System Kaisar Semesta

System Kaisar Semesta
bab 105.mempermainkan bandit.


__ADS_3

"tidak kawan, kita tidak pernah mengenal paman dengan memakai pakaian hitam itu, dan lagi mereka jelek"


ucap Miao Li dengan polosnya.


para pandit semakin gram kepada long Shan dan miao Li hingga mereka tidak menyadari bahwa di sekitar mereka sudah terpasang kertas peledak.


"bajingan, bocah kau masih ingusan tapi sudah pintar menyinggung orang lain, kalian akan kau tangkap dan Ki jual ke pedagang budak"


ucap salah satu bandit yg sudah sangat marah.


"eh paman jelek, jangan marah apa paman tau para penjual budak itu adalah paman kami, oleh karna itu bagaimana jika paman menjadi budak di toko paman kami, kami janji akan memberi paman satu koin perak setiap bulan kalau paman mau menjadi budak di toko budak paman kami"


ucap long Shan dengan wajah polosnya.


semua pengawal sewaan para pedagang maupun orang yg berhasil di hadang bandit itu langsung tertawa hebat.


"hahahahahahahahaha...


hahahahahhahahhahaha...


para bandit itu semakin marah.


"diam kalian, apa kalian berfikir bisa lolos dari kami, bandit serigala hitam haa...!"


teriak seorang pria paruh baya dengan tubuh kekar dan tinggi, mengenakan baju hitam tanpa lengan dan membawa kapak.


"eh paman kenapa kau marah, kami hanya menawarkan kerja sama saja, jika paman menolak paman tidak perlu marah"


ucap Miao Li.


pemimpin bandit yg mendengar itu semakin marah, sampai-sampai wajahnya berubah sangat merah karna marah.


"eh paman kenapa wajahmu memerah, apa paman kepanasan, tapi kan di sini banyak pohon dan udaranya masih segar, dan lagi ini masih cukup pagi, ah..atau paman sedang sakit dan penyakit paman menular.


wah gawat, semuanya menjauh darinya nanti kalian akan tertular penyakitnya"


ucap long Shan yg wajah dan nada suaranya di buat seperti sangat terkejut dan kawatir.


pemimpin bandit itu sudah sangat marah, ia langsung memerintahkan anggotanya yg masih tersisa cukup banyak itu menangkap long Shan dan miao Li.


"kalian tangkap bocah itu, kita akan menjualnya ke pedagang budak nanti, tapi sebelum itu kita akan menyiksanya terlebih dulu"


ucap pemimpin bandit itu.


"oh jangan begitu paman, kita berdua ini masih kecil dan tidak sekuat paman, semoga dewa melindungi kami"


ucap long shan sambil menangkumkan ke dua tangannya seperti orang yg memohon.


tiba-tiba terjadi ledakan di pohon pinggir jalan.


bom...


"awas..menghindar"


ucap pemimpin bandit itu yg melihat pohon besar yg ada di pinggi jalan tumbang.


mendengar teriakan pemimpin mereka pra bandit yg semula bingung langsung sadar dan menghindari pohon tumbang itu.


"bajingan kenapa pohon ini bisa meledak sendiri sialan"


umpat pemimpin bandit itu.


walaupun pohon itu tidak akan membunuh mereka tapi pohon itu paling tidak bisa melukai mereka.


tak lama terdengar ledakan lagi.

__ADS_1


bom..


bom..


bom..


tiga ledakan berutut-turut terjadi dan 3 pohon besar di sekitar bandit itu tumbang lagi.


para bandit itu sibuk menghindari pohon-pohon itu hingga mereka berpencar cukup berjauhan, sekarang kelompok bandit dan para korban prampokan mereka terhalang 4 batang pohon yg cukup besar.


"hei paman itu tanda dari dewa yg menjawab do'a ku, paman mendapatkan musibah kan"


ucap long Shan polos.


"sialan kau bocah, aku kan menangkapmu sendiri sialan"


ucap.pemimpin bandit itu yg langsung menyerang, karna adanya pohon itu membuat pergerakan para bandit terhalang karna orang-orang terpencar.


pemimpin bandit itu melesat cepat ke arah long Shan sambil mengangkat kapaknya.


blhanya butuh waktu beberapa napas, pemimpin bandit itu tiba di hadapan long Shan.


long Shan yg melihat itu hanya tersenyum santai.


"mati kau bocah..!"


ucap bandit itu sambil mengayunkan kapaknya denga sangat cepat.


"awas kawan..!"


ucap Miao Li, jarak mereka menjauh karna pohon tumbang itu.


long Shan langung mengambil pedang dari cincin ruangnya, dan langsung di gunakan untukenahan kapak itu hanya dalam waktu kurang dari satu detik.


