
long shan yg telah meninggalkan halaman pelatihan langsung menuju lokasi yg telah di beri tahu ayahnya.
"emm lahan ini cukup luas mungkin masih mampu untuk menampung 4 bangunan"
ucap long sahn mabil melihat sekelilingnya.
di aula klan sendiri sekarang masih di adakan pertemuan.
"eem tetua sekalian aku ingin menyampaikan bahwa klan kita akan membangun 2 gedung baru,
ini permintaan putraku demi kepentingan klan kita, aku menyetujuinya.
di klan kita belum ada seorang alkemis dan masalah pil kita masih harus membeli di luar padahal kita memerlukan pil untuk menunjang kultivasi anggota klan kita, dan yg ke 2 kita belum memiliki bangunan kusus untuk kultivasi.
selama ini bangunan kusus kultivasi hanya di miliki sekte sekte besar saja, akan tetapi jika kita memilikinya sendiri bukan kah para anggota kita bisa meningkatkan kultivasi mereka dengan lebih cepat.
yg ke 3 kita belum memiliki tempat yg aman untuk perlindungan dan evakuasi dalam keadaan darurat.
jadi putraku mengusulkan untuk menambah bangunan klan kita yaitu gedung alkemis dan menara kultivasi, jadi bagai mana menurut para tetua..?"
ucap long tian menjelaskan.
"patrik itu memang baik untuk klan kita, tapi kita tidak memiliki alkemis apa kita akan mempekerjakan seorang alkemis...?"
ucap tetua ke 5.
"tetua ke 5 masalah alkemis itu sudah di atur oleh putraku, kita akan mencari bakat dari anak-anak klan kita dan melatihnya sendiri, untuk melatihnya serahkan saja pada putraku"
jawab long tian.
"aku rasa tuan muda sudah memikirkan hal ini, tapi untuk membangun menara kultivasi memerlukan master aray tingkat tinggi sedangkan kita tidak memilikinya, untuk menyewa master aray sangat lah sulit dan sangat mahal patrik"
ucap penatua ke 8.
"hehehehehe penatua ke 8 tenang saja masalah aray itu juga urusan putraku"
ucap long tian sambil tersenyum.
"kakak kalau begitu kita harus menyewa tukang dan untuk membangun ke 2 bangunan itu memerlukan biaya yg sangat mahal bahkan mungkin menghabiskan ratusan juta koin emas, dari segi bahan untuk menara kultivasi harus lah bahan terbaik sedangkan bahan terbaik tergolong mahal, kita akan menghabiskan hampir separuh harta klan"
ucap long dian dan di angguki seluruh penatua.
"hehehe bangunannya sudah siap adik, sekarang ada di tangan keponakanmu itu, aku hanya meminta persetujuan para tetua sekalian, dengan berdirinya bangunan itu dan jika sudah berjalan bukankah itu akan mendongkrak kekuatan dan menekan pengeluaran klan hehehehehe"
ucap long tian dengan tersenyum.
"benar katamu kaka itu memang akan menguntungkan bagi klan, tapi melatih anak anak klan kita menjadi alkemis memerlukan waktu yg sangat lama"
ucap long sijin.
"oh masalah itu serahkan saja pada keponakanmu itu nanti kau dan para tetua lainnya juga akan tau sendiri hasilnya hehehehe"
tawa long tian.
"patrik apa yg patrik maksud kalau bangunannya ada di tangan tuan muda, bukan kah kita belum memilikinya dan harus membangunya dulu..?"
tanya tetua ke 4.
"bangunan yg aku maksud adalah artefak tetua hehehe"
ucap long tian dengan entengnya.
"aappaa...!"
triak semua orang yg ada di aula.
"hei ada apa dengan kalian, kenapa triak-triak seperti itu"
ucap long tian kaget.
"kakak artefak bangunan sangat lah langka jadi kakak jangan bercanda"
ucap long sijian.
"hei adik apa kau lupa guru keponakanmu itu, tentu saja keponakanmu itu mendapatkanya dari gurunya"
balas long tian.
"begitu kah.."
ucap long sijian.
"jadi para tetua bagaimana pendapat kalian..?"
tanya long tian.
"kami setuju saja selama itu untuk kebaikan klan kita patrik, dan itu juba baik untuk anak-anak klan kita"
ucap tetua ke 9.
"hehehe baiklah sudah kita putuskan bersama, jadi kita langsung saja menuju lahan kosong di sebelah klan mungkin anak itu sudah menunggu kita di sana"
uvap long tian.
brakk..
