
long shan saat ini berjalan menuju lokasi yg di sebutkan ayahnya, saat melewati halaman pelatihan klan ia di hadang oleh para sepupunya.
"hehehehe lihat lah sepupu sampah kita ini.
hei long shan mau kemana kau, apa kau tidak mau berlatih bersama kami lagi..?"
ucap long cai dengan nada angkuh.
"hahahaha dari berita yg aku dengar sepupu kita ini menghajar wei han tuan muda klan wei, tapi di lihat dari segi manapun tetap lah sama tidak bisa berkultivasi hahaha"
ucap long min.
"hahaha mungkin sepupu kita ini hanya beruntung saja saudara"
kata long han dengan angkuh.
para sepupu long shan sendiri masih di ranah pemula *8 denan usia 12 tahun sama dengan long shan.
long shan yg mendengar ejekan dari para sepupunya hanya tersenyum dengan sedikit pengetahuan yg ia dapatkan dari warisan kaisar semesta dia sudah bisa berfikir seperti seorang yg sudah berumur jutaan tahun dan tidak sama seperti bocah seusianya.
walaupun hanya sedikit pengetahuan dari kaisar semesta, tapi pengetahuan itu sudah seperti pengalaman selama jutaan tahun.
long shan hanya menganggap ocehan sepupunya itu seperti anak kecil yg sedang meminta permen.
"ketahuilah di dunia ini tidak semuanya hanya bisa di nilai dari sampulnya saja saudaraku"
ucap long shan sambil tersenyum.
"hei sampah, tau apa kau tentang dunia ini, apa hanya karna kau pernah berlatih di hutan larangan kau merasa lebih tau dari kami"
ucap long min dengan nada kesal karna merasa ia di nasehati oleh sampah yg tidak bisa berkuktivasi.
"benar kata saudara min, kau itu masih seumuran dengan kami, dan kau tidak bisa berkultivasi. apa karna kau sudah berlatih di hutan dan membaca banyak buku sehingga kau merasa lebih berpengetahuan dari kami"
sahut long cai.
"saudara umur tidak menjamin akan pengetahuan orang lain, dan buku adalah sumber pengetahuan yg di tulis dari sekian banyak sejarah kejadian dan bahkan pengalaman hidup para leluhur kita dan ketahuilah di luaran sana masih banyak anak yg seusia dengan kita tapi sudah lebih kuat dan lebih berpengetahuan dari kita, jadi jangan karna umur dan keterbatasan orang lain kalian memandang orang itu lebih rendah dari kalian"
ucap long shan bijak sambil tersenyum.
sementara anak-anak lain yg melihat perdebatan itu mulai mengerumuninya, dan tidak jauh dari sana di atas atap bangunan ada orang tua yg melihat dan mendengar apa yg di ucapkan oleh long shan.
"hehehehhe sepertinya salah satu cucuku ada yg menarik"
ucapnya sambil tersenyum.
ya dia adalah patrik sebelumya dan kakek long shan, long tie.
"tapi untuk ke 3 bocah itu sepertinya perlu di berikan pengetahuan dan sedikit pelajaran tata krama, mungkin dari orang tua mereka dulu, yaaa mungkin aku perlu mendidik orang tua ke 3 anak itu"
ucap long tie.
kembali ke long shan.
"hahahahhahaha hei sepupu sampah, jangan mengira kau lebih berpengetahuan dari kami, semua orang di klan ini tau kalau kau hanya lah sampah, dan sebagai saudara yg baik kami ingin mengajakmu berlatih agar bisa menjadi kuat"
ucap long han dengan menyeringgai kejam, dia sudah tidak sabar untuk memukuli sepupunya itu.
"hemm karna para saudaraku ingin berlatih maka aku sebagai saudara yg baik tentu akan menemani kalian, jadi para saudaraku sekalian kalian ingin berlatih menggunakan apa"
ucap long shan yg ingin memberi sedikit pelajaran kepada sepupunya itu.
dan dia juga tau sang kakek melihat kejadian ini, walaupun ia sudah ber tahun tahun tidak bertemu dengan kakeknya, sebagai cucu dia masih mengenali aura sang kakek walaupun sudah di sembunyikan sekalipun.
"hehehe saudara memang baik, bagaimana kalau kita berlatih dengan mengunakan pedang"
ucap long min dengan nada sombong.
"baiklah karna ini berlatih bersama bagaimana kalau ke 3 saudaraku maju bersama untuk menyerangku"
ucap long shan sambil tersenyum.
"hahahaha nanti kami di kira menindas yg lemah saudaraku, biar aku saja yg pertama maju berlatih denganmu"
ucap long han dengan menyeringai.
"oh baiklah saudara silakan keluarkan pedangmu"
__ADS_1
ucap long shan santai sambil menaruh satu tangannya di belakang punggungnya.
"hehehe baiklah kalau itu maumu saudaraku"
ucap long han sambil mengambil pedang nya dari cicin ruang, setelah mengeluarkan pedang tier 1 kualitas rendah miliknya ia langsung mengambil posisi menyerang.
"oh kau sudah siap saudaraku, sebentar biar aku mencari pedang yg cocok untuk berlatih denganmu"
ucap long shan sambil tersenyum. dan mengambil ranting pohon seukuran ibu jari yg ada di sekitar lapangan pelatihan.
