System Kaisar Semesta

System Kaisar Semesta
bab 124.turnamen dan tetua sekte gunung emas.


__ADS_3

"kawan, kalian ber dua masuklah ke jalur peserta, aku akan masuk dan menonton di bangku penonton, tenang saja jika terjadi sesuatu aku juga akan turun tangan, jangan pernah mau di tindas, kena sebagian peserta pasti adalah seorang bangsawan, apa kalian paham kawan"


ucap long Shan.


"kami mengeri kawan, kami juga tidak kalah dari mereka, walaupun mereka bangsawan yg sudah berlatih lebih awal dan memakan sumberdaya yg sangat besar, tapi berkat bimbingan mu kami tidak kalan dengan mereka, tentu kami tidak akan membuatmu malu kan"


ucap Miao Jun dengan semangat.


"baiklah aku percaya, ingat gunakan kecerdasan kalian jangan hanya otot saja, kalau begitu cepatlah masuk"


ucap long Shan.


"baik kawan"


ucap mereka lalu mereka pergi masuk ke jalur yg sudah di siap kan untuk para peserta.


Long Shan yg melihat Miao ber saudara masuk, ia juga ikut masuk dan mencari tempat duduk untuknya menonton.


di area para peserta, Miao bersaudara langsung mengisi daftar hadir, karna sebelum nya long Shan sudah memberikan mereka kartu peserta jadi dengan kartu itu mereka bisa mengisi daftar.


setelah itu mereka mulai mencari tempat duduk kusus peserta.


di sana sangat lah ramai, peserta juga cukup banyak, mencapai 100 orang lebih dengan ranah kultivasi rata-rata adalah murid beladiri tahap menengah Samapai senior beladiri.


"ternyata banyak juga jenius di sini, lihatlah mereka juga berada di ranah senior seperti kita, walaupun jumlah mereka tidak lebih dari 20 orang tapi mereka jelas jenius dan bangsawan, jika kita mendaftar dengan ranah kita sebelumnya, mungkin kita hanya akan jadi bahan tertawaan"


ucap Miao Li.


"bagai manapun mereka adalah para bangsawan, berbeda dengan kita yg hanya rakyat jelata dan masih banyak juga yg berada di ranah murid tingkat menengah dan beberapa ada yg baru masuk ke ranah murid, lihat lah mereka, mereka juga sama seperti kita rakyat jelata, lihat dari pakaian yg mereka kenakan"


ucap Miao Jun.


"yah bagaimana pun juga, di sini bukan hanya kekuatan saja yg di nilai, tapi juga kemampuan yg menarik, karna para panitia tau jika yg menjadi peserta tidak hanya para bangsawan saja tapi juga para rakyat jelata seperti kita yg jelas kekurangan sumber daya, jadi meski ada jenius pasti ranah mereka akan lebih rendah dari para bangsawan, oleh karna itu penilaian bukan hanya dari kekuatan ranah kultivasi saja"


ucap Miao Li.


"darimana kau tau..?"


ucap Miao Jun.


"dasar kau ini, saat makan tadi aku mendengarnya dari beberapa pelanggan yg makan tak jauh dari kita, kau terlalu asik makan, hingga kau lupa untuk mencari infoasi di sekitarmu, apa kau juga lupa tentang apa yg di ajarkan oleh kawan kita...?"


ucap Miao Li.


"hehehehe kau tau sendiri, kita tidak pernah makan, makanan mewah seperti tadi"

__ADS_1


ucap Miao Jun.


"dasar kau ini"


grutu Miao Li.


"hei apa kau tidak merasa kawan kita Shan itu sangat misterius, banyak kejadian yg di luar nalar kita selama ini, dan lagi umurnya juga sama denganku tapi fikirannya sudah seperti orang tua, apa lagi kemampuannya itu sangat misterius"


ucap Miao Li.


"kawan kita itu memang misterius, tidak mungkin di usianya yg masih terbilang kecil seperti kita ia memiliki kekuatan sehebat itu dan pengalaman yg sangat banyak, pasti dia sudah mendapatkan banyak kesempatan di luar sana, jadi suatu saat jika kekuatan kita sudah mumpuni untuk berpetualang kita akan berpetualang sepertinya, pasti kekuatan kita akan cepat meningkat"


ucap Miao Jun.


"benar berlatih di alam bebas bisa mengasah kemampuan kita menjadi lebih baik lagi, di sekte kita akan belajar berbagai pengetahuan dan juga mendapatkan sumberdaya atau penghasilan untuk membeli sumberdaya, sekaligus untuk perlindungan bagi kita, jadi kita jangan sampai di tindas oleh para bangsawan sombong itu, kita harus mendominasi dari segi kekuatan dan kecerdasan, sama dengan kawan kita yg tidak perduli dengan para bangsawan dan di mata dia semua orang sama, itu bisa jadi contoh baik untuk kita"


ucap Miao Li penuh semangat.


di tempat yg cukup tinggi, tepatnya di tempat panitia dan tetua sekte gunung emas berada, seorang pria paruh baya yg mengamati peserta yg berkumpul di tempat kusus peserta.


"ke dua anak itu di lihat dari pakaian dan wajah mereka, mereka hanya rakyat kecil tapi ranah kultivasi mereka sudah mencapai ranah senior beladiri *2, ternyata masih ada jenius yg sesungguhnya"


ucap tetua itu.


"apa yg kau bicarakan tetua Zhu....?"


"lihat lah ke dua anak itu tetua si"


ucap tetua Zhu sambil menunjuk ke arah Miao bersaudara.


tetua si langsung melihatnya.


