
di sisi long Shan sendiri telah selesai berbelanja pakaian dan ia melanjutkan jalan-jalan di kota Heinan.
saat dirinya sedang jalan-jalan ia mendengar keributan di tengah jalan, ia yg penasaran mulai mendekat ke kerumunan itu.
"hei bocah kau telah beberapa kali mencuri rotiku, aku sering rugi karna ulahmu"
ucap pria paruh baya sambil memegang tangan seorang anak kecil yg berumur 7 tahunan.
"maafkan aku paman, aku terpaksa mencuri, adik-adikku di rumah sedang kelaparan"
ucap anak itu dengan nada sedih tapi dia tidak menangis.
"tapi tindakanmu ini merugikanku bocah, sekarang bagaimana kau akan menutup kerugianku ha"
ucap pria paruh baya itu.
orang-orang yg melihat itu ada yg iba dan ada juga yg tidak senang atas kelakuan bocah itu.
long Shan yg mendengar ucapan ana itu menjadi kasihan, dia tidak melihat kekerasan di sini jadi ia cukup lega, penjual roti itu cukup baik karna tidak menghajar anak itu.
"paman biar aku yg Menganti kerugian paman tapi setelah itu lepaskan anak itu"
ucap long Shan sambil tersenyum.
"apa kau memiliki uang nak, anak ini sudah cukup banyak mencuri rotiku'
ucap pria paruh baya itu.
"berapa yg paman butuhkan, aku akan membayarnya"
ucap long Shan.
"kerugianku kurang lebih 2 koin emas, apa kau memiliki uang sebanyak itu"
ucap pria paruh baya itu.
long Shan yg mendengar itu hanya tersenyum lalu mengambil 3 koin emas lalu memberikan kepada pria paruh baya itu.
"ini paman, sekarang lepaskan anak ini"
ucap long shan sambil tersenyum.
orang tua itu melepaskan anak kecil itu setelah menerima 3 koin emas dari long Shan.
"nak aku hanya mengalami kerugian 2 koin emas, kenapa kau memberikanku 3 koin emas..?"
ucap pria paruh baya itu dan berniat mengembalikan 1 koin emas.
"itu untukmu saja paman, anggap saja sebagai rasa terimakasih karna paman tidak memukuli anak ini"
ucap long Shan sambil tersenyum.
"haahh kau dengar itu bocah, untung masih ada orang baik yg mau menolongmu, kalau tidak aku sudah membawamu ke hadapan tuan kota untuk di adili.
trimakasih nak karna kau mau menutup kerugianku ini"
ucap pria paruh baya itu.
long Shan hanya menganggukkan kepalanya sebagai balasan.
"adik sekarang kau ikut kakak, aku akan memberikanmu makanan kau tidak perlu mencuri lagi"
ucap long Shan ramah kepada anak kecil itu.
"terimakasih kakak, suatu saat aku pasti akan mengembalikan uang kakak"
ucap anak itu sambil mellihat ke arah long Shan.
"hahahahahaha uang itu tidak penting bagiku jadi kau tidak perlu mengembalikannya"
ucap long Shan sambil tertawa ringan.
anak itu yg melihat tawa long Shan menjadi tenang kembali.
__ADS_1
"terimakasih kakak"
ucap anak itu.
"Ayo sekarang kau ikut dengan kakak kita akan mencari makanan dulu kau pasti lapar kan"
ucap long Shan dan di balas anggukan oleh anak kecil itu.
long Shan berjalan menuju restoran tempatnya menginap dan di ikuti oleh anak kecil di sampingnya.
setelah berjalan beberapa saat akhirnya long Shan dan anak kecil itu sampai di restoran tempatnya menginap.
"mari kita masuk, kita makan dulu hari sudah siang sudah waktunya makan"
ajak long Shan.
tapi anak itu hanya diam saja sambil melihat restoran besar di depannya.
"kenapa, ayo masuk nanti kakak yg akan membayarnya"
ucap long Shan yg melihat anak itu hanya diam.
"kakak apakah boleh aku membawa makanan itu pulang saja, adik-adikku di rumah sejak tadi pagi belum makan, pasti mereka menunggu makanan dariku"
ucap anak itu sambil menundukkan kepalanya.
long Shan yg mendengar hal itu menjadi takjub kepada anak itu, di usianya yg masih 7 tahun tapi ia bisa berfikir lebih dewasa dari usianya.
"oh tentu saja boleh, sekarang begini saja kita beli makanannya dan kita bungkus lalu kita akan makan bersama adik-adikmu di rumah, bagaimana"
ucap long Shan sambil tersenyum.
"apakah boleh kak, makanan di restoran ini pasti mahal aku tidak mau merepotkan kakak, cukup jatah makananku saja nanti akan aku berikan ke pada adik-adiku di rumah"
ucap anak itu.
