
" Sial... sial... sial... sial!!! " Ucap Bryan yang kesal seraya memukul samsak tinju di tempat gym.
" Kenapa dia pergi sendirian? Apakah dia tak memikirkan temannya yang khawatir? Yoga sial, jangan mati sebelum aku bisa menghabisimu. " Gumam Bryan yang benar-benar tak bisa memikirkan apapun. Hampir semua anggotanya mengalami luka parah akibat perkelahian kemarin malam.
Ada seorang pria yang melihat Bryan marah dan kesal, kemudian ia mendekatinya dan bertanya. " Kenapa kau sangat marah? " Tanya seseorang pria tersebut yang ternyata pemilik gym ini.
" Entahlah, aku hanya marah pada diriku sendiri yang tak bisa menyelamatkan teman-temanku. " Jawab Bryan lalu menghentikan pukulannya dan beristirahat.
" Hahaha... kau sama sekali tak berubah. " Seru pemilik tempat gym tersebut dan menyentil dahi Bryan.
TUK...
" Aduhhh.... " Rintih Bryan yang kesakitan.
" Seberapa berharga temanmu itu? " Tanya pemilik gym.
" Ahhh... Mana bisa aku memberi harga kepada mereka. Lagian paman, kau juga tak memiliki teman. Kenapa malah nanya seberapa berharga temanku. " Jawab Bryan yang menyindir pemilik gym dan berdiri untuk menjenguk Vulkan yang kakinya kambuh lagi.
" Hei nak, siapa bilang aku tak punya teman? Kau tak ingat foto yang ku lihat kan dulu? " Teriak pemilik gym.
Bryan hanya tersenyum dengan meneteskan air mata, lalu pergi dengan motornya ke rumah sakit.
...----------------...
Di rumah sakit, anggota Gangster Slayer yang terlibat ke pertempuran kemarin malam akhirnya bisa pulang dengan cepat. Akibat skill regenerasi dari sistem mereka semua, namun Leon masih terlihat murung karena teman baiknya, Yoga, diculik dengan anggota Black Dragon.
" Leon, aku tahu perasaanmu. Maafkan aku yang tak bisa menyelamatkan Bos Yoga kemarin malam. " Ucap Arthur yang membujuk Leon agar tak terlihat sedih.
Mereka lalu berpapasan dengan Bryan yang menuju ke kamar Vulkan.
" Bryan... mau jenguk Vulkan? " Tanya Jonathan.
" Kalian udah dibolehin pulang? Syukurlah. Aku ingin jenguk Vulkan, sampai ketemu nanti. " Jawab Bryan lalu berjalan cepat ke kamar Vulkan.
Leon tiba-tiba ingin pingsan, untungnya Luna langsung memegangi Leon untuk tak langsung jatuh ke lantai. Rian mencoba membantu Leon untuk berjalan, namun Leon malah menolaknya. Akhirnya Jonathan memaksanya dan Leon dibantu jalan dengan Rian.
...----------------...
" Nita... Tolong sembuhkan luka Leon. " Teriak Arthur yang sedang mengasah pedangnya.
__ADS_1
" Iyaaaa... tunggu. " Balas Nita yang lagi di kamar mandi.
Ketika sampai di apartemen, Jonathan langsung tertidur di kamarnya dan langsung terlelap. Leon berbaring sambil memikirkan Yoga, sedangkan Rian mencari informasi tentang Black Dragon.
Nita keluar dari kamar mandi dan mendatangi Leon. Luna membawakan segelas air putih dan memberikannya ke Leon. Nita langsung mengaktifkan skill sihir pengobatannya dan menyembuhkan luka Leon yang tak dapat diregenerasi menggunakan skillnya sendiri.
Tiga puluh menit lamanya, akhirnya Leon sembuh. Ia teringat sesuatu penyebab ia tak bisa meregenerasi semua tubuhnya. Namun ia tak bisa mengingatnya dengan jelas. Tapi tiba-tiba Arthur yang sedang mengasah memberitahu hal yang tak terduga.
" Kalian tau tidak? " Tanya Arthur.
Mereka semua hanya menggeleng-geleng.
" Lawanku kemarin adalah seorang user. " Jawabnya sendiri dengan ekspresi wajah yang serius.
Mereka semua terkejut dan Jonathan langsung terbangun dan duduk disamping Arthur.
" Ceritakan semuanya. " Ucap Jonathan dengan tatapan serius.
Mereka semua tambah kaget, karena biasanya Jonathan adalah orang yang paling susah dibangunkan.
" Ah, iya. Orang itu adalah seorang user, namanya Dio Brando kan? " Ucap Arthur dan mengembalikan katana yang ia asah kedalam inventori.
