System Kaisar Semesta

System Kaisar Semesta
bab 174.bersiap menyerang, pelaku dari Aray kurungan


__ADS_3

semua orang yg melihat long Shan menghilang, langsung saja menjadi gempar karena amarah, mereka tidak mengira jika mereka akan di kurung oleh musuh, bahan sebelum melakukan peperangan seperti pada rencana awal dan juga tidak sesuai dengan kejadian yg mereka bayangkan.


long Shan muncul di luar penghalang Aray yg dia buat.


"sangkar iblis ini memang sepesial, walau pun tingkatan nya menurun dari tingkatan asli nya, tapi ini sudah sangat kuat kan, hehehehehe"


ucap long Shan dengan tawa main-main nya.


"sekarang lebih baik aku mencari kelompok lain nya"


batin long Shan lalu menghilang dari tempat nya.


di dekat Aray, ada 7 orang dengan jubah hitam sedang mengamati sekeliling nya, mereka baru saja tiba, tapi mereka malah melihat dinding Aray muncul di depan mereka dan membuat mereka langsung pergi menjauh.


"aray macam apa ini, simbol-simbol Aray ini sangat lah rumit, bahkan Aray ini keluar langsung dari dalam tanah tanpa ada pusat Aray di letakan"


ucap salah satu orang dengan jubah hitam itu.


"bukan nya tak jauh dari lokasi kita, para pasukan sekte lembah iblis itu berkumpul, apa kita salah jalan...?"


ucap orang berjubah lain.


"tentu saja benar, ini sesuai petunjuk yg di berikan oleh mata-mata pertama"


ucap orang berjubah hitam lain nya.


"Aray ini memancarkan energi yg sangat kuat, dan lagi kita tidak bisa melihat ataupun merasakan kondisi di dalam Aray, akan sangat beresiko jika kita mencoba masuk secara paksa, karena kita tidak tau apakah Aray ini di buat oleh anggota sekte lembah iblis atau sekutu kita"


ucap orang berjubah lain.


"kau benar, lebih baik kita kembali dan melaporkan hal ini agar tetua bisa mencari informasi tentang Aray ini kepada para sekutu "


sahut yg lain.


mendengar itu, akhir nya mereka sepakat dan langsung menghilang dari sana seperti hembusan angin.

__ADS_1


long Shan tentu tau dengan kehadiran mereka ber 7.


"ternyata mata-mata dari sekutu klan bian, baik lah biarkan saja, mari lanjutkan berkeliling"


batin long Shan lalu menghilang lagi.


waktu terus berlalu, tak terasa sudah hampir tengah malam.


di kediaman bian cung, saat ini kondisi nya sudah pulih berkat bantuan pil pemulih dari long Shan, semua orang berkumpul.


"kakak, sekarang sudah waktu nya kita menyerang mereka, aku yakin saat ini mereka sedang dalam suasana yg kacau dan jga kebingungan karena 7 tetua sekte lembah iblis termasuk tetua Anging sekte itu menghilang dan juga putra adik ke dua menjadi cacat, kemungkinan saat ini di sana sedang heboh mencari pelaku yg mencelakai putra nya, ini membuat dia tidak bisa mengambil tindakan karena kurang nya informasi"


ucap bian jin dengan serius.


wusss.....


"lapor Patriak, tetua, semua pasukan kita dan 3 klan bantuan sudah dalam posisi yg di rencanakan, dan dari pihak musuh saat ini masih kacau karena menghilang nya tetua agung sekte lembah iblis dan juga 6 tetua nya, dan lagi saat ini pasukan cadangan dari sekte lembah iblis telah terkurung oleh Aray yg sangat kuat"


ucap seorang pria berjubah hitam, yg tidak lain adalah mata-mata yg di kirim.oleh bian jin dan para tetua lain nya, sekaligus pengirim pesan antar klan.


"Aray kuat mengurung pasukan cadangan sekte lembah iblis, apa kau tau jenis Aray apa itu....?"


ucap bian cung.


semua orang juga memiliki pertanyaan yg sama, karena mereka memiliki dugaan jika Aray itu di buat oleh pemuda yg menjadi pendukung mereka saat ini.


"aku sama sekali tidak mengenali nya Patriak, tapi aku yakin jika Aray itu di gunakan untuk mengurung pasukan itu, dan aku tidak tau tingkatan pasti nya, simbol Aray itu sangat lah kuno dan rumit Patriak, mungkin hanya master Aray yg tau tentang Aray ini"


ucap sosok berjubah hitam itu.


ucapan sosok berjubah hitam itu langsung membuat semua orang terdiam, mereka sudah tau siapa pelaku yg membuat Aray itu, mereka memiliki keyakinan 100% dalam dugaan mereka.


"aku yakin itu adalah saudara Shan ayah, dia pergi ke luar untuk menemui tuan muda klan long di tempat rahasia nya, hanya dia yg memiliki akses masuk ke tempat itu"


ucap bian Pio dengan keyakinan mutlak di mata nya.

__ADS_1


semua tetua saling pandang, dan mereka juga menyetujui ucapan bian Pio.


"hah...dia telah banyak membantu kita, klan bian sangat berhutang Budi kepada nya"


ucap bian cung sambil menghela nafas.


"ayah sebenar nya saudara Shan akan segera pergi karena dia masih harus menolong teman nya yg saat ini terkena musibah, teman nya itu juga sama seperti kita, bahkan lebih parah, dia mendapat penghianatan oleh para tetua dan beberapa paman nya hingga dia di paksa bersembunyi di hutan kabut"


ucap bian Pio.


"jadi begitu, aku sudah pernah mendengar jika dia akan segera pergi makanya dia mengajukan penyerangan lebih awal, di samping karena perhitungan dari informasi yg kita dapat kan, juga karena waktu nak Shan menipis, apa kau tau siapa teman nya itu Pio....?"


ucap bian jin.


"tau paman, dia adalah tuan muda klan er, klan tingkat menengah di kota situ bagian barat kekaisaran"


ucap bian Pio.


"kota situ, kota itu berada dekat dengan hutan berkabut, hutan itu sangat berbahaya karena ada di beberapa bagian hutan yg memiliki ilusi yg sangat kuat"


ucap tetua hu sambil mengelus jengot panjang nya.


"tetua benar, kita pernah melakukan misi dan sempat singgah di kota itu, apa klan er adalah klan penopang kota kecil itu...?"


ucap murid sekte gunung emas.


"itu bisa saja, jika kita bisa mengirim pesan ke sekte dan meminta informasi tentang kota ini, mungkin kita bisa mendapat informasi secara akurat dan juga detai, sayang sekali, keadaan di sini tidak memungkinkan"


ucap tetua du.


"baik lah, jangan bicara kan hal ini dulu, lebih baik kita segera bersiap menyerang para pemberontak itu, ku rasa klan mi sudah bergerak bersama klan sa ke tempat klan to dan pasukan nya, klan to sudah di pastikan akan musnah kali ini, bagai manapun klan mi adalah klan besar di kota ini dan klan sa adalah klan besar yg sudah bertahan sejak jaman perang , fondasi mereka tidak lah lemah"


ucap bian jin dengan yakin.


"dasar klan to, kita sudah hidup damai selama ratusan tahun, tapi keturunan mereka malah membuat kedamaian ini hancur, sangat di sayangkan"

__ADS_1


ucap bian cung.


__ADS_2