System Kaisar Semesta

System Kaisar Semesta
bab 144.zang ji, shu Jian, jhi Shen leluhur sekte gunung emas.


__ADS_3

"aku bisa saja masuk ke dalam bangunan itu, tapi di belakang bangunan itu ada mahkam para pendiri sekte, akan sangat tidak sopan jika aku orang luar masuk tanpa ijin"


gumam long Shan, walaupun dia kuat tapi dia tetap tidak ingin merendahkan orang lain sekalipun orang itu jauh lebih lemah dari nya.


tak lama angin berhembus di sekitar long Shan dan muncul 3 pria tua di hadapan long Shan.


"salam para leluhur sekte gunung emas, maaf karna telah masuk tanpa ijin"


ucap long Shan dengan santai dan sedikit menundukan kepalanya sebagai penghormatan kepada yg lebih tua.


leluhur ke dua yg melihat Long Shan langsung terkejut, dia tidak akan melupakan long Shan, tuan muda klan long yg dia lihat saat ada di kota.


"ah selamat datang tuan muda long, tak ku sangka murid seorang ahli tingkat tinggi bertamu di tempat orang-orang tua ini"


ucap leluhur ke dua dengan sopan, dia tentu harus sopan karna dia tau jika pemuda di depannya ini tidak lah sederhana, bukti nyatanya dia mampu masuk ke dalam wilayah leluhur tanpa kesulitan.


"hahahahaha ternyata leluhur mengenalku, sungguh kehormatan yg besar bagi anak muda sepertiku"


ucap long Shan sambil tertawa renyah.


sedangkan ke dua leluhur lainnya masih bingung, di depannya ada seorang anak yg masih sangat muda dan tidak memiliki aura sama sekali, tapi karna kakak ke dua mereka sangat menghormatinya, mereka sadar jika anak muda di dapan mereka tidak lah sederhana.


"tuan muda long terlalu rendah hati hahahaha, perkenalkan orang tua ini zang ji dan ini adalah adik seperguruanku dan termasuk leluhur ke 3 sekte gunung emas, namanya adalah shu Jian, dan di sebelahnya adalah adik ke empat jhi Shen, kami adalah leluhur sekte gunung emas setelah para senior kami pergi ke alam yg lebih tinggi"


ucap zang ji.


"para leluhur sekalian, perkenalkan yg muda ini bernama long Shan, yg muda ini adalah tuan muda klan long, dan seperti nya leluhur zang ji sudah tau tentang yg muda ini"


ucap long Shan dengan ramah.


"hahaha yg tua ini kebetulan sempat melihat tuan muda long Shan di suatu kota, Ayo mari kita masuk dulu tuan muda long Shan, jika ada yg ingin di bicarakan, lebih enak jika di dalam di temani teh"


ucap zang ji.

__ADS_1


"jika tidak merepotkan leluhur"


ucap long Shan.


"tentu saja tidak tuan muda long, sangat jarang ada tamu yg datang ke wilayah leluhur, paling hanya para sesepuh sekte saja yg kadang berkunjung ke sini hahahahaha"


ucap zang ji sambil tertawa renyah.


akhirnya mereka masuk ke dalam bangunan yg tampak sederhana dan kuno itu.


di dalam bangunan itu, mereka ber empat duduk di belakang bangunan, tepatnya di area taman dengan di temani teh, tentu saja teh yg di suguhkan adalah teh sepiritual.


"ayo silahkan di minum teh nya tuan muda long, maaf hanya teh ini yg ada di tempat kami, kami baru saja pulang dari luar sekte dan belum ada pelayan yg tersedia untuk menyiapkan makanan untuk kami para orang tua ini"


ucap zang ji.


"tidak usah repot-repot leluhur zang ji, sebagai teman mengobrol yg muda ini memiliki beberapa buah"


ucap long Shan sambil mengeluarkan beberapa buah sepiritual dari dunia jiwa nya, seperti sawo emas dan juga apel emas.


"ah..tuan muda long, ini adalah buah sepiritual yg sangat langka, ini terlalu berharga"


ucap zang ji terkejut.


"hahahahha leluhur, aku memiliki beberapa lagi di dalam cicin ruangku, dan jangan sungkan, mari kita nikmati saja buah ini"


ucap long Shan sambil tertawa, tentu dia tidak akan menganggap buah ini barang langka, bagai manapun di dunia jiwanya ada jenuh buah sepiritual yg cukup luas dan ada beberapa jenis di kebun itu, long Shan tidak kekuarangan buah ataupun bahan herbal kultivasi sama sekali.


tepi dia memiliki tubuh khusus yg membuat semua herbal yg ada di dalam dunia jiwa nya tidak berefek bersar seperti orang biasa, hanya jika di buat menjadi pil saja, maka khasiat nya akan lebih baik lagi.


"maaf kami malah merepotkan tuan muda long, padahal tuan muda long adalah tamu kami"


ucap zang ji.

__ADS_1


"tidak perlu di fikirkan leluhur, ayo nikmati buah ini"


ucap long Shan.


mereka pun mulai makan buah dan minum teh, walaupun terlihat tidak cocok dengan teh, tapi bagai Mampun buah yg mereka makan adalah buah sepiritual.


para orang tua itu hanya memakan sedikit saja, bahkan satu buah tidak mereka habiskan, karna jika mereka menghabiskan semua buah nya, mereka yakin mereka harus bermeditasi untuk menyerap energi yg ada di buah itu, dan mereka tidak enak melakukannya, bagai manapun masih ada long Shan yg berkunjung.


"jadi tuan muda long, ada keperluan apa, sehingga berkunjung ketempat para orang tua ini..?"


ucap zang ji.


"tidak ada kepentingan apapun leluhur, aku tadi hanya mengantar ke dua temanku yg berhasil menjadi murid sekte gunung emas, karna hal itu aku memutuskan untuk berkunjung sebelum aku melanjutkan petualangan ku"


ucap long Shan.


"begitu, apa teman tuan muda long adalah anggota klan long tuan muda"


ucap shu Jian.


"tidak leluhur Shu, aku berteman dengan mereka saat aku melakukan petualangan beberapa hari yg lalu, mereka hanya 2 anak rakyat biasa dan tidak memiliki orang tua sejak mereka kecil, mereka di rawat oleh penduduk desa mereka, tapi karna ulah para anggota sekte gagak hitam, desa mereka hancur dan banyak penduduk desa yg tewas ataupun hilang, setelah sekte gagak hitam hancur, mereka memutuskan untuk pergi ke sekte gunung emas dan belajar di sini, aku sempat membimbing mereka di perjalanan dan menjadi teman tapi mereka tidak tau identitasku yg sesungguhnya"


ucap long Shan.


"ternyata begitu, berada di ranah apa teman tuan muda long itu..?"


ucap jhi Shen.


"mereka baru saja menerobos ke ranah murid beladiri tahap awal leluhur, tapi mereka bisa melawan musuh yg memiliki kultivasi yg lebih tinggi, mereka cukup berbakat, bagai manapun mereka naik ke ranah pemula ke ranah murid bela diri beberapa hari yg lalu sebelum kompetisi pemilihan murid di kota louhan, umur mereka masih sama denganku, 13 dan 14 tahun"


ucap long Shan.


"ranah mereka menunjukan jika mereka tidak termasuk jajaran jenius, tapi jika di lihat dari jarak terobosan mereka, itu bisa di katakan jenius, hanya nasib mereka saja yg kurang beruntung karna kurangnya dukungan sumber daya dan juga bimbingan"

__ADS_1


ucap shu sjian.


__ADS_2