"traaaang...


suara benturan senjata terdengar kapak milik pemimpin bandit itu langsung retak dan tak lama hancur.


pemimpin bandit itu tentu sangat terkejut, kapaknya adalah senjata sepiritual tier 5 tapi bisa hancur karna berbenturan dengan senjata pedang milik bocah di depannya.


suasana menjadi hening.


"bagaimana mungkin, lapakku aadalah senjata sepiritual tier 5"


ucap pemimpin bandit itu dan langung menjauh dari long Shan.


"eh..paman kapakmu rapuh sekali, bahkan dengan pedang tingkat rendahku saja kapakmu hancur"


ucap long Shan polos.


"sialan, siapa kau sebenarnya bocah..!"


ucap pemimpin bandit itu, ia menyadari jika bocah yg baru saja ia serang bukan bocah biasa.


"oh..aku hanya seorang anak kecil yg sedang jalan-jalan paman, karna aku melihat paman dan teman-teman paman menyerang orang jadi aku memiliki pemikiran untuk mengajak paman untuk menjadi budak di toko milik pamanku"


ucap long Shan polos.


"bajingan dasar bocah bangsat aku habisai kau"


ucap pemimpin bandit itu kembali menyerang dwlengan pedang yg baru saja ia ambil dari cincin ruangnya.


long Shan yg melihat itu langsung mengangkat pedang ya dan melangkah maju lebih cepat dari pemimpin bandit itu.


sllaassss...

__ADS_1


suara tebasan pedang membelah angin terdengar cukup nyaring.


pemimpin bandit dan long Shan saling membelakangi.


tiba-tiba tangan kanan milik pemimpin bandit jatuh ke tanah berserta pedang yg terbaleh dua.


"eh..."


ucap pemimpin bandit sambil melihat ke arah tangannya yg sudah tergeletak di atas tanah.


"aaaarrgghhhhh....tanganku...aarrkkhg..


teriak pemimpin bandit kesakitan karna tangannya terpotong.


"eh paman kenapa tnganmu jatuh, kau memasang tanganmu kurang kuat paman, jangan-jangan nanti tangan kirimi juga akan lepas paman"


ucap long Shan polos.


semua orang terdiam ling Ling termasuk Miao Li dan Miao Jun yg melihat kejadian itu dari atas pohon setelah ia selesai memasang kertas peledak di sekitaran area itu.


"biar aku mengecek tangan paman yg satu lagi, siapa tau paman memasangnya tidak terlalu kuat"


ucap long Shan lalu menebaskan pedangnya ke arah Bawah.


alas...


pluk...


suara tebasan pedang dan benda jatuh langsung terdengar hampir bersamaan.


pemimpin bandit itu melihat ke arah tangannya yg baru saja jatuh tanpa ia sadari.


"aaarrgggkkkkkk..


"tanganku, bajingan kakakku pemimpin bandit serigala api tidak akan melepaskanmu bedebah..!"


ucap pemimpin bandit itu.


"eh aku kenapa paman, bukannya tangan paman itu hanya tangan pasangan saja"


ucap long Shan.


pemimpin bandit itu langsung muntah darah.


sedangkan anggota bandit lainnya langsung gemetar, pemimpin mereka tidak berkutik di depan seorang bocah yg ada di hadapan mereka, mereka semua mulai berniat kabur.


"bajiangan, siapa sebenarnya kau bocah, kenapa kau menghalangi urusan kami"


ucap pemimpin bandit itu yg sudah tidak memiliki tangan lagi.


"aku hanya anak yg sedang jalan-jalan bersama temanku paman"


ucap long Shan polos.


"sialan cepat kalian serang bocah ini, jangan hanya diam saja"


ucap pemimpin bandit itu memberi perintah.


kawanan bandit itu langsung saling lirik, mereka menganggukan kepalanya, walaupun bocah di hadapan mereka kuat tapi mereka menang jumlah dan mereka masih memiliki 68 anggota dengan pemimpin mereka, sedangkan anggota mereka yg tewas karna pertempuran sebelumya berjumlah 2 orang.


mereka langsung mengepung long Shan.


para pengawal bayaran yg melihat itu juga langsung bergerak membantu long Shan, mereka kalah jumlah para pengawal itu hanya berjumlah 23 orang sedangan korban yg tewas 3 orang yg semula mereka berjumlah 26 orang.


"nak kami akan mencoba menahan mereka, kau cepatlah pergi saat ada peluang, walaupun kau kuat tapi kita kalah jumlah"

__ADS_1


ucap pemimpin pengawal.


__ADS_2