ucap salah satu tetua memberi tanda.


dengan cepat er jihong melesat menjauh dari er pire.


"sekarang serang...!"


teriak salah satu tetua dengan lantang.


berbagai tehnik dengan cepat di lancarkan oleh para tetua itu.


Wuss...


wuss..


Wus...


Bumm...


Duaaarr...


Duar....

__ADS_1


Bummmm


ledakan terus terjadi saat tehnik para tetua berbenturan dengan er pire.


Gooaaarr....


Aaarr....


raungan er pire yg sudah menjadi iblis bergema di seluruh wilayah sekte, bahkan para warga desa yg berada di luar dinding pembatas dapat mendengar raungan itu.


"apa itu, itu seperti raungan monster yg sangat ganas"


ucap salah satu warga desa.


"apa di dalam klan er ada monster..?"


ucap warga lain nya.


Semua warga langsung saling berbicara dengan satu sama lain.


Kembali ke pertempuran.


"apa berhasil....?"


ucap salah satu tetua.


"Entah lah, debu nya terlalu tebal"


ucap tetua lain nya.


"aku masih merasakan energi nya, seperti nya dia belum mati"


sahut tetua lain.


er jihong menyipitkan mata nya untuk melihat di kedalaman debu yg menutup er pire.


"tehnik ledakan api, matahari surga"


ucap er jihong mengeluarkan tehnik andalan nya.


api yg sangat besar langsung berkobar di depan er jihong, setelah cukup besar api itu langsung melesat ke arah sekumpulan debu di mana er pire berada.


Suhu di tempat itu langsung meningkat.


Wuss...


"ini bukan kekuatan penuh ku, tapi setidak nya ini bisa menghancurkan nya"


ucap er jihong.


Wusss..


Bola api besar itu dengan cepat melesat dan tak lama ledakan yg cukup besar terjadi, ledakan itu membuat hempasan angin yg sangat kuat hingga puing-puing bangunan di wilayah itu terhempas.


"berlindung"


ucap salah satu tetua dengan cepat melindungi tubuh nya menggunakan energi qi nya.


ledakan besar itu membumbung tinggi hingga dapat di lihat dari luar desa.


"sialan apa lagi ini, kenapa dampak ledakan itu sangat besar"


ucap salah satu warga desa sambil berlindung di balik bangunan di belakang nya.


"ini dampak pertempuran besar di dalam, apa ada pertempuran antar ahli tingkat tinggi di dalam sana"


ucap salah satu pengunjung di desa situ, dia adalah seorang kultivator ranah kaisar.


"tak ku sangka di desa seperti ini ada ahli sekuat ini"


ucap teman nya.


"desa ini termasuk desa besar, ada klan tingkat menengah di sini, pasti ada seorang ahli di dalam nya tapi tidak ku sangka jika ahli itu sangat kuat seperti ini"


ucap kultivator itu.


"sebaik nya kita jangan macam-macam di desa ini, jika tidak nasib kita akan sial"

__ADS_1


ucap teman nya.


__ADS_2