" Sesuai data yang diberikan Rian, ia hanyalah seorang pria dewasa yang menjadi gangster. Namun kenyataannya ia adalah wakil dari Black Dragon dan seorang user seperti kita. " Jelas Arthur yang membuat mereka diam.
" Bagaimana kau mengetahuinya, bukankah hanya Yoga yang bisa melihat tampilan sistem dari semua user? " Tanya Leon yang ragu dengan penjelasan Arthur.
Arthur lalu mengelus dagunya dan menjentikkan jari.
" Sewaktu aku dipukul, tubuhku mengalami kesakitan yang parah. Aku kemudian ingin meregenerasi tubuhku namun tiba-tiba skill ku seperti ada yang blokir. Kalian juga merasakannya kan? " Ucap Arthur dan kembali bertanya ke Leon.
" Hmm... iya juga, ya. Aku juga ingin menggunakan skill penglihatan masa depan, namun skill ku tidak dapat ditekan. Seperti ada yang sedang memblokir mereka. " Jawab Leon yang mulai percaya dengan penjelasan Arthur.
" Begitu, ya. Ternyata ada orang jahat yang memiliki sistem. " Gumam Jonathan seraya mengambil kertas yang dipegang Arthur.
" Dio Brando, 29 tahun, memiliki data kriminal. Membunuh 2 guru sewaktu ia berada di SMA. Memerkosa 5 teman wanitanya ketika liburan ke Bali. Merampok uang dari minimarket. Orang ini menarik. " Gumam Jonathan yang membaca kertas yang berisi informasi tentang Dio Brando.
Jonathan kemudian membubarkan mereka dan menyuruh Arthur untuk menggantikan posisi Bryan, sedangkan Bryan menggantikan posisi Yoga.
" Bang... Kak Yoga nggak kenapa-kenapa kan? " Bisik Luna yang bertanya kepada Leon.
__ADS_1
" Dia kuat kok. Sebentar lagi mungkin dia bakal kembali. " Jawab Leon dan mengusap rambut adiknya. Leon lalu pergi keluar dan menangis melihat adiknya yang menanyakan tentang Yoga. Jonathan yang melihatnya ikut menangis dan langsung pergi ke kamar agar tak terlihat siapapun.
...----------------...
Di sebuah ruangan kosong yang hanya berisi tumpukan box kayu, seorang remaja yang pingsan sedang terikat disebuah kursi besi. Lalu masuk dua orang pria berbadan besar dan berdiri di hadapan remaja yang pingsan.
BUGH!!!
Seorang pria menendang remaja yang pingsan dan membuatnya tersungkur ke lantai. Remaja itu bangun dan melihat dua pria yang berada di hadapannya.
" Si-siapa kalian. Dimana ini? " Tanya remaja itu yang mungkin masih lemas.
" Akhirnya kau terbangun. Ketua, kau lihat kan aku bisa menangkapnya dengan mudah. " Ucap pria yang menendang remaja itu yang ternyata adalah Dio, sedangkan remaja tersebut adalah Yoga.
" Ya... sekarang kau keluar. " Ucap seorang pria itu yang ternyata ketua dari Black Dragon.
Dio lalu keluar sambil tertawa menatap Yoga.
" Apa yang kalian inginkan dariku? " Tanya Yoga yang tak biasanya ketakutan.
" Hei... kau kenal aku? " Tanyanya balik dan keluar dari bayangannya sembunyi.
" Hah! Stephen Logan. " Kaget Yoga yang melihat Ketua Black Dragon secara langsung.
" Ahahaha... ternyata kau kenal aku. Tak biasanya orang baru mengenalku. " Ucapnya dan mendekati Yoga.
" A-apa yang kau ingin dariku? " Tanya Yoga yang saat ini benar-benar takut.
" Hmm... apa, ya? Kau ingin aku berbuat apa? " Tanyanya balik.
Yoga hanya mengangguk karena tak berani bicara.
" Aku hanya ingin menginginkan dirimu menjadi seorang pembunuh!!! " Bentak orang itu dan memukul Yoga menggunakan tongkat besi.
BUGH!!! BUGH!!! BUGH!!!
Yoga hanya merintih kesakitan, ia juga tak bisa menggunakan skill regenerasi karena tangannya terikat. Ia juga berusaha menggunakan sistem lewat suaranya, namun hal itu tak membantu. Yoga hanya bisa menerima pukulan dari tongkat besi dan menahan rasa sakitnya.
Ia lalu teringat masa lalunya yang seperti ini.
__ADS_1
...****************...