
"huh ayolah kakek, akhir-akhir ini aku jarang istirahat Karana pekerjaan bisnis kita menumpuk, dan lagi adik ke 2 dan ke 3 juga sibuk dan mereka juga di bantu oleh adik ipar, sekarang yg biasanya membantuku juga sedang liburan di istana"
ucap long Tian.
"dasar bocah, kau itu belum tua jadi jangan harap pensiun, aku dan ayahmu akan melakukan kultivasi tertutup jadi jika tidak dalam keadaan darurat jangan bangunkan kami, fondasi kami sudah setabil saatnya menembus ranah dewa"
ucapnya lalu menghilang.
long Tian yg mendengar itu hanya bisa tersenyum masam.
"heh kapan aku akan berlatih, aku juga sudah menembus ranah imortal *8 akhir"
keluh long Tian sambil berjalan dengan lemas menerima nasib.
sesampainya di ruangan kerjanyadi sana sudah menunggu ke 3 adiknya, mereka juga memiliki mimik wajah yg sama dengan long Tian.
"hei kenapa Waja kalian seperti itu..?"
"hei ayolah kak, kita sudah tidak istirahat untuk beberapa bulan belakangan ini, dan istriku juga sedang liburan karna mendengar kakak ipar liburan di istana"
keluh long Dian.
"lalu kenapa dengan kalian long Jian long sijian..?"
ucap long Tian.
"kita memiliki nasib yg sama kakak, kau tau kan kita juga perlu liburan dan sekarang di tambah kakek dan ayah juga melakukan latihan tertutupnya"
ucap long Jian.
long Tian yg mendengar itu hanya bisa tertegun dan menghela nafas.
"sepertinya kita perlu liburan sementara, kalian kan mempunyai sekertaris sekarang, lalu dimana mereka sekarang..?"
ucap long Tian.
"mereka kami tugaskan untuk mengurus urusan luar kakak, tidak mungkinkan kami yg mengurus urusan luar"
ucap long sijian.
"sepertinya kita hanya bisa lembur untuk beberapa hari, dan menyetop beberrapa urusan untuk beberapa hari kedepan agar kita bisa bersantai sedikit"
ucap long Tian dan di angguki oleh ke 3 adiknya.
waktu terus berjalan, matahari mulai muncul menampakan wajahnya.
long shan mulai membuka matanya.
"sudah pagi rupanya, lebih baik aku membersihkan diri dulu mumpung ada sungai di sini"
__ADS_1
ucap.long Shan sambil menghilangkan Aray yg ia buat.
ia pun tanpa melepas pakaiannya langsung menceburkan diri di sungai.
setelah puas acara membersihkan dirinya, long Shan mulai membakar daging lagi untuk sarapan sebelum kembali melanjutkan perjalanannya.
waktu terus berlalu, setelah rutinitas paginya selesai iapun mulai melanjutkan perjalanannya.
"Hem aku mendengar suara pertempuran tidak jauh dari sini"
ucap long Shan, karna penasaran akhirnya ia memutuskan untuk melihatnya.
sesampainya di lokasi, ia melihat 3 wanita yg sedang di serang oleh 15 orang dengan penutup kepala.
"sepertinya mereka ini bandit, dan para wanita itu sepertinya adalah murid sekte di lihat dari pakaian yg mereka kenakan"
bangun long Shan.
para wanita itu mulai terdesak karna kalah jumlah.
para wanita itu berada di ranah jendral b ladiri dan para bandit itu juga berada di ranah jendral beladiri dan di pimpin oleh raja beladiri.
"tapi di lihat dari gerakan mereka sepertinya mereka bukanlah bandit"
batin long Shan yg masih mengamati pertarungan itu.
"sepertinya para wanita itu memerlukan bantuan"
ucap long Shan lalu menghilang dari tempatnya dan muncul di tengah-tengah pertempuran itu.
karna kedatangan long Shan pertempuran itu langsung berhenti, dan semua orang mundur berkumpul dengan kelompoknya masing-masing.
