
Maio Jun naik ke arena 1 dan Miao Li naik ke arena tiga.
di arena satu.
"hehehehe dasar rakyat jelata, di babak pertama kau begitu sombong karna dengan santainya menahan aura ranah jendral itu, aku yakin kau menggunakan artefak perlindungan tersembunyi, bagai mana kau yg seorang rakyat jelata bisa lebih berbakat dengan seorang bangsawan sepertiku, hehehhehe aku akan menghajarmu hingga cacat di arena ini"
ucap pemuda yg sebelumnya mengumpat di babak pertama.
Miao Jun juga menyadari tatapan pemuda itu, tapi ia mengabaikannya.
"saudara mo Jian sepertinya banyak rakyat jelata yg berhasil lolos babak pertama dan masuk babak ke dua"
ucap seorang pemuda yg menghampiri pemuda yg mengumpat Miao bersaudara tadi.
"cih mereka hanya rakyat jelata, kita para bangsawan harus bisa menyingkirkan mereka"
ucap mo Jian.
"mari kita kumpulkan para bangsawan seperti kita saudara mo, setelah mereka tersingkir kita baru menentukan siapa.yg akan lolos ke babak tiga"
ucap pemuda itu.
"hehehehehe boleh juga"
ucap mo Jian sambil tertawa licik.
"baik karna semua peserta sudah naik ke arena maka pertandingan resmi di mulai, ingat tetap patuhi aturan yg berlaku, silahkan di mulai"
ucap tetua yg menjadi wasit itu.
"baik ayo kita singkirkan para rakyat jelata terlebih dahulu"
ucap mo Jian yg langsung melesat ke arah Miao Jun.
Miao Jun yg merasakan jika ada yg menuju ke arahnya langsung waspada.
ia melihat seorang pemuda memegang pedang di tangan nya melesat ke arah dirinya.
"dasar rakyat jelata kau tidak pantas masuk ke babak tiga, kau lebih baik berakhir sampai di sini"
ucap mo Jian sambil mengayunkan pedangnya.
"trangg...
tring....
suara benturan pedang terdengar.
"cih hanya karna kau bangsawan apa kau pikir bisa menindas rakyat jelata sepertiku ini, kau naif sekali dasar sampah"
ucap Miao Jun, ia langsung menyerang dengan tehnik pedang yg sudah ia pelajari di tambah pengalamannya bertarung dengan hewan buas dan monster, membuatnya unggul dari fisik maupun tehnik bertarung.
mo Jian di paksa mundur terus menerus.
para bangsawan lain yg melihat itu langsung berdatangan membantu setelah menyingkirkan beberapa anak rakyat jelata lainnya, walaupun tidak berhasil semuanya.
Miao Jun di serang dari berbagai arah, tapi dia masih bisa menangkis dan menghindarinya ia juga sempat menyerang.
Miao Jun bergerak dengan lincah dan tiap tebasannya sangat tajam tanpa memiliki keraguan sama sekali.
tring..
Trang..
para anak rakyat biasa yg masih bertahan melihat Miao Jun di keroyok langsung bergegas membantu.
"saudara aku akan membantumu, mereka para bangsawan sangat sombong seakan mereka paling berbakat, ayo para rakyat jelata bantu teman kita yg sama-sama rakyat jelata, singkirkan para bangsawan ini dari arena"
__ADS_1
Triak salah satu anak rakyat biasa.
Miao Jun yg mendengar itu langsung tersenyum.
ia terus menyerang dan menangkis, benturan senjata tak ada henti nya.
"apa mereka sekarang saling membuat kubu, bangsawan dan rakyat jelata.
para bangsawan itu sungguh memalukan, hanya karna mereka berasal dari klan besar atau keluarga bangsawan, mereka menjadi sombong seakan rakyat biasa hanyalah sampah"
ucap salah satu penonton.
para penonton terus berbisik, banyak yg mendukung para rakyat jelata.
