
tak butuh waktu lama long Shan yg di ikuti oleh jihu sudah sampai di depan pintu masuk reruntuhan, di sana sudah menunggu anggota klan er termasuk er Lang.
"selamat datang tuan muda, apa kah sudah selesai tuan muda, kami sama sekali tidak bisa melihat nya dengan jelas kejadian yg baru saja terjadi...?"
ucap er lang dengan ramah.
"saudara er Lang, kesengsaraan petir ini sudah selesai, mari kita masuk dan selanjutnya kita serahkan kepada roh pedang dewa ini"
ucap long Shan.
"baik tuan muda, tapi jika boleh tau siapa tuan ini tuan muda...?"
ucap er Lang.
"ah...aku hampir lupa memperkenalkan nya, perkenalkan ini Adalah tuan jihu, dia adalah raja ras hewan buas di hutan kabut dingin ini"
ucap long Shan sambil tersenyum tipis.
"hahahahahaha benar kata tuan muda, aku adalah jihu, raja ras hewan buas di hutan ini, ku harap kehadiranku di sini dapat di terima"
ucap jihu dengan tawa renyah nya.
kelompok er Lang langsung terkejut, jika benar maka saat ini dia dan saudara nya yg lain telah bertemu dengan penguasa hutan kabut dingin yg misterius, mereka tentu tidak menyangka jika hal ini bisa terjadi, apa lagi mereka di kunjungi secara pribadi.
"maaf karena tidak bisa mengenali tuan, seharus nya kami yg meminta maaf karena telah lancang bersembunyi di wilayah tuan tanpa ijin terlebih dahulu kepada tuan, kami terpaksa karena kami dalam masalah cukup serius dan menyangkut nyawa keluarga ku, harap tuan memberikan toleransi atas tindakan kami ini"
ucap er Lang dengan sopan dan tulus.
jihu yg melihat itu, di dalam hati nya dia cukup kagum, bagai manapun dia merasa jika perilaku pemuda di depan nya cukup baik, tidak arogan dan bisa menyadari akan posisi nya dengan baik.
"hahahhahahahha tidak masalah, jujur saja kalian tidak membuat masalah serius di sini selain berburu hewan buas, tapi itu tidak jadi masalah, bagai manapun rantai makanan adalah hukum sebenar nya dunia ini, selama kau hanya memburu hewan buas biasa maka itu tidak menjadi masalah besar, tapi juga dengan batasan tertentu, di hutan ini masih banyak hewan biasa, tapi karena mereka sudah hidup di hutan ini cukup lama, mereka memiliki kemampuan lebih saat berada di dalam hutan ini"
ucap jihu dengan tenang.
"maaf tuan, kami tidak memiliki kemampuan yg cukup jika memburu hewan buas di hutan ini, walaupun kami juga berniat begitu, tapi nyata nya kemampuan hewan buas di sini sungguh luar biasa, kami hanya bisa berburu hewan kecil saja beberapa hari ini"
ucap er Lang dengan jujur.
"tak masalah, sebenar nya aku juga tidak bisa bertindak semauku, bagai manapun mereka juga ingin memburu mu jadi itu tidak jadi masalah"
__ADS_1
ucap jihu dengan santai.
"jika begitu terimakasi atas pengertian nya tuan jihu"
ucap er Lang dengan tulus.
"baik lah lebih baik kita masuk dulu"
ucap long Shan sambil melambaikan tangan ya, energi berwarna hijau keluar dari tangan nya dan langsung menyelimuti jihu, hanya butuh 3 tarikan nafas, energi itu meresap masuk ke dalam tubuh jihu.
tentu saja semua orang terkejut, termasuk jihu, dia belum sempat merespon, tapi energi yg memiliki kekuatan unik sudah masuk ke dalam diri nya.
"itu adalah energi murni ku tuan jihu, dengan energi itu maka Aray di sini akan mengenali tuan jihu sebagai anggota ku"
ucap long Shan dengan santai.
"ah...jadi begitu"
ucap jihu tanpa sadar.
"baik lah, mari masuk semuanya, ku rasa Patriak dan para tetua sudah sadar"
ucap long Shan sambil melangkah dengan pedang dewa yg melayang di belakang nya tanpa di sadari oleh semua orang.
"kakak...kakak er Lang bilang jika kakak sedang melakukan hal luar biasa, tapi kami tidak boleh melihat nya"
ucap salah satu anak laki-laki yg masih berumur sekitar 5 tahun an.
"hahhahahaha kakak hanya sedang melakukan sedikit sesuatu tadi, bukan hal yg besar"
ucap long Shan sambil tersenyum dan mengusap rambut bocah kecil di depan nya.
"kakak....kenapa ada pedang yg bisa melayang sendiri di belakang kakak...?"
ucap gadis kecil dengan polos nya sambil menunjuk ke arah pedang dewa.
ucapan gadis kecil itu membuat semua orang tersadar jika di belakang long Shan ada pedang dewa yg dengan tenang melayang.
"kenapa aku tidak menyadari nya tadi"
__ADS_1
batin er Lang dengan bingung dan heran, semua orang juga berfikir demikian.
"tuan muda apa pedang ini dari tadi mengikuti tuan muda...?"
ucap seorang pemuda klan er.
"memang dari tadi dia mengikuti ku"
ucap long Shan santai.
semua orang tertegun, mereka merasa bodoh kali ini.
saat semua orang sedang terdiam, dari kejauhan terdengar langkah kaki, dari suara nya langkah kaki itu berasal dari beberapa orang.
mereka semua menoleh ke arah asal suara, mereka dapat melihat kelompok yg berisi puluhan orang berbagai usia, dan kebanyakan adalah orang paruh baya dan beberapa pemuda berusia 30 an.
"i..itu..itu adalah Patriak dan para tetua"
ucapan salah satu penjaga yg mengikuti kelompok er Lang.
"a..ayah, ibu"
gumam er Lang dengan linglung, dia masih tidak percaya jika dia akan bisa melihat orang tua nya bisa berdiri dengan sehat lagi.
long Shan yg melihat itu hanya tersenyum tipis saja, sedangkan jihu hanya diam dengan tenang, dia bisa melihat ranah semua orang yg ada di sini yg menurut nya masih lemah, kecuali ranah long Shan yg tidak bisa dia lihat.
"lang'er apa itu kau nak...?"
ucap seorang wanita paruh baya.
"i..ibu...akhir nya ibu sembuh juga"
ucap er Lang dengan mata yg mulai basah.
wanita paruh baya itu langung memeluk er Lang dengan erat, bagai manapun er Lang adalah putra tunggal nya.
"er Lang, kau sudah berkerja keras bersama saudara-saudara mu yg lain, walaupun banyak korban di pihak kita, tapi untung lah masih banyak yg selamat"
ucap pria paruh baya yg tidak lain adalah Patriak klan er.
__ADS_1
para pemuda dan Putri klan er menghampiri orang tua mereka, entah itu para tetua ataupun anggota biasa, begitu pun anak-anak, walaupun ada beberapa yg sedih karena orang tua mereka menjadi korban, tapi mereka masih bisa menahan diri.
mereka saling berbincang dengan bahagia, long Shan tidak mengganggu mereka, dia hanya diam dengan tenang bersama jihu.