
disisi long shan.
" lebih baik aku istirahat, besok aku masih harus menemani mei'er dan yi'er jalan-jalan"
ucapnya setelah samaoi di kamarnya.
sedangkan di klan wei.
"han'er bagaimana ke adaanmu putraku..."?
ucap wei tang kepada sang putra.
" ayah..ayah harus membalaskan dendamku ayah..
sampah itu tiba-tiba menjadi kuat"
ucap wei han kepada sang ayah.
" kau tenang saja han'er para tetua sudah mulai menyelidikinya, setelah mereka mendapatkan informasi seberapa kuat anak itu, ayah akan mengirim pembunuh untuk mebunuhnya"
ucap wei tang dengan raut wajah sangat marah.
"tuan wei..tuan muda wei han harus istirahat, lebih baik kita keluar dulu, besok setelah lukanya agak mendingan baru anda menjenguknya lagi"
sahut tabib.
"hem baik lah tabib, terima kasih telah merawat putraku"
ucap wei tang kepada sang tabib.
"sudah menjadi tugas saya tuan wei, mari kita keluar tuan, biarkan tuan muda istirahat terlebih dahulu" ajak tabib.
"han'er istirahat lah, ayah dan tabib akan keluar dulu"
ucap wei tang sebelum keluar meninggalkan anaknya.
"long shan bajingan awas saja kau, aku akan membunuhmu bagaimanapun caranya..!"
ucapnya pelan di sertai rasa dendam dan amarah.
waktu terus berjalan, tak terasa pagi telah tiba.
di klan long kediaman patrik di sebuah kamar.
"tok tok tok..
" kakak..! bangun sudah pagi..!"
suara ketukan pintu dan triakan sang adik membangunkan long shan.
"huh anak itu masih pagi kenapa triak-triak, pasti dia tidak sabar ingin jalan-jalan.huuhhh.."
ucap long shan.
"kakak..!"
triaknya lagi.
"iya-iya mei'er kakak sudah bangun..!
triak long shan dari dalam kamar.
" cepat.. sudah di tunggu ayah dan ibu untuk sarapan pagi..!
triaknya lagi.
"iya-iya kakak mandi dulu..!"
balas long shan.
"huh.. ayo meyi kita ke ruang makan"
ajaknya kepada meyi.
sedangkan meyi hannya tertawa saja.
"baik lah ayo"
ucap meyi menanggapi ajakan saudarinya itu.
di dalam kamar.
"huh dasar bocah itu.."
gumaman long shan sedikit jengkel atas kelakuan adik nya itu.
"lebih baik aku mandi dulu"
ucapnya sambil berjalan ke kamar mandi.
beberapa saat kemudian, long shan yg telah selesai memberihan badanya, ia langsung memakai pakaian yg dia beli dari system kemarin.
dengan pakaian sederhana berwarna merah long shan keluar dari kamar dan menuju ruang makan, sesampainya di ruang makan long shan menyapa ayah dan ibunya.
"selamat pagi ayah, ibu dan adik-adik kakak yg imut"
__ADS_1
ucapnya sambil menggoda sang adik.
"huhhh kakak lama sekali"
ucap mei'er deengan cemberut.
"pagi juga putraku, ayo duduk dan mulai makan"
ucap sang ibu.
"mei'er yi'er ayo makan yg banyak supaya kalian cepat besar"
ucap sang ibu sambil mengambilkan makannan untuk ke 2 putinya itu.
"baik ibu"
ucap mereka berdua.
" oh iya ibu long'er lupa, besok kita masak daging hewan buas saja"
ucap long shan.
"long'er kita tidak punya daging hewan buas, kalau ingindaging hewan buas besok biar ayahmu menyuruh pelayan untuk membelinya"
balas sang ibu.
"itu tidak perlu ibu, long'er memilikinya setidaknya cuku untuk di makan satu klan kita"
ucap long shan.
"apa kau memburunya saat di hutan long'er..?
tanya sang ayah.
" hehehe hanya untuk melemaskan otot putramu ini ayah, tidak banyak hanya beberapa saja dan semuanya tingkat rendah"
ucap long shan dengan ringan.
"baik lah nanti ayah akan menemanimu ke penyimpanan daging klan"
ucap sang ayah.
"baik ayah"
ucap long shan singkat.
"kakak kau sudah berjanti pada kami, kalau hari ini akan membawa meimei dan meyi jalan-jalan di kota"
ucap meimei mengingngatkan sang kakak.
ucap long shan ringan.
"sudah-sudah habiskan dulu makanan kalian"
ucap sang ibu mengingngatkan.
"baik ibu"
ucap mereka bersamaan.
beberapa saat kemudian setelah selesai sarapan.
"mei'er yi'er untuk beberapa hari ibu akan melakukan kultivasi tertutup, nanti mei'er dan yi'er untuk sementara akan di temani pelayan, dan jika menginginkan sesuatu minta lah kepada kakak dan ayah"
ucap sang ibu memberi tau ke 2 putrinya itu.
"baik lah ibu"
ucap mereka mengerti.
