
setelah long Shan keluar dari gedung serikat perdagangan ia langsung kembali ke restoran, ia berniat masuk ke dunia jiwa dan menanam tunas pohon pengetahuan.
"hah sangat merepotkan, sepertinya sekte gagak hitam itu perlu di beri pelajaran atau sedikit peringatan"
ucap long Shan yg mulai kesal dengan kelakuan anggota sekte gagak hitam itu.
"system' apa tunas pohon itu dapat di tanam di dunia jiwaku..?"
tanya long Shan.
Ding..
(tentu bisa tuan, pada dasarnya pohon pengetahuan hanya bisa hidup di tempat yg memiliki kepadatan dan kemurnian energi tertentu saja, jika energi kurang maka pohon itu akan mati dan membentuk biji, dan biji itu akan menunggu sampai ia mendapatkan tempat yg memiliki energi yg cukup untuknya tumbuh)
ucap system'.
"hehehehe kalau begitu aku akan menanamnya di dunia jiwaku dengan waktu yg aku percepat maka pohon itu akan cepat tumbuh dan berbuah, tapi sebelum itu system bagaimana menetaskan telur kura-kura hitam ini..?"
ucap long Shan.
Ding..
(tuan hanya perlu menempatkannya di tempat yg kaya akan energi, di dunia jiwa tuan terdapat sungai yg memiliki campuran air surgawi dan ilahi di sana adalah tempat yg sangat cocok untuk menetaskan telur binatang suci)
jawab system.
"oh baguslah kalau begitu, nanti aku akan menempatkan tunas pohon dan telur ini tak jauh dari sungai itu"
ucap long Shan yg langsung masuk ke dunia jiwanya.
setelah masuk dia langsung menuju istana, di dunia jiwanya kebetulan sedang malam hari, dia msuk ke istana dan mengecek adik-adiknya, ternyata mereka sudah tidur pulas.
"hah mungkin mereka kelelahan berlatih hingga tidurnya sangat pulas, dan karna di sini sedang malam hari aku juga akan istirahat saja"
ucap long Shan sambil berjalan menuju kamar utama.
di kekaisaran sendiri sekarang sedang melakukan pertemuan di aula utama.
"jendral hong apa informasi ini benar dan bagaimana ke adaan sekarang..?"
ucap Han dong menanyakan informasi yg di bawa jendral besarnya.
"benar yang mulia, jendral perbatasanku yg menyelidikinya langsung, ada lima desa di daerah perbatasan, dan di desa itu tidak ada kultivator yg kuat sedangkan desa-desa itu adalah pemasok hasil pertanian, desa itu cukup maksmur karna hasil taninya tapi dalam waktu 2 hari ini ke 5 desa itu kacau karna banyak warga desa itu yg hilang di culik oleh anggota berjubah hitam, anggota itu cukup banyak, dari informasi yg saya dapatkan tiap kelompok anggota jubah hitam itu berjumlah 60 orang"
lapor sang jendral hong.
__ADS_1
"apa jendral tau apa motif penculikan ini dan informasi tentang anggota jubah hitam itu..?"
tanya Han dong.
"jawab yang mulia, untuk sekarang jendralku dan 300 prajuritnya sedang mencari informasi tentang klompok jubah hitam itu"
ucap jendral hong.
"oh baiklah segera tangani kasus ini, mereka adalah para petani yg berperan penting untuk bahan makanan kekaisaran kita sekaligus rakyat kita walaupun mereka banyak manusia biasa tapi kita sebagai pemimpin harus menjaga mereka, jadi kita wajib memberi perlindungan penuh akan keselamatan mereka, para menteri sebarkan titahku untuk wali kota tiap kota untuk memberi perlindungan penuh kepada desa-kecil yg berdekatan dengan wilayah kota mereka sampai prajurit kekaisaran datang ke desa itu dan jendral hong atur prajuritmu untuk menjaga tiap desa yg rawan penculikan ini, aku ingin kalian bertindak lebih cepat"
titah Han dong sebagai kaisar.
"sesuai titah yang mulia kami akan melakukan sebaik mungkin"
ucap semua orang yg ada di aula istana.
"pangeran Han liang memasuki aula..!
triak prajurit yg berjaga di depan pintu aula.
