
long shan terbang dengan cepat sambil mengawasi tiap desa yg ia lewati, ada beberapa desa yg sudah terbakar habis dan ada beberapa desa yg sudah mendapat penjagaan dari kota-kota yg dekat dari desa itu.
"Hem sepertinya paman bertindak cukup cepat dengan memberi perintah kepada tuan kota terlebih dahulu"
ucap long Shan yg terus terbang cepat.
"hoi system' kenapa tiap aku membunuh kultivator yg berada di ranah yg sama tapi tingkat berbeda, aku mendapatkan jumlah poin yg sama..?"
ucap long Shan.
Ding..
(itu karna ranah mereka masih sangat lemah untuk menghadapai tuan, semakin tinggi ranah tuan maka membunuh seseorang kultivator yg jauh lebih dan lebih lemah dari tuan maka tuan tidak akan mendapatkan poin system' sama sekali )
jelas system'.
"jadi jika aku membunuh orang dengan ranah murid beladiri atau senior bela diri aku tidak mendapat poin apapun, begitu system'..?"
ucap long Shan.
Ding..
( benar tuan, itu karna kesenjangan ranah yg terlampau jauh )
ucap system'.
"hah benar-benar semut"
ucap long Shan.
waktu terus berlalu dengan kecepatan long Shan, ia dapat sampai di ibu kota kekaisaran pada sore hari jika di tempuh dengan berjalan atau berkuda akan membutuhkan waktu 2 sampai 3 hari dari kota Heinan, walaupun jika long Shan terbang dengan kecepatan penuhnya hanya membutuhkan kurang dari 2 jam tanpa mengunakan konsep ruang, tapi long Shan memilih terbang santai tapi tidak terlalu santai.
setelah long Shan turun tak jauh dari kota kekaisaran ia lanjutkan berjalan kaki ke arah kota karna ia tak ingin memancing kehebohan.
setelah berjalan beberapa saat long Shan tiba di antrian orang yg ingin masuk ke ibu kota, antrian ini cukup panjang.
setelah mengantri selama 30 menit akhirnya giliran long Shan yg di periksa.
"tanda pengenalnya anak muda"
ucap penjaga dengan nada tegas.
"Hem ini senior"
ucap long Shan sambil menyerahkan token klan long.
penjaga yg melihat ini langsung bersikap hormat kepada long Shan.
"maafkan saya pangeran, saya tidak dapat mengenali pangeran dan mengganggu perjalanan pangeran"
ucap penjaga itu yg ingin langsung berlutut tapi di tahan oleh aura dari long Shan.
"senior aku tidak ingin mencolok, dan aku juga tidak suka ada orang yg berlutut di hadapanku kecuali musuhku, jadi perlakukan aku seperti biasanya saja jangan berlebihan"
ucap long Shan santai tapi tegas.
"ba..baik pangeran, kalau begitu biar pangeran saya antar langsung ke istana"
ucap penjaga itu.
"tidak perlu senior, aku lebih suka berjalan sendiri sambil menikmati suasana ibu kota lebih baik senior lanjutka tugas senior saja"
ucap long Shan menolak.
"baiklah kalau begitu pangeran, ini token pangeran silakan pangeran melanjutkan jalan-jalan pangeran"
ucap perajutit itu dengan hormat.
__ADS_1
semua orang yg mengantri melihat ini menjadi bertanya-tanya siapa anak muda dengan pakaian sederhana itu sehingga para prajuri begitu hormat kepadanya.
"hei siap anak muda itu, sehingga penjaga itu sangat hormat kepa pemuda itu..?"
tanya seseorang yg sedang mengantri kepada orang yg mengantri di depannya.
"dari yg aku dengar tadi penjaga itu menyebut pangeran kepada anak muda tadi"
jawab orang tersebut.
"jadi anak muda tadi adalah seorang pangeran, tapi kenapa ia keluar tanpa pengawalan bahkan pakaiannya seperti rakyat biasa"
"entahlah mungkin pangeran itu tidak ingin mencolok"
di sisi long Shan, ia sekarang sedang berjalan di keramaian kota kekaisaran.
"kapan aku terakhir kali ke sini, aku rasa itu sudah sangat lama waktu aku masih kecil seumuran Meimei mungkin"
ucap long Shan sambil mengingat kunjungannya ke ibu kota.
"ah..lebih baik aku makan dulu sebelum pergi ke istana".ucap long Shan yg tak sengaja melihat restoran cukup besar dan ramai, ia berjalan m buku restoran itu.
"Hem sepertinya restoran ini pelanggannya para bangsawan semua, dan restoran ini lebih besar dari pada restoran yg ada di kota teratai putih dan kota Heinan"
ucap long Shan yg melihat para pengunjung memakai pakaian mewah dan di depan pintu restoran di jaga oleh 2 penjaga.
saat long Shan akan melangkah memasuki restoran ia di halangi oleh ke 2 penjaga itu.
"kau mau apa nak, di sini hanya di peruntukkan untuk para bangsawan saja, karna makanan di restoran ini harganya mahal, dengan penampilanmu ini apa kau mampu membayar menu di sini"
ucap penjaga itu dengan sinis kepada long Shan.