"nah baik lah saudaraku majulah mungkin ranting pohon ini sudah cukup untuk melawanmu"
ucap long shan sambil tersenyum.
"apa kau sedang meremekanku sampah..!
ambillah pedangmu dan mari berlatih kalau kau mengunakan ranting pohon untuk melawanku hanya satu langkah rantingmu itu akan terpotong "
ucap long han gram karna merasa di
remehkan.
"oh begitu kah, kalau begitu buktikan kalau saudara memang mampu memotong rantingku ini"
ucap long shan menantang.
"baiklah jagan pernah menyesali keputusanmu sampah..!"
triak long han dan mulai maju menyerang.
"hhiiiyyaa..
long han mulai mengayukkan penangnya kearah bahu long shan, tapi dwngan mudahnya long shan menepisnya dengan ranting pohon.
" triingg..
tringg..
ting
"bagai mana mingkin kau menepis pedangku hanya dengan sebuah ranting....?"
"saudaraku jangan pernah meremehkan senjata lawanmu, karan dengan meremehkan senjata lawanmu kau bisa menggali kuburanmu sendiri"
ucap long shan sambil tersenyum.
"kurang ajar kau hanya beruntung sampah...!"
hiyaa...
tring
tring tring...
benturan pedang dan ranting kayu menimbulkan suara dan percikan api seperti benturan besi dengan besi.
dengan santainya long shan menepis semua serangan long han dengan satai sambil melipat satu tangannya di belakang punggungnya.
dan tiba tiba terdengar suara
"bukk..buukk buukk..
arrrggghhh..argghhh.
" kurang ajar kenapa kau memukul kepalaku sampah..!"
triak long han kesakitan.
"saudaraku kau saja boleh menebasku tapi kenapa aku tidak boleh memukulmu, dan ini hanya pukulan mengunakan ranting belum menggunakan pedang jika aku mengunakan pedang apakah kau sekarang masih bisa hidup saudaraku"
ucap long shan dengan santai dan tersenyum.
"persetan kau sampah, aku akan menghajarmu.."!!
" jurus tebasan ganda, hiiyaat..!"
triak long han sambil mengeluarkan jurusnya.
__ADS_1
tringg triin bukk..
arrgghhhhh..
bukkkk
argghhh
"gerakanmu masih terlalu banyak celah saudaraku, mengecewakan sekali"
ucap long shan santai.
"hiiyaatt..
syara long han mulai menyerang lagi.
tringgg
tringg ..
bukk
bukk
arrgghhh..!
" gerakan pedangmu masih sangat lambat dan cara memegang pedangmu juga salah"
ucap long shan mengomentari gerakan long han.
bukk
buk
argghh..
arggghh.
setiap long shan menangkis pedang, long han pasti terkena pukulan ranting long shan, lalu long shan akan mengomentari kesalahan dari gerakan long han.
semua orang yg melihat itu mengigil ngeri, long han yg merupakan anak terkuat seusia dengan mereka di pukuli dengan ranting pohon seperti anak kecil.
ke 2 saudaranya juga ngeri melihat ini.
"aku menyerah, aku menyerah...
huh huh huh"
ucap long han dengan tubuh babak belur dan rambut acak acakan itupun belum bisa mendaratkan satu goresan pun ke tubuh long shan.
"ohh baiklah saudaraku kalau kau menyerah, sebenarnya aku masih ingin melanjutkannya lagi bahkan ranting pohonku ini belum kau potong"
ucap long shan dengan tersenyum.
"tidak tidak aku tidak mau melanjutkannya lagi.."
ucap long han menolak dengan nada tergesa gesa.
bagai mana mau melanjutkannya bahkan dengan melapisi pedangnya dengan
seluruh qi nya saja belum mampu memotong ranting itu.
"kenapa kau menjadi sangat kuat, padahal kau tidak memiliki kuktivasi..?"
tanya long han.
"jangan melihat orang dari penampilan luarnya saudara, bisa jadi orang yg kau lihat tidak memiliki aura kuktivasi jauh ribuan kali lipat lebih kuat darimu, di luaran sana masih ada anak yg lebih kuat darimu, kita ibaratkan seperti debu di alam semesta ini, masih ada langit di atas langit jangan lah kau sombong karna kau lebih kuat, jangan pernah meremehkan orang lemah karna yg terlihat lemah belum tentu lemah dan yg terlihat benar belum tentu benar dan salah belum tentu salah, dunia ini kejam tapi kita harus bisa memposisikan diri kita sendiri jangan hanya karna kesombongan kau akan hancur"
ucap long shan sambil tersenyum dan melipat tangannya di belakang tubuhnya.
setelah mendengar ucapan long shan tempat itu menjadi sunyi, banyak yg merenungi ucapan long shan.
long shan trlihat seperti seseorang yg talah melewati banyak sekali pengalaman hidup.
long tie yg masih melihat dari atas atap tertegun mendengar kata kata long shan..
"kau memang bijak cucuku, di generasimu aku rasa kaulah yg paling bijak.."
__ADS_1
ucap long tie sambil tersenyum sebelum menghilang dari tempatnya.
"baiklah aku masih ada urusan, aku pergi dulu ucap long shan melewati semua orang yg masih diam mencerna kata kata long shan.