System Kaisar Semesta

System Kaisar Semesta
bab 155.permainan baru saja di mulai.


__ADS_3

akar yg lentur dan tajam terus menyerang para penyusup itu.


trankk...


tranng...


Ting..


"sialan akar ini sangat keras seperti besi, sebenar nya akar apa ini"


ucap salah satu penyusup.


"elemen api, tebasan api ganda...!"


api berbentuk bulan sabit melesat ke arah akar-akar yg menyerang mereka, ledakan cukup besar langsung terjadi.


bom..


kobaran api semakin membesar, asap juga mulai menebal menambah keterbatasan pengelihatan mereka di malam hari.


ledakan itu juga langsung menarik para penjaga yg sedang berpatroli.


"ledakan apa itu, seperti nya berasal dari kediaman tuan muda, ayo cepat ke sana..!"


ucap salah satu penjaga.


asap tebal semakin menghilang, pengelihatan mereka mulai setabil.


wus...


serangan dari akar-akar pohon itu tetap tidak berhenti.


"sialan bahkan tebasan api ku tidak mempan kepada akar-akar itu"


ucap penyusup yg baru saja menyerang.


"kita jangan gegabah, cepat cari peluang untuk melarikan diri dari tempat ini..!"


ucap teman nya yg sedang menghindari serangan dari akar-akar pohon.


Trang


Trang...


tebasan demi tebasan terus terdengar, tapi tebasan itu tidak berdampak kepada akar-akar yg menyerang mereka.


"kalian terlalu lemah dan juga sangat lambat"


ucap long Shan yg sudah mulai bosan.


ke dua penyusup itu yg mendengar ucapan long Shan langsung marah.


"sialan kau bocah, terima ini, tebasan kematian...!"


wuss...


energi hitam berbentuk pedang langsung menyerang ke arah long Shan.


long Shan yg melihat itu masih sangat santai.


"cih..serangan lemah seperti itu mencoba melukai ku, apa kalian bercanda..?"


ucap long Shan mendecih kesal.


akar dari pohon di sekitar long Shan langsung bergerak dengan cepat dan menangkis ke dua siluet pedang itu.


bom...


ledakan langsung terdengar.


setelah ledakan, dari kejauhan suara langkah kaki dapat terdengar.


"apa yg terjadi, siapa yg bertarung di dalam klan..?"

__ADS_1


ucap salah satu penjaga yg baru saja datang bersama puluhan penjaga lain nya.


dari dalam ke Diaman bian Pio keluar beberapa tetua dan juga bian Pio.


"kalian tenang saja, kalian berpencar lah, jaga ruang lingkup yg memungkinkan penyusup itu kabur.


ucap salah satu tetua dengan tenang.


"seperti nya pertempuran mereka cukup sengit"


ucap tetua jin.


"itu tidak akan terjadi jika saudara Shan tidak main-main paman, aku melihat sendiri kemampuan saudara Shan"


ucap bian Pio.


"yah seharus nya memang begitu"


balas bian jin.


kembali ke sisi long Shan.


"baik sudah saat nya mengakhiri ini, kalian sudah membosankan"


ucap long Shan yg langsung menghilang.


bom...


suara ledakan terdengar, sesosok tubuh langsung terpental ke arah kediaman bian Pio, sosok tubuh itu adalah salah satu penyusup.


"ugghh...


hueekk..


bom..


tubuh nya membentur pohon besar di halaman bian Pio.


"bagai mana bisa, aku tidak menyadari keberadaan nya, bahkan aku tidak tau kapan dia memukulku"


"eh..lemah sekali, andai saja membunuh mereka bisa mendapat poin system' cukup banyak, maka aku akan langsung membunuh mereka saja setelah menyerap ingatan mereka"


batin long Shan.


melihat teman nya tiba-tiba terpental dan terluka cukup parah, membuat dia menjadi semakin waspada, rasa takut juga mulai menyelimuti hati nya.


"sialan sejak kapan dia bergerak"


batin penyusup itu.


di sisi lain, penyusup yg sudah terluka parah itu sudah di kepung oleh para tetua.


"sekarang kau tidak bisa melarikan diri lagi"


ucap salah satu tetua.


"lebih baik mati dari pada tertangkap oleh kalian"


ucap penyusup itu, dia ingin mengigit racun yg ada di selah gigi nya, tapi dia langsung terkejut karena gigi yg dia selipkan racun sudah menghilang, itu arti nya racun yg dia siapkan juga sudah menghilang.