"ini kan restoran dan aku ingin makan di sini, soal aku bisa membayar atau tidak apa urusan kalian"
ucap long Shan acuh tak acuh.
"hahahahahaha lihatlah penampilanmu itu bocah, kau hanya rakyat biasa pa kau bisa membayar menu di sini nanti, sudahlah sebaiknya kau cari restoran lain saja jangan membuat keributan di sini atau kami akan bertindak kasar kepadamu"
"hei ada apa ini, jangan menghalangi jalanku, aku ingin makan bersama guruku"
ucap seorang pemuda dengan pakaian mewah dan pria paruh baya dengan pakaian biasa saja.
"maaf tuan muda Li dan senior katanya menghalangi jalan tuan muda Li dan senior, ini hanya masalah kecil silahkan tuan muda Li dan senior masuk"
ucap penjaga itu dengan penuh hormat.
"huh bocah minggir kau menghalangi jalanku dan guruku"
ucap li whei yg masih berdiri santai di depan pintu.
"hei tuan muda bodoh pintu ini masih lebar apa matamu buta"
ucap long Shan acuh tak acuh.
"bajingan beraninya kau bicara tidak sopan kepada tuan muda Li Whei, apa kau tidak tau tuan muda Li Whei adalah tuan muda klan Li klan kelas satu di kekaisaran ini haaaa...!"
triak penjaga pintu itu dengan nada marah.
"oh terus apa perduliku, kau penjaga restoran ini seperti anjing penjilat saja"
ucap long Shan masih dengan nada santai.
sedangkan para pengunjung yg sedang makan berhenti melakukan aktivitas makan mereka karna mendengar keributan di depan pintu restoran.
"siapa anak muda itu, dia berani menyinggung tuan muda dari klan Li...?"
ucap salah satu pengunjung pada temannya.
__ADS_1
"entah lah dari pakaiannya sepertinya ia hanya rakyat biasa dan tubuhnya juga tidak memancarkan energi sama sekali jadi dia juga bukan kultivator"
ucap temannya.
"hei jangan bodoh kau, bisa saja dia adalah kultivator tingkat tinggi yg menyembunyikan ranah dan auranya"
ucap temnnya itu menimpali.
"apa kau bodoh, dengan umur yg kira-kira 12-14 tahun seperti itu apa mungkin dia seorang ahli tingkat tinggi dasar bodoh"
ucap teman yg masih satu meja itu.
kembali ke long Shan.
"bocah sialan apa kau mengataiku sebagai anjing penjilat, kau bukan seorang kultivator tapi beraniengataiku sebagai anjing penjilat apa kau ingin mati haaa...!"
ucap penjaga itu dengan sangat marah.
"oh memang begitu kenyataannya"
ucap long Shan acuh.
"hei nak lebih baik kau pergi, aku dan muridku ingin makan terlebih dahulu sebelum berangkat ke sekte gunung emas"
ucap pria paruh baya yg bersama li Whei dengan tenang.
"hei tuan apa kau tidak melihat jika pintu ini masih lebar, bahkan jika kau memecah dirimu menjadi 10 orang pintu ini masih muat kau masuki bersamaan"
ucap long Shan heran.
"dasar bajingan apa kau tidak bisa menghormati guruku haaa...!"
ucap Li Whei dengan nada marah.
"aku hanya menghormati orang jika orang itu menghormatimu dengan tulus bodoh"
ucap long Shan.
"aku rasa kau sudah berlebihan nak"
ucap pria paruh baya yg bersama li Whei.
pria paruh baya itu adalah tetua pelataran luar sekte gunung emas yg bernama wuhong atau sering di panggil tetua Ong.
"hei pak tua, apa kau tidak bisa melihat pintu itu masih lebar"
ucap long Shan acuh.
"kuarngajar beraninya kau tidak menghormati tetua Ong, aku akan memberimu pelajaran..!"
ucap penjaga itu langsung mengayunkan tombaknya ke arah long Shan.
long Shan yg melihat itu masih berdiri dengan tenang dan hanya mengangkat satu jarinya.
"krraakkcckk..
suara besi patah lalu hancur.
"apaaa.....Baa..bagaiman Mungin.."
ucap penjaga itu linglung sambil melihat mata tombak miliknya yg sudah hancur.
tombak miliknya adalah tombak tier 3 kualitas menengah hanyut karna berbenturan denga jari pemuda di depannya.
semua orang yg melihat itu langsung terdiam, suasana yg semula ramai menjadi hening.
sedangkan wuhong yg melihat itu menjadi tertegun, dirinya yakin bocah di depannya ini tidak mengeluarkan energi qi sama sekali, tapi tombak tier 3 milik penjaga itu bisa hancur.
__ADS_1
"anak ini tidak sesederhana kelihatannya, sepertinya ia memiliki artefak pelindung di balik lengan bajunya, karna aku tidak merasakan aura apapun dari bocah ini dan aku yakin bocah ini hanya manusia biasa"
ucap wuhong dalam hati.