"kalian para bangsawan sungguh memalukan, sejak kecil kalian sudah mendapatkan sumberdaya yg melimpah, tapi kami yg hanya rakyat kecil berlatih keras dan mencari sumber daya kami sendiri, hari ini kalian begitu arogan seakan bangsawan adalah dewa ataupun orang suci, aku Miao Jun akan memperlihatkan kemampuan rakyat jelata ini...!"
ucap Miao Jun, ia langsung bergerak sangat cepat, menggunakan konsep.elemwn anginnya membuat ia bergerak lebih cepat dan pedang ya yg di lapisi elemen angin juga menjadi lebih tajam.
slaaa...
wuss..
slaaaass...
aarrkkk tanganku...
buk..
bom...
aarrggg..
slaaassss...
buk...
bomm...
para penonton dan tetua sekte gunung emas langsung tertegun melihat aksi Miao Jun.
Miao Li yg melihat Miao Jun mulai serius langsung ikut terpancing.
"hei jangan bersenang-senang sendiri dan pamer seperti itu, aku juga bisa, kalian para bangsawan lihat, saudaraku sudah mulai serius jadi aku juga harus begitu"
ucap Miao Li ia juga mulai menggunakan konsep elemen angin nya dan bergerak dengan sangat cepat, Miao Li menggunakan jurus pedang yg sangat rumit.
Miao Jun terus bergerak seperti hembusan angin.
wuss...
sllaassss..
aarrgg..
huekk...
hingga beberapa saat telah berlalu, di arena 1 hanya tinggal 12 orang peserta termasuk mo Jian.
"dasar bangsawan sampah, aku tidak pernah menyinggungmu tapi kau malah ingin membuat masalah denganku hanya karna aku rakyat jelata, sekarang biarkan aku menunjukan kemampuan rakyat jelata seperti kami"
ucap Miao Jun, ia langsung bergerak dengan cepat, ia menambahkan elemen api pada bilah pedangnya.
"jurus tebasan kilat tingkat pertama, api pensucian"
ucap Miao Jun sambil mengayunkan pedangnya.
mo Jian yg melihat itu langsung menangkis dengan pedang nya.
__ADS_1
"traaann....
wusss...
kraakk...
bom...
mo Jian di paksa berlutut, dan pakaiannya juga terbakar habis, beberapa bagian tubuhnya terluka karna terkena api Miao Jun.
pedang mo Jian langsung hancur.
huekk...
mo Jian langsung memuntahkan darah dari mulutnya.
"kau kalah"
ucap Miao Jun.
pedang Miao Jun berhenti tepat di leher mo Jian.
para penonton dan tetua sekte gunung emas kagum.
"ba..bagai mana mungkin aku bisa kalah dari rakyat jelata"
ucap mo Jian sebelum dia jatuh pingsan karna terluka dalam.
"sekarang giliran kalian"
ucap l
Miao Jun, ia bergerak dengan cepat ke Arah bangsawan yg tersisa, dengan mudahnya Miao Jun menendang mereka keluar.
di arena satu hanya tinggal 7 orang peserta dan ke tuju orang ini adalah rakyat jelata.
"wahh..mereka hebat, mereka menendang semua anak bangsawan, ini akan menjadi sejarah"
ucap salah satu penonton.
"sialan siapa bocah itu"
ucap seorang pria tua.
long shan yg melihat itu hanya tersenyum saja.
di tempat utusan sekte gunung emas.
"sudah aku Dunga anak itu memang jenius sesungguhnya"
ucap tetua Zhu.
"kita harus merekrut mereka tetua Zhu"
ucap tetua si.
"pasti tetua si, nanti setelah turnamen selesai kita akan langsung memasukan mereka"
ucap tetua Zhu.
"kalian tetap di atas arena, karna sebentar lagi mungkin arena nomor 3 juga selesai"
ucap wasit itu.
Miao Jun melihat arena no 3, ia melihat Miao Li menyerang para anak bangsawan dengan brutalnya.
para penonton yg melihat ini, langsung kagum dan terus bersorak untuk Miao Li.
__ADS_1
"bagus, kalian semakin berkembang kawan"
batin long Shan sambil tersenyum.