"hei bocah kalian semua tidak perlu terburu buru untuk pergi, karna yg tua ini perlu berbicara kepada kalian semua"
"semua orang kaget saat mendengar pintu aula di dobrak dan suara keras dari seseorang yg sangat familiar bagi mereka, reflek semua orang langsung melihat ke arah pintu .
di dekat pintu berdiri orang tua dengan jangut panjang dan baju putih sederhana.
" aaayyahh kau sudah kembali..?"
__ADS_1
ucap long tian kaget.
"salam tuan besar" ucap semua yg ada di ruangan itu sambil memberi hormat.
"tentu saya aku kembali, ini adalah rumahku dasar bocah"
ucap long tie.
kalian semua duduk di tempat kalian masing masing jangan ada yg keluar dulu..!"
ucap long tie.
"ayah kenapa ayah tidak mengabari kami dulu kalau mau kembali, paling tidak kami akan menyambut ayah"
ucap long dian.
"dasar bocah, dari dulu kenapa pikiranmu tidak berkembang, bagaimana aku bisa mengabari kalian, dan mengunakan apa aku mengabari kalian"
balasnya kepada putranya itu.
"he'em tadi pada saat aku kembali aku melihat konflik kecil antar anak klan, ada yg memerlukan sedikit pelajaran tata karma, karna di klan kita tidak boleh memiliki sifat sombong dan sejenisnya itu sudah di terapkan oleh leluhur klan sejak dulu, tapi tadi aku masih melihatnya, 3 cucuku dengan sombongnya menganggu 1 saudaranya, walaupun akhirnya mereka mendapatkan pelajarannya tapi aku tidak puas jadi siapa di antara kalian yg ada di ruangan ini yg ingin mengakui ke 3 bocah itu sebagai anaknya..?"
ucap long tie tegas.
"semua orang gemetaran mendengar ucapan long tie.
" hehehehehe ayah, kalau yg ayah lihat 3 anak yg selalu bersama itu adalah anak kami bertiga hehehe"
ucap long dian sambil menunjuk ke 2 saudaranya.
"hohohoho bagus kalian mengakuinya jadi kalian nanti perlu bimbingan lagi dari orang tua ini"
ucap long tie sambil tersenyum.
semua orang yg melihat senyuman long tie itu sudah menelan ludah.
"dan untuk kalian para bocah-bocah didik anak kalian dengan baik karna mereka generasi selanjutnya dan merupakan penganti kalian kelak"
ucap long tie sambil melihat semua tetua.
"baik tuan besar"
"untuk kalian ber 3 nanti temui ayah di tempat kakak kalian, untuk urusan anak kalian serahkan ke istri kalian"
ucap long tie sambil melihat ke 3 anaknya.
"baik lah ayah"
ucap 3 orang itu dengan pasrah.
"long tian aku ingi mendengar perkembangan klan dan kalian para bocah kalian jelaskan kepadaku perkembangan tangung jawab yg kalian kerjakan..!"
ucap long tie.
"jadi anakmu itu sudah merencanakan sejauh ini dan sekarang dia telah menunggu di lahan kosong itu..?"
tanya long tie setelah mendengar rencana pembangunan 2 gedung itu.
"iya ayah"
ucap long tian singkat.
"hem kalau begitu ayo kita kesana"
ucap long tie.
sesampainya di lokasi mereka melihat seorang anak yg sedang duduk di bawah pohon dengan santainya.
"long tian apa itu putramu..?"
"iya ayah itu long shan cucu ayah"
jawab long tian membenarkan.
"hohohoho menarik "
ucap long tie singkat.
di sisi long shan dia melihat segerombolan orang menuju ke arahnya dan mengenali mereka.
"salam kakek ayah dan para paman sekalian long shan memberi hormat"
ucap long shan sambil membungkukkan tubuhnya.
"hohohoho kau sudah besar long'er dan masih mengenali kakekmu ini"
ucap long tie yg menyukai sifat cucunya itu.
"yah walaupun kakek sudah lama tidak pulang tapi cucumu ini masih mengenali aura kakek hehehehe"
ucap long shan dengan tersenyum.
"hem jadi long'er apa kau yg berencana membangun gedung pil dan menara kultivasi untuk klan..?"
tanya long tie memperjelas.
"benar kakek, tepatnya tidak membangun hanya membutuhkan lahan saja karna soal bangunan long'er sudah memiliki sebuah artefak bangunan dari guru long'er"
ucap long shan menjelaskan.
"gurumu itu pasti master tingkat atas, karna mampu memberikanmu artefak kelas tinggi, apa kami bisa melihat artefak itu long'er..?"
ucap long tie.