"ehh..hehehehehhe sepertinya akan ada hal yg menarik tetua, bagai mana rakyat kecil seperi mereka bisa memiliki ranah setinggi itu, mereka tidak kalah dengan anak-anak bangsawan yg di bilang berbakat, tapi bagai mana pun juga mereka di sokong banyak sumberdaya sejak dini, sedangkan mereka ber dua yg hanya rakyat kecil, bahkan tidak memiliki sokongan sumber daya tapi masih bisa sampai di ranah senior di umur mereka, hahahahha mereka adalah jenius yg sebenarnya dan sepertinya akan menjadi kuda hitam, kita lihat saja, kemampuan apa yg mereka miliki"


ucap tetua si.


"kau benar tetua si, sepertinya mereka memiliki keberuntungannya sendiri, jika di amati lagi mereka juga memiliki cincin penyimpanan di tangan mereka, pasti mereka melakukan beberapa hal dan mendapat keberuntungan"


ucap tetua Zhu.


"aku mendengar berita dari murid kita yg datang ke kota ini setelah singgah di kota kekaisaran dan melewati jalur hutan kegelapan, katanya beberapa hari lalu, terjadi perampokan oleh bandit serigala hitam, dan hebatnya bandit itu di kalahkan oleh 3 orang anak, sedangkan di sana juga ada para pengawal yg mengawal para pedagang.


dari informasi yg aku dengar anak itu hanyalah rakyat biasa yg menuju ke kota ini, jika dugaanku benar maka ke dua anak itu adalah anak yg mengalahkan bandit itu dan mungkin mereka merebut cincin penyimpanan itu dari para bandit"


ucap tetua si.

__ADS_1


"heh..menarik, jika informasi itu benar, lalu di mana satu anak lagi, katamu ada 3 anak tetua si"


ucap tetua Zhu.


"hehehe sebenarnya yg bertindak membunuh semua bandit itu hanya satu anak, dan ke dua anak lain nya hanya membantu saja tetua Zhu, kemungkinan anak itu tidak akan ikut dalam turnamen ini, sepertinya satu anak itu cukup misterius, karna dari informasi yg di dapat oleh murid kita, maka itu menggunakan bandit itu untuk bahan latihan ke dua temannya dan sebagai contoh nyata dalam menunjukan cara bertarung menggunakan pedang"


ucap tetua si.


"jika begitu, kita harus mendapatkan ke dua anak itu tetua si"


ucap tetua Shu.


"sebenarnya masih ada informasi lagi yg menarik tetu Zhu"


ucap tetua si.


"sialan, kenapa kau mendapatkan banyak informasi dari para murid sedangkan aku tidak tetua si, sepertinya para murid ini perlu di berikan sedikit hukuman"


ucap tetua Zhu dengan nada kesal.


"hahahahahhahaha kau sibuk dengan tuan kota mengurus turnamen ini, sedangkan aku sibuk mengurus murid kita yg ikut ke sini, jadi sambil minum arak aku juga mendapat laporan dari mereka hahahahhahaha"


ucap tetua si sambil tertawa.


"sudah, apa informasi lainnya"


ucap tetua Zhu dengan nada kesal.


"informasi yg paling penting ke tiga anak itu yg satunya tidak bisa di lihat ranah kultivasinya, kemungkinan dia menyembunyikan ranahnya, tapi yg ke dua anak lainnya walaupun mereka menyembunyikan ranahnya para pengawal itu masih bisa merasakan energi yg mereka keluarkan, katanya energi itu sama dengan kultivator ranah murid tahap akhir, dan ke dua anak yg ada di kursi perserta itu sepertinya baru saja menerobos, walaupun mereka menyembunyikan ranah nya tapi di depan ahli seperti kita dan dari pancaran aura yg belum sempurna setelah menerobos tentu kita dengan mudah mengetahui ranahnya, dan lagi sepertinya mereka belum menguasai dengan sempurna jurus penyembunyian ranah mereka.


tapi di lihat dari hasil nya, sepertinya jurus itu adalah jurus yg memiliki tingkatan yg cukup tinggi tetua Zhu, tak heran mereka sulit untuk menguasai dengan sempurna dan bisa jadi mereka baru mempelajarinya.


dan satu lagi Jika hanya dalam waktu beberapa hari saja mereka sudah menerobos ranah murid tingkat puncak ke ranah senior *2, bukan nya mereka adalah jenius sesungguhnya hahahhahaha, dengan sokongan sumber daya peningkatan mereka pasti akan meroket, untuk anak yg satu nya lagi, pasti anak itu yg membimbing mereka"


ucap tetua si.


"analisamu sepertinya benar tetua si, kita sebagai ahli tentu saja memiliki pandangan yg lebih hanya untuk melihat anak-anak seperti mereka"


ucap tetua Zhu.


"tapi tetua Zhu, para pengawal pedagang itu setidaknya banyak yg sudah mencapai ranah guru, tapi mereka tidak bisa melihat kekuatan bocah yg satunya lagi, bukannya itu artinya bocah yg satu nya lagi lebih jenius dari pada mereka, karna selain tidak bisa melihat ranah ya mereka juga mengatakan jika tehnik pedangnya sangat lah dalam bahkan sudah meguasai niat pedang"


ucap tetua si.


tetua Zhu yg mendengar itu langsung terkejut bukan main.

__ADS_1


"aku mulanya juga terkejut sepertimu tetu Zhu, tapi informasi ini tidak mungkin salah, yg memberikan informasi ini adalah murid kita, kau tau sendiri murid kita yg kita bawa seperti apa"


ucap tetua si.


__ADS_2