"hahahahahaha kau tenang saja, bagi kakak uang itu bukan lah masalah kalau perlu kakak akan membeli restoran ini jika kakak mau"
ucap long Shan sambil tertawa untuk menghibur anak itu.
"terimakasi kak"
ucap anak itu sambil meneteskan air mata.
untuk anak seusianya yg memikul beban berat di pundaknya dan tidak menangis, sudah membuktikan betapa tangguh hati dan tekatnya, tapi untuk kali ini ia menangis karna terharu sekaligus senang karna telah mendapatkan pertolongan dari seorang pemuda.
"kau tidak usah menangis, sebagai seorang pria kita memang memikul tangung jawab besar, jika kau ingin melihat adik-adikmu bahagia jadilah pria yg kuat untuk melindungi adik-adikmu dan memberikan kehidupan yg layak untuk mereka"
ucap long Shan sambil mengusap kepala anak itu"
anak itu yg mendengar ucapan long Shan menjadi termotivasi, di dalam hatinya mulai terukir ucapan long Shan.
"baik kakak aku akan menjadi lebih kuat agar adik-adikku tidak kelaparan lagi"
ucap anak itu penuh tekat.
long Shan yg melihat itu hanya tersenyum.
"baiklah ayo kita masuk, kita bungkus makanan yg banyak untuk kita makan bersama adik-adikmu"
ajak long Shan sambil membawa anak itu masuk ke restoran.
pelayan yg melihat long Shan membawa anak kecil dengan pakaian compang camping menjadi heran, darimana long Shan mendapatkan anak itu fikir para pelayan, sedangkan para pengunjung yg melihat itu hanya memberikan tatapan sinis.
"selamat datang kembali tuan muda ada yg bisa saya bantu"
ucap sang pelayan itu, walaupun ia melihat anak dengan pakaian compang camping yg di bawa long Shan, tapi ia harus tetap profesional apa lagi ia tau siap long Shan sebenarnya.
"aku ingin memesan makanan tapi di bungkus nona karna aku akan makan di rumah anak ini, apakah bisa..?"
ucap long Shan.
"tentu bisa tuan muda, anda ingin pesan makanan apa dan berapa tuan muda..?"
__ADS_1
ucap sang pelayan dengan ramah.
"adik berapakah adik_adikmu di rumah...?"
tanya long Shan kepada anak kecil itu.
"aku memiliki 5 adik di rumah kakak"
ucapnya.
"nona aku pesan 12 porsi makanan terbaik, dan 12 minuman terbaik tanpa arak"
ucap long Shan.
"oh baik tuan muda, mohon di tunggu kami akan segera menyiapkannya"
ucap sang pelaya sambil tersenyum ramah dan mulai berjalan ke belakang untuk menyiapkan pesanan long Shan.
" baiklah adik, sekarang kita duduk di meja itu saja sambil menunggu pesanan kita"
ajak long Shan sambil menunjuk meja kosong si sebelahnya.
"baik kakak"
jawab anak itu.
setelah mereka duduk long Shan mulai bertanya tentang identitas anak itu.
"Adik dari tadi aku tidak tau namamu, jadi siapakah namamu adik..?"
tanya long Shan.
"maaf kakak, aku lupa mengenalkan diriku. namaku Bai Han kakak"
ucap anak itu.
"oh bai Han ya, kalau nama kakak long Shan, kakak dari klan long di kota teratai putih"
ucap long Shan sambil tersenyum.
"jadi kakak dari klan besar ya..?"
tanya Bai Han.
"bisa di bilang seperti itu"
jawab long Shan sambil tersenyum.
waktu terus berlalu long Shan terus mengobrol ringan dengan Bai Han sambil menunggu pesanan mereka, tak lama pesanan yg mereka pesan akhirnya jadi dan siap untuk di bawa.
"tuan muda ini pesanan tuan muda, semuanya 12 porsi makanan dan 12 porsi minuman"
ucap sang pelayan sambil menyerahkan 2 bungkusan yg terbuat dari kulit pohon.
"baik lah nona, jadi semuanya berapa..?"
ucap long Shan sambil memasukan makanan dan minuman itu kedalam cicin ruangnya.
"total semuannya 42 koin emas tuan"
ucap sang pelayan ramah.
Bai Han yg mendengar jumlah koin emas yg di sebutkan pelayan itu menjadi terkejut, dengan jumlah koin sebanyak itu dia bisa makan selama 1 tahun penuh dengan adik-adiknya.
tapi di restoran sebesar ini dan makanan terbaik di sini pastilah mahal.
"oh baik nona, ini uangnya"
ucap long Shan sambil menyerahkan 45 koin emas.
"maaf tuan ini kelebihan 3 koin emas"
ucap sang pelayan.
__ADS_1
"sisanya untuk nona saja"
ucap long Shan ramah sambil berjalan dengan bai Han.