__ADS_1
"tentu kakek"
ucap long shan sambil mengambil artefak dari cicin ruangnya, sekarang di depan long tian telah melayang 2 artefak bangunan 1 berbentuk menara dengan bahan batu hitam yg satunya lagi berbentuk gedung yg juga terbuat dari batu hitam.
semua orang yg melihatnya langsung takjub.
"long'er ini artefak tingkat tinggi, ada di tingkat apa artefak ini long'er..?"
tanya sang kakek.
"artefak ini berada di tingkat kaisar dan mampu menahan serangan dari seorang ahli rana kaisar dewa kakek"
ucap long shan dengan santai.
"aaapaa..!"
jawb semua orang bersamaan.
"hahh gurumu ternyata memang ahli tingkat tinggi dan mungkin dia ahli dari alam atas karna mampu memberikanmu artefak ini long'er, kakek harus bertrima kasih padanya dengan layak long'er"
ucap sang kakek.
"hehehehehe artefak ini tidak berguna di tangan guru kakek makannya aku memintanya, aku tau ini pasti sangat berguna untuk klan kita hehehehe"
ucap long shan.
semua orang kembali tertegun, kalau artefak tingkat tinggi ini saja tidak berguna lalu setinggi apa artefak yg masih berguna yg ia miliki.
batin semua orang.
" hah.. baik long'er kami akan membantumu membersihkan lokasi ini nanti setelah bersih kau tinggal mengatur tempat artefak itu"
ucap sang kakek.
"itu tidak perlu kakek, serahkan saja pada cucumu ini"
ucah long shan dengan tersenyum.
lalu long sah mulai sedikit menjauh dari rombongan kakeknya. setelah cukup mengambil jarak long shan menyatukan telapak tangannya dan mulai mengeluarkan jurus elmen tanahnya.
"elmen tanah hisappp...!
triak long shan tapi tidak terlalu keras.
tiba-tiba tanah di sekitarnya mulai bergetar dan menelan pepohonan yg ada di sana dan menyisakan lahan kosong cukup luas, long shan memang sengaja tidak meratakan semuannya dia hanya meratakan sesuai kebutuhan saja.
setelah selesai long shan menepuk nepukan ke dua tlapak tangannya seperti membersihkan debu.
" selesai, sekarang tinggal menaruh artefaknya"
ucapnya.
tiba-tiba artefak yg masih melayang di tempat para tetua dan kakeknya berkumpul tadi melesat ke arah long shan sesampainya di depan long lha artefak itu di arahkan ke lokasi yg long shan pilih.
setelah lokasinya pas long shan mulai mengatifkan artefak itu.
sambil mengontol qi nya dari jarak jauh long shan meng aktifkan artefak itu
"aktifkan..!"
ucap long shan.
tiba tiba ke 2 bangunan itu membesar hingga sebesar gedung , menara sendiri memiliki 10 lantai sedangakan gedung alkemis sendiri memiliki 5 lantai yg terdiri dari penyimpanan pil, perpustakaan, ruang penelitian, ruang pemurnian dan ruang herbal, sedangkan untuk menaranya sendiri bisa di gunakan hingga ahli kaisar dewa.
semua orang yg melihat itu masih menganga, mereka masih seperti melihat kejadian dalam mimpi.
seorang bocah yg baru berusia 12 tahun sudah mampu memanipulasi elmen dengan sangat ahli, dan mereka tidak bisa melihat tingkat kultivasi dan auranya.
setelah selesai long shan mendekati rombongan sang kakek.
"kakek, ayah dan paman semua gedung alkemis sudah bisa di gunakan langsung tapi untuk menara kuktivasi aku masih harus membuatnya karna menara itu kosong tanpa aray apapun di dalamnya"
ucap long shan.
"long'er apa kau juga bisa membuat aray..?"
tanya sang kakek heran.
"hehehehe hanya tingkat rendah kakek"
ucap long shan.
"baik ayo kakek dan tetua sekalian kita lihat ruangan gedung alkemis"
ajak long shan.
waktu terus berlalu tak terasa semua orang telah berkeliling ruangan alkemis dan long shan menjelaskan tiap ruangan.
sedangkan di luar klan long warga yg lewat di kagetkan dengan kemunculan 2 gedung besar yg tiba tiba muncul di kediaman klan long.
dan akhirnya menjadi berita hangat di kota teratai putih.
di sisi long shan sendiri.
"kakek untuk menara kuktivasi sendiri aku masih harus membuat araynya jadi untuk saat ini tidak bisa di gunakan dulu"
ucap long shan.
"hem, jangan terlalu memaksakan diri long'er"
ucap sang kakek.
"baik kakek"
__ADS_1