
di klan long sendiri long shan masih tertidur sampai suara ketukan pintu terdengar di kamarnya.
tok tok tok tok
long shan yg mendengar ketukan pintu pun bangun.
"yaaa..
"tuan muda, anda sudah di tubggu di ruang makan.."
ucap pelayan membangunkan long shan.
"baik aku akan segera datang.."
jawab long shan.
"baik tuan muda"
balas pelayan sebelum pergi.
"uhh lebih baik aku cuci muka dulu" ucapnya sambil meuju kamar mandi.
"uhh segarnya, sepertinya ayah dan ibu sudah menunggu, dan yg pasti mereka akan memberikan banyak pertanyaan untuku, hehehehehe untungnya aku sudah punya rencana"
ucap long shan dengan tersenyum karna ia sudah punta rencana.
long shan pun kekuar dari kamarnya menuju ruang makan, sambil berjalan long shan yg berpas pasan dengan para pelayan mendapatkan salam ramah, long shan pun hanya membalas senyuman.
setelah berjalan beberapa saat akhirnya long shan sampai ruang makan yg sudah ada ayah,ibu serta kedua adiknya itu.
"selamat malam ayah,ibu"
ucap long shan meberi salam kepada orang tuanya.
"duduk lah nak" ucap sang ibu..
"ayo mari makan, mei'er yi'er makan yg banyak" ucap sang ibu kepada dua adiknya itu.
"baik ibu" balas keduanya.
"long'er kau juga makan yg banyak" ucap sang ibu.
"hehehehehehe ibu tau saja kalo aku sudah sngat lapar"
ucap long shan cengngengesan.
"sudah jagan banyak bisara dulu saaat makan, habiskan makannya dulu baru kita mengobrol" sahut sang ayah.
"baik ayah" ucap long shan lalu mulai makannya.
setela beberapa saat acara makan selesai, semua orang pindah keruang tamu.
di ruang tamu.
"he'em long'er sepertinya ada yg perlu kau jelaskan kepada ayah, dan ibumu"
ucap sang ayah.
"hehehehehe apa yg perlu long'er jelaskan ayah"
tanya long shan.
"kamu pikir ayah tidak tau, kau tadi siang menghajar wei han dari klan we bukan.
" hehehehhe ayah sudah tau, dia sendiri yg membuat masalah ayah aku hanya memberinya sedikit pelajaran, paling 1 bulan ia sudah pulih, kalau keluarganya mau mengeluarkan sedikit koin emas hehehe"
jawab long shan.
"huhh lalu bagaimana caramu menghajar mereka bahkan 4 pengawalnya tewas" ucap sang ayah kembali.
__ADS_1
"oh itu ayah, aku hanya memukulnya pelan tapi mereka langsunv tumbang ayah, jadi bukan salah long'er" ucap long shan dengan entengnya.
"apa katamu, memukul pelan katamu" ucap sang ayah yg sudah mulai jengkel.
" hehehehehhe itu kenyataannya ayah"
ucap long shan dengan cengngengesan. tapi memang benar waktu ia memukul pengawal wei han ia hanya mengunakan kekuatan fisiknya saja itupun tidak secara penuh, karna perbedaan ranah dan tubuh yg sudah di babtis kesengsaraan petir kuno, kekuatan tubuh long shan berlipat lipat lebih kuat dari orang dengan ranah yg sama seperti long shan.
"lalu kata ibumu kau juga bisa menggunakan cicin penyimpanan, apa kau sudah bisa berkultivasi..?"
tanya sang ayah.
"hehehe benar ayah walaupun masih ranah rendah"
ucap long shan.
"apa, bagaimana mungkin long'er dantianmu waktu iru sudah rusak, paling kamu hanya mampu mengolah fisikmu saja.."
ucap sanga ayah dengan nada kaget.
"tidak ada yg tidak mungkin ayah, ada pil benama pil pengngembali meridian tingkat surgawi, pil itu mampu memulihakan meridian bahkan dantian yg telah hancur mampu terbebtuk kembali"
jelas long shan sedikit berbohong.
"apa...!"
bukannya pil itu hanya ada di alam atas, legenda mencatat pil tingkat surgawi adalah pill kelas tinggi yg hanya mampu di olah oleh alkemis tingkat surgawi, dan alkemis tingkat surgawi hanya ada di alam atas, bahkan itu sangat langka" ucp sang ayah dengan kaget.
"siapa yg memberimu pil itu putraku, apa kau menemukan peninggalan atau bagai mana" tanya sang ibu penasaran.
"hehehehehe ayah, ibu waktu itu aku hampir mati karna di kejar oleh singa api tingkat 6, sampai aku memasuki hutan larangan wilayah inti, saat aku tiba di tepi jurang terlarang, aku di selamatkan oleh guruku, dan guru membawaku masuk kedalam jurang, di dasar jurang itu lah aku di angkat menjadi murid, dan di beri pil pengngembali meridian tingkat surgawi, stelah aku menyerap pil itu di bantu guru, dantianku di regenerasi kembali, setelah dantianku pulih, aku di bawa guru ke suatu alam dimensi dan hanya guru yg bisa mengakses alam itu, aku di sana mulai berlatih selama 3 tahun, karna perbedaan waktu alam itu dengan alam ini, aku hanya memakan waktu hampir 2 minggu alam ini dan 3 tahun alam dimensi hehehehe" ucap lpng shan mengarang cerita.