"dan ini hadiah dari guru kakak kalian untuk kalian, sini tangan kalian biar ibu pakaikan"
ucap sang ibu sambil memakaikan cicin sepiritual pemberian putranya tadi malah.
sambil mengalirkan sedikit qi ke tangan putrinya agar tidak terasa sakit saat mengambil darahnya dan menusukkan jarum kecil lalu meneteskan sedikit darah putrinya ke atas cincin agar bisa menjalin kontrak.
setelah di tetesi darah dari ke 2 putrinya ke 2 cicin itu bersinar dan menyesuaikan ukuran sesuai ukuran jari tangan memei dan meyi.
"wahh bagus sekali ibu"
ucap mereka bersamaan dengan takjub sambil melihat cicin di jari mereka.
walaupun mereka belum bisa menggunakan ruang dalam cicin itu tapi paling tidak mereka memiliki perlindungan dari cicin itu.
"ya sudah nanti kalau ke kota bersama kakak jangan nakal, ingat pesan ibu"
ucap sang ibu menasehati.
"baik ibu, paling kita ber 2 akan menguras uang kakak hehehehe"
ucap meimei dan di angguki oleh meyi.
long shan yg mendengar ini tersenyum masam.
"hehehe dasar bocah cilik, kalian kira kalian mampu menghabiskan uang kakak"
__ADS_1
ucap long shan dalam hati.
"baik ayo long'er ayah antar kau ke gudang daging klan sebelum pergi ke kota"
ajak sang ayah.
"baik ayah"
ucap long shan.
waktu pun berlau. setwlah mereka sampai di gudang daging klan sekakivus gukang bahan makanan .
"salam patrik, tuan muda nona muda"
ucap pelayan yg sedang bertugas di gudang daging.
long tian dan long shan ganya mengngangguk dan tersenyum di ikuti 2 gadis kecil yg berada di depan mereka.
"long'er kamu tatuh saja dagingnya di sini"
ucap sang ayah sambil nenunjuk tempat di dalam ruangan yg tidak terlalu besar.
"eemm ayah sepertinya ini kurang besar"
ucap long shan sambil menggaruk kepalanya.
"seberapa banyak hewan buas yg kau buru long'er sampai tempat ini masih kurang luas..?"
tanya sang ayah sambil menyergitkan matanya heran.
"hehehe tidak banyak ayah hanya beberapa puluh saja kalau aku tak salah hitung"
jawab long shan.
"baik lah ayo ikut ayah"
ucap sang ayah sambil berjalan meniju tempat yg lumayan besar yg berana di belakang gudang penyimpanan daging.
"apa di sini cukup long'er..?"
tanya sang ayah.
"cukup, baik long'er akan mengeluarkan dagingnya di sini saja"
jawab long shan.
lalu long shan mengibaskan tangannya dan tiba tiba keluar mayat hewan buas yg di buru long sahn dalam perjalanan pulang,
tubuh hewan buas itu menggunung seperti bukit kecil, di sana ada hewan buas level 7 sampai level 2 dengan jumlah puluhan hampir mencapai angka ratusan,
dengan adanya hewan buas tingkat 7 yg memiliki tubuh sebesat mobil tumpukan itu menjadi seperti bukit kecil, dan yg terpenting tubuh tubuh itu masih lengkap hanya krital rohnya saja yg di ambil matrial lainnya seperti kulit dan lain lain masih utuh.
"app..appa kau memburu semua ini long'er "
ucap sang ayah dengan mata melotot karna kaget , tidak hanya tingkatanya yg tinggi tapi juga jumlahnya.
"benar ayah, hewan ini menghalangiku saat ingin pulang jadi aku habisi saja"
ucap long shan ringan.
"huh kau tak henti-hentinya mengejutkan ayah long'er"
ucap sang ayah.
"kakak hewan apa itu kenapa mereka besar-besar sekali, andai masih hidup pasti menakutkan "
ucap meimei dengan begidik.
"apakah kakak yg membunuh hewan ini..?"
ucap meyi ber tanya.
"iya, kakak yg membunuh mereka karna mereka ingin melukai kakak"
ucap long shan dengan lembut.
"huuhhhh dasar binatang jelek benari-benarinya binatang sepertimu melukai kakakku, untung kamu sudah mati kalau tidak, akan aku pukuli kau"
ucap meyi sambil menunjuk tumpukan tubuh hewan buas di depannya.
long shan dan ayahnya hanya bisa menggelengkan kepala sambil tersenyum melihat kelakuan gadis kecil itu.
"sedangkan para pelayan yg ada di sekitar mereka hanya melongo tidak percaya, bagaimana tuan muda mereka yg terkenal sebagai sampah bisa membunuh hewan buas yg tergolong memiliki tingkatan tingkat tinngi itu.
" hey kenapa kalian jadi bengong, sudah sana pangil teman-teman kalian yg lain suruh kesini membatu kalian membersihkan tuhmbuh hewan itu dan memilah matrial serta dagingnya"
ucap long tian sambil menggelengkan kepalanya meliahat kelakuan para pelayan itu.
"eeehhh..baik patrik"...
ucap pelayan itu saat sadar dari keterkejutannya.
" ajak juga prajurit klan yg mengnganggur untuk membatuan kalian"
umbuh long tian sebelum pelayan itu pergi"
__ADS_1