
seorang pria paruh baya dengan jubah hitam bercorak merah langsung terkejut setelah mendengar ucapan long Shan.
"sialan sejak kapan dia menyadari ku, jika begini aku tidak bisa membungkam mulut ke dua sampah itu"
batin nya sambil mengeratkan gigi nya.
"tidak, aku tidak boleh berlama-lama di sini, dia buka anak biasa, bahkan dia tau dengan ranah kultivasi ku, aku bukan lawan nya, firasat ku sudah tidak enak dengan bocah itu, aku harus pergi dan melaporkan hal ini kepada yg lain nya"
ucap nya yg langsung melesat dan menghilang di kegelapan.
"saudara Shan, kau sudah menangkap nya..?"
ucap bian Pio sambil mengarahkan mata nya ke area sekitar nya.
dia bisa melihat kerusakan cuku parah di area ini, untuk saja halaman ini cukup luas.
"tentu saudara Pio, dan maaf aku tidak sengaja sedikit menggunakan kekuatan ku, akhir nya merusak tempat ini"
ucap long Shan.
"ah..tidak apa saudara Shan, ini hanya tanah saja, akan pulih dengan sendiri nya nanti"
ucap bian Pio.
"baik lah, ayo kita buat mereka memberikan kita informasi"
ucap long Shan.
"baik saudara Shan, kalian bawa orang ini ke kediaman ku, dan sebagian lagi tolong bersihkan tempat ini, tidak ada pohon yg tumbang, tapi pecahan batu-batu itu perlu di singkirkan"
ucap bisa Pio.
"baik tuan muda"
ucap para penjaga.
"ayo saudara Shan, kau juga harus beristirahat"
ucap bian Pio dengan ramah.
akhir nya mereka masuk kembali ke kediaman bian Pio.
di ruangan bawah tanah di kediaman bian Pio.
"katakan informasi yg kalian miliki jika tidak aku akan memotong jari kalian satu persatu, tentu saja jika kalian tetap tidak bisa bicara maka selain jari, anggota tubuh kalian yg lain juga akan aku potong"
ucap tetua jin.
sedangkan Long Shan, bian Pio dan para tetua lain nya hanya duduk santai di kursi yg sudah di sediakan di ruangan itu.
__ADS_1
"cuih..kami tidak akan memberikan informasi apapun kepada kalian, walaupun kalian menyiksa kami sampai mati sekalipun"
ucap salah satu mata-mata.
"benar, lebih baik kalian cepat bunuh kami, karena kami tidak ada guna nya untuk kalian"
ucap teman nya.
"kalian memang tidak berguna untuk kami, tapi kalian bisa berguna untuk memberikan informasi untuk kami"
ucap tetua jin dengan abigu.
"mari kita lihat sampai mana tekat kalian untuk tetap tutup mulut"
ucap tetua jin dengan seringai kejam nya.
aarrrhhhhhhhkkk...
aaahhhhhhhhh....
aaarrrhhhkkk..
teriakan memilukan dapat di dengar di ruangan bawah tanah itu.
di tempat lain, sekarang ini ada beberapa pria paruh baya dan satu pria tua dengan jubah hitam sederhana.
"apa kau tidak salah dengar..?"
ucap pria tua itu.
ucap pria paruh baya itu.
"heh...tak ku sangka tuan muda kalian memiliki teman seperti nya, bocah itu sangat berbakat, jika kita bisa merekrut nya masuk ke dalam sekte lembah iblis maka dia akan menjadi pion yg hebat kelak"
ucap pria tua itu dengan seringai licik.
"maaf tetua, jika benar yg di ucapkan saudara ku, maka besar kemungkinan ranah bocah itu lebih tinggi dari.pada saudara ku"
ucap seorang pria paruh baya lain.
"lalu apa, paling di hanya berada di ranah kaisar, aku adalah tetua agung sekte lembah iblis, saat ini Patriak sedang memulihkan diri nya, aku lah yg mengatur semua nya, aku adalah ahli half saint, sudah cukup untuk membunuh nya jika dia tidak mau bekerja sama dengan kita.
bagai manapun rencana pengorbanan darah harus di jalan kan agar kebangkitan yang mulia panglima iblis bisa secepat nya terjadi, dengan begitu dia akan memberikan kita kekutan yg lebih besar lagi, apa kalian tidak menginginkan nya"
ucap pria tua itu dengan sinis.
"tentu kami ingin tetua, sekarang kami kesulitan menaikan ranah kultivasi kami, selain sumber daya, bakat kami.sudah mencapai batas nya"
ucap salah satu tetua.
__ADS_1
"baik, sekarang kita ke rencana awal, kalian secepat nya, jemput lah murid sekte dan beberapa tetua yg sudah di kirim sekte ke sini, mereka sekarang berada di hutan bagian timur"
ucap pria tua itu.
"biar aku saja tetua"
ucap seorang pria berumur 30 an.
"baik, kau yg termuda dia di bandingkan dengan tetua mu yg lain, bawa token ini, maka mereka akan mengerti"
ucap tetua agung sekte lembah iblis.
di sisi lain, di ruang bawah tanah kediaman bian Pio, teriakan memilukan masih berkumandang seperti musik.
"kalian kuat juga, tapi akan sampai mana kalian bertahan"
ucap bian jin.
sudah sepuluh jari milik mata-mata itu putus, tapi mereka masih tetap tidak ingin memberi tau informasi yg mereka miliki.
"paman, waktu kita tidak banyak, biarkan aku menggunakan tehnik jiwa untuk melihat ingatan mereka"
ucap long Shan.
"eh...apa kah bisa nak Shan..?"
ucap bian jin terkejut, karena baru kali ini dia mendengar ada tehnik jiwa yg bisa di gunakan untuk menelusuri ingatan orang lain.
"tentu bisa paman, ini adalah tehnik khusus, bisa di bilang tehnik kuno yg sudah hilang dari alam ini untuk mempelajari nya, tentu membutuhkan syarat khusus yg harus di penuh i"
ucap long Shan menjelaskan.
"seperti itu rupa nya, baik lah paman mengerti nak Shan"
ucap bian jin, dia tentu tidak terkejut akan hal itu, karena bagai mana pun long Shan memiliki guru seorang ahli tingkat tinggi.
akhir nya long Shan menggunakan jurus pbaca firkiran nya, jurus ini akan merusak firikaran musuh dan akan membuat nya gila, berbeda dengan jurus pembaca jiwa, jurus pembaca jiwa akan membuat orang yg di baca ingatan jiwa nya mati saat selesai membaca ingatan jiwa nya.
setelah beberapa saat, akhir nya long Shan selesai membaca fikran ke dua penyusup itu.
"mereka berdua akan menjadi gila, karena ingatan mereka rusak"
ucap long Shan.
"apa itu efek setelah kau melakukan tehnik pembaca pikiran kepada mereka saudara Shan..?"
ucap bian Pio.
"benar saudara, aku membaca fikiran mereka dengan paksa tanpa persetujuan mereka, yg arti nya aku merusak otak mereka secara langsung.
__ADS_1
berbeda jika orang itu mengijinkan aku membaca fikiran mereka, dengan begitu aku bisa membaca nya tanpa ada perlawanan, ibarat kita berkunjung ke rumah Tan kita dan kita di buka kan pintu lalu di persilakan masuk dengan begitu aku tidak perlu merusak pintu itu, itu lah tehnik yg aku gunakan saudara Pio"
ucap long Shan.