"syukurlah long'er akhirnya kamu bisa berkultivasi sama dengan sepupu,sepupumu itu,terus dimna gurumu, apakah kau bisa mengajaknya kemari, biar ibu bisa berterimakasih dengan baik" ucap sang ibu sambil mebeteskan air mata karna terharu sekaligus senang karna putranya sudah bisa berkultivasi.
"benar kata ibumu long'er, undang lah gurumu kemari supaya ayah bisa menjamunya dan bertrimakasih dengan layak"
ucap sang ayah.
"hhuuhh sayang sekali long'er, ayah dan ibu ingin sekali berterima kasih secara langsung, tapi karna tidak bisa mau bagaimana lagi" ucap sang ayah pasrah.
"sepertinya gurumu seorang dewa long'er, kalau dia bisa berpetualang antar alam se tinggi apa kultivasi gurumu long er..?" ucap sang ibu sambil bertanya.
"long'er tidak tau di tingkat apa kultivasi gury ibu"
jawab long shan.
"hah sudah lah han'er dimanapun mater itu berada semoga dia selalu baik-baik saja" ucap sang ayah kepada ibunya.
"benar gege, semoga master itu baik-baik saja dimanapun ia berada" saut sang ibu membenarkan kata-kata suaminya.
"tapi kalau kau sudah bisa bekultivasi kenapa ayah tidak bisa melihat tingkat kultivasimu long'er, jangankan kultivasi bahkan auramu pun tidak ada..?" tanya sang ayah dengan heran.
"hehehehehe ayah aku memiliki tehnik untuk menyembunyikan tingkatan dan auraku ayah.
guruku pernah berpesan
" yg terlihat kuat belum tentu kuat dan yg terlihat lemah belum tentu lemah" itu kata guruku ayah hehehe" ucap long shan.
"sungguh bijak gurumu itu putraku, teruslah rendah hati di atas langit masih ada langit putraku" ucap sang ayah menasehati nya.
"benar kata ayahmu long'er, selalu ingat perkataan ayahmu jagan pernah sombong atau menindas orang lain"
tambah sang ibu.
"hehehe baik ayah,ibu"
ucap long shan.
"sekarang kau berada di ranah apa long'er " tanya sang ayah.
__ADS_1
"masih rendah ayah, hanya berada di ranah imortal tingkat akhir hehehehe"
ucap long shan dengan entengnya.
"aaaappaaaaa...!!
triak ayah dan ibunya dengan kaget.
" ayah ibu kenapa triak-triak, biasa saja kan bisa"
ucapnya lagi dengan entengnya.
katna sudah jengkel dengan sang putra, long tian pun berdiri dan langung memukul kepala putranya.
"thookk..
" aduhh ayah kenapa memukul long'er..."
ucapnya mengeluh.
"dasar bocah apa kau mau membohongi ayah dan ibumu, bagaimana mungkin kau yg baru berlatih selama 3 tahun sudah memiliki ranah setinggi itu huhh" ucap long tian dengan nada jengkel dan tidak percaya.
"ayah aku tidak berbohong tidak ada bukanya tidak mungkin ayah, itu semua karna putramu ini jenius"
ucap long shan dengan santainya.
"apa mau ayah pukul lagi kepalamu itu"
kata longtian tambah jengkel.
"huh baik-baik akan long'er buktikan, tapi sebelum itu, aku akan membuat aray dulu agar nanti auraku tidak membuat keributan"
ucap long shan dengan entengnya.
"tikk.."
suara jentikan jari long shan, dan tiba-tiba muncul aray transparan yg menutup seluruh ruang keluarga.
"baik ayah ibu long'er akan mulai"
ucap long shan, sedang kan orang tuanya masih linglung setelah melihat aray yg tiba tiba muncul.
belum juga selesai linglung mereka tiba tiba muncul energi sangat besar memberi tekanan yg luar biasa.
"wwwooouuuuussssssss..
setelah mengelurakan energinya beberapa detik, long shan langsung menariknya kembali.
" kaaaa..kaaa..kau tidak berbohong nak"
ucap sang ibu.
"long'er kan sudah bilang, long'er tidak berbohong ibu" ucap long shan dengan malas.
"boo..booocah, kau bebar-benar di ranah imortal, dan merupakan ahli tingkat tinggi di alam rendah mungkin ahli yg bisa menyamai kultivasimu bisa di hitung dengan jari sekarang" ucap sang ayah denga nada tidak percaya.
"hahahhahahahahha ahkirnya ayah memiliki penerus yg siap mengantikan ayah memimpin klan, ayah bisa pensiun dengan tenang sekarang hahahhahhahha" ucap long tian sambil tertawa setelah tersadar.
"gege long'er masih kecil, dia perlu mencari pengalaman aku tidak setuju kalau dia megantikan gege sekarang..!"
ucap ibunya dengan nada ketus kepada sang suami"
long shan yg mendengar perdebatan orang tuanya hanya bisa tersenyum kecut.
"benar kata ibu, long'er masih ingin berpetualang dan menikmati masa muda long'er..
ayah kan belum tua jadi ayah masih bisa memimpin klan "
ucap long shan dengan ketuss.
__ADS_1
"huuuh aklian ibu dan anak sama saja"
ucap long tian dengan nada pasrah setelah melihat ibu dan anak itu.