"bajingan, seperti nya gigi yg baru saja lepas tadi adalah gigi yg di mana racun yg aku siapkan berada, bajingan bagaimana bisa begini..!"


umpat nya dalam hati.


para tetua yg melihat raut wajah penyusup itu juga langsung menyadari nya, mereka sudah hidup cukup lama, tentu mereka sudah faham hukum dari para mata-mata ataupun pembunuh bayaran.


"kau mencari racun yg sudah kau siapkan kan, tapi sayang sekali akibat luka yg kau terima seperti nya racun itu sudah hilang"


ucap tetua jin dengan dingin.


"tua Bangka sialan, cepat bunuh saja aku, karena aku tidak akan membocorkan sedikitpun informasi untuk kalian walaupun kalian menyiksaku sekalipun"


ucap penyusup itu dengan darah yg terus merembes dari mulut nya.

__ADS_1


"benarkah, tapi kami memiliki metode khusus untuk membuatmu buka mulut, tapi sebelum itu kita tunggu dulu teman mu itu"


ucap tetua jin.


l


"hahahhahaha seperti nya, malam ini kita akan menyiksa orang"


ucap salah satu tetua sambil tertawa kejam.


para tetua yg mendengar tawa tetua itu langsung menoleh ke arah nya.


"kenapa kalian semua melihat Ku seperti itu..?"


ucap tetua itu.


"saudara, lebih baik kau jangan tertawa kejam lagi, karena wajahmu yg ranah itu tidak cocok jika kau tertawa seperti tadi"


ucap tetua itu.


tetua yg baru saja tertawa itu langsung drop.


"ukhh....kalian kejam sekali, apa kalian tidak senang melihatku bahagia seperti saat masih muda."


ucap nya dengan wajah yg memelas.


semua orang yg melihat itu hanya bisa memutar bola mata mereka sambil menghela nafas.


kembali ke pertarungan long Shan.


saat ini penyusup yg tersisa juga mulai kelelahan, dia mulai kehabisan energi qi nya karena terus menghindari dan penyerang akar-akar pohon yg menyerang nya.


"sialan samapai kapan akar-akar pohon ini akan berhenti"


umpat nya.


"eh...kenapa tubuhku tidak bisa di gerakan"


batin nya sambil melirik ke arah tubuh nya sendiri.


dia bisa melihat tali yg terbuat dari akar pohon sudah melilit nya, tapi akar pohon itu cukup kecil, sehingga Tidan dia sadari.


"ini..sejak kapan akar ini berhasil melilit tubuh ku, tapi akar ini sangat kecil"


ucap nya sambil mencoba memutuskan akar yg melilit tubuh nya itu.


tapi sebanyak apapun usaha nya, tetap saja sia-sia.


"kenapa tubuh ku semakin melemah, uhkk..qi ku tersedot oleh akar-akar ini, sialan sebenar nya jurus macam apa ini"


umpat nya dalam hati yg sudah mulai semakin ketakutan.


"kau lengah, bahkan aku belum.bergerak untuk mengurus mu, tapi kau malah sudah tertangkap, sungguh ironis bukan"


ucap long Shan sambil berjalan perlahan ke arah penyusup itu.


penyusup yg melihat long Shan mendekat ke arah nya, membuat nya semakin ke takutan, hingga dia lupa bunuh diri menggunakan racun yg ada di selah gigi nya.


"plakk...


uhhhhkk...


suara tamparan keras dapat di dengar, gigi penyusup itu langsung rintik setelah mendapat tamparan dari long Shan.


"sekarang kau tidak bisa menggunakan racun mu lagi, jadi jangan harap bisa mati lebih cepat"


ucap long Shan.


"apa dia sudah tau jika aku memiliki racun, tapi bagai mana mungkin"


batin penyusup itu, kaki nya sudah lemah tidak bertenaga.


"pergilah, kau tidak akan bisa menyelamatkan ataupun membunuh mata-mata mu ini, sekarang dia tawanan ku, berharap lah supaya bawahanmu ini tidak membocorkan informasi tentang kalian, oh satu lagi, kau hanya berada di ranah kaisar *2 jangan harap bisa mencelakai kami, aku melepaskanmu karena permainan baru saja di mulai"

__ADS_1


ucap long Shan sambil melirik ke arah sudut tembok pagar klan.


__ADS_2