"oh tidak baik rasanya 15 pria mengeroyok 3 wanita, sepertinya para paman-paman sekalian sudah tidak memiliki harga diri"
ucap long Shan sambil tersenyum.
"heh bocah kau siapa, kenapa ikut campur dengan urusan kami, apa gunanya harga diri, harga diri kami tidak akan tercoreng jika kami berhasil menghabisi target kami dan karena kau muncul dan melihat kejadian ini maka kau juga harus mati"
ucap salah satu pembunuh bayaran itu.
"adik lebih baik kau pergi saja dari sini, biarkan kami yg melawan mereka jangan melibatkan dirimu dan membahayakan nyawamu dengan menolong kami"
ucap salah satu wanita itu.
"oh kakak-kakak sekalian tenang saja, hanya para keroco seperti mereka sangat mudah menghadapinya"
ucap long Shan santai.
"apa kau bilang bocah, sepertinya kau sudah tidak sabar ingin mati rupanya"
__ADS_1
ucap salah satu pembunuh bayaran itu.
"hah karna aku sedang terburu-buru dan tidak ingin terlambat maka kalian para keroco bisa langsung mati saja"
ucap long Shan sambil menjentikan jarinya dan tiba-tiba muncul 15 tetesan air di depan long Shan, dengan gerakan jarinya tetesan air itu langsung melesat ke arah pembunuh bayaran dan langsung menembus kepala mereka satu persatu, hanya dalam 2 detik mereka semua mati.
ke 3 wanita yg melihat itu langsung mematung di tempat, mereka mengeluarkan keringat dingin, betapa kuatnya anak muda di depannya ini.
"baiklah nona, kurasa urusanku di sini sudah selesai untuk mayat mereka lebih baik para nona-nona saja yg urus siapa tau di antara mereka ada petunjuk untuk nona-nona sekalian, kalau begitu aku pergi dulu"
ucap long Shan lalu menghilang tanpa meninggalkan aura sedikitpun.
setelah menghilangnya long Shan ke 3 wanita itu langsung sadar.
" sungguh betapa kuatnya dia, padahal ia tidak memancarkan energi sama sekali, seperti manusia biasa tanpa kultivasi"
ucap salah satu wanita itu.
"jangan memandang orang hanya dari sampulnya saja"
sahut temannya.
"umur anak muda itu masih jauh di bawah kita tapi kekuatannya sudah naik di atas kita, sungguh dunia ini begitu besar, dan kita tidak tau siapa pemuda itu"
ucap temannya lagi.
"apa sebenarnya pemuda itu adalah ahli tua yg menyamar menjadi pemuda"
ucap temannya lagi.
"aku rasa tidak, aku sempat melihat umur tulangnya, dan aku yakin umurnya masih 12 tahun"
sangkalnya.
ah terserahlah, yg terpenting sekarang kita cari informasi dari para pembunuh bayaran ini, setelah mengetahuinya kita akan melaporkan kejadian ini ke sekte"
ucap salah satu wanita itu dan di angguki oleh ke 2 temannya.
sedangkan di sisi long Shan sekarang ini ia sedang berjalan santai melewati jalan yg biasanya di lewati oleh para pedagang.
"sungguh pagi yg cerah"
ucap long Shan sambil melihat sekelilingnya.
"aku rasa para pasukan dan kakak liang sudah sampai di posisi mereka masing-masing dan hanya tingga aku saja yg belum sampai, sesuai rencana pembantaian ini akan aku lakukan malam nanti jadi tidak perlu buru-buru biarkan para anak burung kembali ke sarangnya dulu hehehehehe"
ucap long Shan menyeringai.
ia sudah tidak sabar untuk mencari poin system', walaupun mereka banyak yg lemah dan menghasilkan sedikit poin system' tapi itu masihlah poin system, sekalian ia juga memusnahkan biang kekacauan di masa depan.
__ADS_1