
"jadi maksud mu karna adanya harta itu,.lumut itu bisa tumbuh di sana kawan..?"
ucap Miao Jun.
"benar sekali kawan"
ucap long Shan.
"baiklah tunggu apa lagi ayo kita ambil harta itu kawan"
ucap Miao Jun semangat.
"baiklah"
ucap long Shan.
akhirnya mereka bertiga pergi ke arah batu besar yg ada di bawah pohon itu.
"tunggu, sepertinya harta ini sengaja di tinggalkan oleh seseorang"
ucap long Shan.
"dari mana kau tau kawan..?"
ucap miao Li.
"aku dapat melihat di bawah batu ini ada lorong menuju bawah tanah"
ucap long Shan.
"system' lorong apa itu, apa sumber energi yg aku rasakan berasal dari lorong itu, tapi energi ini sangat tipis jika ranahku tidak tinggi pasti aku tidak merasakannya"
ucap long Shan.
Ding...
(system' mendeteksi di dalam lorong itu ada inti batu energi tuan, inti batu energi ini terbentuk selama ratusan juta tahun dari pemadatan energi alam, tapi karna energi di alam rendah ini tipis maka batu energi ini hanya sebesar buah semangka tuan.
walaupun kecil dan energi yg di padatkan tidak bisa membuat tuan menerobos karna tingkat kemurnian energinya tidak semurni milik tuan, tapi untuk ke dua teman tuan itu sangatlah bermanfaat, jika mereka menyerapnya pasti mereka bisa langsung naik ke ranah raja beladiri dalam waktu 2 tahun tuan)
ucap system'.
"heh walaupun tidak semurni energi ku tapi ini adalah harta Karun yg tak ternilai untuk orang yg ada di alam rendah ini, jika aku bisa mendapatkan batu energi yg lebih besar dan lebih murni dari batu energi ini maka aku mungkin bisa menerobos satu ranah"
batin long Shan.
Ding...
(energi pada batu ini hanya setara dengan pil roh tingkat kaisar yg ada di alam tengah tuan, masih kalah dengan pil tingkat leluhur)
__ADS_1
jelas system'
"kau benar system', dengan ranahku ini hanya pil tingkat leluhur yg bisa membuatku naik tingkat, jika menggunakan pil tingkat kaisar maka akan memerlukan beberapa pil sekaligus, tapi bagaimanpun juga energi yg ada di dalam pil masih kalah murni dari pada energi dari batu energi ini"
ucap long Shan.
"baiklah ayo kita bongkar batu itu, tapi sebelum itu ambil dulu lumut emas itu"
ucap long Shan sambil berjalan ke arah lumut emas itu dan di ikuti oleh Miao bersaudara.
setelah sampai di batu besar yg ada di bawah pohon itu, long Shan mulai mengambil lumut emas itu, lumut itu cukup banyak, bisa di gunakan untuk membuat puluhan butir pil.
"kalian mundur dulu kawan"
ucap long Shan.
tanpa tanya ke dua bersaudara itu mundur beberapa langkah dari batu.
setelah melihat ke 2 temannya itu mundur, akhirnya long Shan mengepalkan tangannya dan langsung meninju batu besar itu hanya menggunakan sedikit kekuatan fisiknya.
"bom....
batu itu langsung hancur menjadi serpihan kecil.
Miao Jun dan Miao Li terkejut dengan kejadian ini, mereka tak menyangka kekuatan fisik temannya itu sangat mengerikan.
"baik sudah selesai, kemarilah kalian"
"kawan kekuatan fisikmu kuat sekali"
ucap Miao Li kagum.
"kalian juga bisa memilikinya jika kalian benar-benar melatih fisik kalian, ingat fisik juga bagian dari pondasi kalian, bukan hanya jurus dan keterampilan fisik saja, tapi juga kekuatan fisik itu sendiri adalah fondasi utama"
ucap long Shan.
"kami mengerti kawan, lalu di mana lubangnya, kau bilang di bawah batu ini ada lorong"
ucap Miao Jun sambil melihat tempat di mana batu tadi.
"oh lubangnya memang di bawah batu ini, tepatnya di bawah akar pohon itu"
ucap long Shan sambil menunjuk lokasi keberadaan lubang.
"jadi kita akan menggalinya kawan...?"
ucap Miao Li.
"tidak perlu, cukup pukul saja, tapi sebelum itu kita buat Aray dulu di sekitar sini, bagaimanapun juga hutan ini sering di jelajahi oleh orang lain"
__ADS_1
ucap long Shan, lalu ia membuat segel tangan.
"Aray ilusi aktif"
ucap long Shan.
setelah ucapan long Shan di bawah kaki long Shan muncul rune-rune Aray dan langsung membesar sekitar 10 meter dan setelah itu langsung bercahaya dan membentuk kubah, setelah kubah Ter bentuk cahaya dan kubah itu menghilang.
"baiklah Aray sudah selesai, ayo kita masuk"
ucap long Shan, lalu mengepalkan tangannya dan langsung memukul tanah tepat di atas lubang lorong itu.
"bom...
tanah yg menutupi lorong itu langsung runtuh, dan munculah lubang yg bisa di masuki oleh orang dewasa.
"baiklah ayo masuk"
ucap long Shan yg langsung melompat turun.
setalah terjun 4 meter di bawah tanah akhirnya long Shan sampai di dasar lorong, tepatnya jalan di lorong itu.
"kawan kemana arah lorong ini, apa ini di buat manusia."
ucap Miao Li.
"sepertinya tidak, lihat yg kita injak ini adalah tanah keras, semacampasir yg memadat menjadi batu tapi tidak sekeras batu, dan lagi ini ada air walaupun hanya sampai mata kaki kita, dan lihatlah di belakang kita, tanah di belakang kita ada rembesan air, ini terbentuk karna adanya sumber air ini, dan lorong ini mengarah ke bawah, mungkin saat musim hujan lorong ini di penuh i oleh air yg berasal dari resapan air hujan di wilayah sekita sini, ayo turun harta yg luar biasa untuk alam rendah ini ada di depan kita, tapi pelan-pelan saja bagaimanapun kita akan menurun ke bawah tanah"
ucap long Shan.
"kawan apa yg tidak kau ke tahun, kau tau semuanya, bahkan tempat yg baru saja kau datangi kau juga langsung tau"
ucap Miao Jun.
"saat kita berpetualang di luar, hal utama yg penting bagi kita adalah, teliti, dan segera kenali apanyg ada di sekitarmu, lihat dan pelajari dengan begitu kalian akan mudah lolos jika ada bahaya, waspada itu penting, jadi setiap sampai di tempat baru segera kenali apa.yg ada di sekelilingmu, jika ada musuh yg menyerang kau akan bisa menghindarinya, begitupun jika ada hal janggal atau harta kau segera menyadarinya, itulah pentingnya waspada, teliti, dan kenali wilayah keberadaan mu"
ucap long Shan.
"kawan kami akan selalu mengingat pelajaran yg kau berikan, bagaimanpun kau itu tidak seperti anak-anak seusia kita, lebih tepatnya kau itu seperti orang tua yg sudah menjelajah berbagai tempat"
ucap Miao Jun.
"yah itu menurut kalian, tapi tetap saja umurku masih 13 tahun"
ucap long Shan.
"kawan ke napa airnya semakin lama semakin dalam..?"
ucap Miao Li.
__ADS_1
"yah itu karna kita semakin menurun dan sumber air di sini semakin banyak, lihatlah dinding tanah di samping kanan dan kiri kita, air terus merembes dari dinding itu"
ucap long Shan.