"salam kepada ayah kaisar, dan paman Hong sekaligus para menteri sekalian"
ucap Han liang memberi hormat dengan ramah kepada para petinggi kekaisaran.
Han liang adalah anak pertama dari kaisar sekarang yg tak lain adalah Han dong, dia terkenal ramah tanpa memandang setatus dia juga termasuk jenius kekaisaran, cerdas dalam segi sastra ataupun pengetahuan.
balas semua orang di aula dengan ramah kecuali Han dong sebagai kaisar.
"putraku ada apa kau menemui ayah, apa ada brita yg mendesak sehingga kau menemui ayah saat ada pertemuan..?"
ucap Han dong heran dengan sang putra.
"maaf ayah karna liang'er meganggu pertemuan ayah, tadi ada pesan dari bibi Han shiqi jika adik long Shan dalam perjalanan kemari, karna adik jarang berkunjung ke istana bibi mengirim pesan untuk memberi tau prajurit yg berjaga, karna dengan penampilan adik yg seperti orang biasa dan tanpa pengawalan Bibi takut jika adik tidak di inginkan masuk oleh penjaga"
ucap Han liang.
"hohohoho lang'er kau kan bisa menyampaikan itu kepada ayah saat ayah ada di kediaman kenapa samapi-sampai kau memberi tau ayah di aula"
ucap Han dong heran.
"hah ayah, apa aku bisa melawan printah ibu, ayah tau sendiri ibu sudah lama tidak bertemu dengan bibi apa lagi sekarang anak bibi sedang dalam perjalanan berkunjung kemari"
ucap Han liang sambil tersenyum kecut.
"hahahahahahahaha ayah paham, para menteri dan jendral sekalian, apa kalian dengar ucapan putraku tadi, aku harap jendral dan para menteri membantuku untuk memberi arahan kepada para prajurit penjaga jika kalian melewatinya nanti"
__ADS_1
ucap Han dong ramah.
"baik yang mulia kami akan memberi tau para prajurit penjaga jika kami melewatinya nanti"
ucap semua orang dalam aula.
"baiklah pertemuan hari ini aku rasa telah selesai, kerjakan tugas kalian sesuai keputusan tadi, sekarang kalian boleh kembali ke kediaman masing-masing"
ucap Han dong.
"baik yang mulia kami permisi untuk kembali"
ucap mereka serempak sambil memberi hormat sebelum berjalan keluar aula.
setelah semua orang pergi di aula tinggal Han liang dan Han dong.
"liang'er bukannya adik sepupumu itu membawa lencana keluarga dengan menunjukan lencana itu ia bisa bebas keluar masuk istana saat berkunjung, kenapa bibimu memberi pesan itu...?"
ucap Han dong dengan heran.
"bibi bilang adik long tidak suka mencolok ayah, dan suka lupa dengan identitas dan setatusnya, agar tidak ada hal yg tidak di inginkan makannya bibi mengirim pesan"
jawab Han liang.
"hah ayah juga mendengar pesan dari bibimu yg di titipkan kepada jendral bawahan pamanmu Hong"
ucap Han dong.
"ayah dari berita yg aku dengatkr katanya kakek sudah keluar dari pengasingan dan sekarang sedang berada di klan long, kenapa kakek tidak menemuiku dulu, dia berhutang satu jurus kepadaku dulu, aku masih ingat hutang itu walaupun sudah bertahun-tahun"
ucap Han liang sambil menggerutu.
Han dong yg mendengar keluhan putranya itu hanya bisa tersenyum masam.
"hei liang'er kakekmu keluar karna kejadian yg sedang terjadi 2 bulan yg lalu, dia kawatir akan keselamatan bibi serta adik sepupumu itu, makannya ia langsung bergegas kesana"
ucap Han dong.
"oh begitu, hehehehehehe saat kakek kembali aku akan menagihnya"
ucap Han liang sambil tertawa penuh rencana kepada kakeknya itu.
Han dong yg melihat tawa putranya itu hanya bisa menggelengkan kepala saja, sejak kecil ia dekat dengan kakeknya wajar jika dia sedikit makal kepada kakeknya.
"hah terserah kau saja, sebaiknya kita pulang sepertinya ibu dan adikmu telah menunggu kita untuk makan malam"
__ADS_1
ajak Han dong sambil berjalan keluar ruangan aula dan di ikuti oleh sang putra.