System Sang Psikopat

System Sang Psikopat
EPISODE 34 - Mesin Gacha dan Menyuruh Bekerja Sama


__ADS_3

Keesokan harinya Yoga dan teman-temannya berangkat ke kampus, tapi lagi-lagi Yoga tak ingin berangkat bersama. Ia lebih memilih mengendarai motor antik nya untuk menikmati udara segar di pagi hari.


Ketika di perjalanan, Yoga bertemu lagi dengan pria yang meludahi nya kemarin. Namun karena penampilan Yoga yang culun, pria itu tak mengenalinya. Yoga memalingkan pandangannya ke arah depan dan berpura pura untuk tidak tahu.


Sesampainya di kampus, ia disapa dengan banyaknya mahasiswa disana. Tak hanya laki-laki yang menyapanya, perempuan pun memanggil manggil namanya.


" Hai Yoga.... "


" Selamat pagi, Yoga.... "


" Yoga, nanti malam ke alun-alun, yuk. "


Begitu lah sapaan dan ajakan mereka ke Yoga setiap hari. Sebenarnya Yoga juga merasa senang bisa dikenal dengan banyak orang. Namun dilain sisi, mereka tidak tahu Yoga sebenarnya. Bahkan berita tentang Yoga membunuh Logan pun tidak ada. Di berbagai berita, Logan tewas akibat kekejaman para narapidana disana. Tapi Yoga tak menghiraukan nya, yang jelas tugas membalaskan dendamnya telah selesai.


Yoga menenteng tasnya hingga masuk ke kelas dan langsung duduk di bangku nya. Leon yang sudah datang dari tadi, langsung memberikan susu kotak rasa strawberry ke Yoga.


" Ah, Leon. Tau aja yang kupikirkan. "


" Namanya juga teman. "


Yoga dan Leon saling senyum kemudian Yoga mengambil susu yang diberikan Leon dan meminumnya. Jam pelajaran dimulai, seperti biasanya Yoga selalu menjawab pertanyaan dengan cepat. Sesuai dengan kepintaran yang dimiliki pemilik tubuh dan dirinya, ia tanpa menggunakan sistem juga masih bisa menjawab pertanyaan dengan mudah.


Kling!!!


{Sistem diperbarui, sekarang anda bisa melakukan gacha di menu [Toko]. Untuk mendapatkan kupon gacha, anda bisa mengerjakan beberapa misi. }


Yoga yang tadi berdiri di depan kelas, langsung kembali duduk dan melihat [Toko] yang didalamnya terdapat mesin gacha. Yoga lalu bertanya kepada Leon tentang sistem gacha yang dimilikinya.


" Leon, kau punya mesin gacha di sistem milikmu? "


" Punya, tuxedo yang kuberikan kepadamu kan dari mesin gacha. "


" Ooo... begitu, ya. "


Kemudian Yoga melihat beberapa misi di menu [Misi] karena untuk mendapatkan kupon, harus mengerjakan beberapa misi untuk mendapatkannya.


Ketika menekan menu [Misi] ia melihat dua tombol lagi di dalam nya. Ada menu [Misi harian] dan [Misi Bulanan]. Yoga menekan [Misi Harian] dan melihat banyaknya misi yang belum ia kerjakan dari kemarin. Total ada 1.897 misi yang menumpuk disana. Lalu Yoga membuka menu [Misi Bulanan] dan hanya terdapat 4 misi yang belum ia kerjakan.

__ADS_1


Ia memulai dari misi harian, ia menekan salah satu misi dan muncul beberapa tugas yang harus diselesaikan hari ini juga.


...[Misi Harian]...


...Membaca buku pelajaran dan mengerjakan soal-soal yang ada di buku....


...Reward...


...1 Kupon Gold dan 4 Kupon Silver...


Yoga yang melihat misi itu mudah, langsung membaca beberapa buku dan mengerjakan soalnya. Meski sekarang waktu pelajaran Bahasa Inggris, ia malah mengerjakan buku Sejarah dan menyelesaikan dari bab awal hingga bab akhir dalam waktu setengah jam.


Kling!!!


[Kupon telah dimasukkan kedalam inventori. Task Completed]


Tak punya banyak waktu untuk memikirkan nya, Yoga meminta izin ke toilet agar ia bisa melakukan gacha dengan bebas.


Bukannya pergi ke toilet, Yoga malah ke ruang aula dan masuk ke dalamnya. Karena aula nampak sepi dan tidak ada cctv disana, Yoga duduk di salah satu bangku paling depan dan melakukan gacha di mesin gacha pada sistemnya.


Lalu Yoga meng gacha dengan kupon terakhirnya yaitu kupon gold. Ia menutup mata dan mendengarkan suara putaran dan mesin gacha dan tiba-tiba ada suara yang mengejutkan. Yoga mendapatkan sebuah skill pasif yaitu [Refresh] yang dimana skill ini dapat membuat pengguna tidak memiliki beban pikiran meski sedang marah ataupun sedih.


Karena Yoga tak mendapatkan barang yang bagus dari mesin gacha nya, ia nampak kesal dan sedih. Namun tiba-tiba skill [Refresh] bereaksi sendiri. Yoga langsung melepas semua kekesalannya dan kembali ke kelas dengan senyuman tipis di wajahnya.


" Kok tiba-tiba aku merasa tenang, ya. " Batin Yoga yang berjalan menuju kelas.


...----------------...


Bel istirahat pun berbunyi, Yoga, Leon dan Luna pergi ke kantin untuk makan bersama teman-teman yang lainnya. Yoga mengingat sebuah kalung yang didapatkan dari mesin gacha tadi, Yoga mengambilnya dan memberikan ke Luna. Tanpa berbicara sepatah kata pun, Luna mengambilnya dan tersenyum ke Yoga.


Yoga membalas senyuman dan mengangkat tangan dan meletakkan di belakang kepala. Sebenarnya Yoga malu memberikan kalung itu ke Luna, tapi karena skill [Refresh] yang bersifat pasif Yoga selalu tenang meski dalam kondisi apapun.


Dari kejauhan, Jonathan keluar dari kelas bisnis dan kemudian disusul dengan Arthur, Rian serta Nita dari kelas Informatika.


Mereka mengambil tempat seperti biasanya dan memesan beberapa makanan dan minuman. Yoga duduk disebelah Jonathan karena ingin berbicara dengannya.


" Jonathan, kau tau banyak tentang Angry Bull Group? " Tanya Yoga yang menatap Jonathan.

__ADS_1


" Perusahaan itu saingan berat ku, dia berada di peringkat pertama. Sedangkan aku berada di peringkat kedua. " Jawab Jonathan.


" Neptunus Group, bisa bangkrut karena gangster yang sering mengobrak-abrik karyawan perusahaan mu. Begitu kan, tadi malam aku diberi tawaran dengan seorang Kapolri untuk bekerjasama menyelesaikan masalah ini. Tapi kau setuju tidak? " Yoga lalu berdiri sebentar untuk mengambil foto dibagian saku belakang celananya dan meletakkan di atas meja.


Mereka yang disana langsung kaget melihat foto itu, Yoga memperlihatkan sebuah foto yang dimana Jonathan bersalaman dengan pemilik perusahaan Angry Bull Group.


" Aku bisa jelaskan.... " Jonathan lalu menjelaskan apa yang ada didalam foto itu.


Sebenarnya itu adalah foto pemilik perusahaan terbesar di Surabaya dan tidak ada maksud apa-apa di dalam foto itu. Mereka semua percaya kecuali Yoga, Jonathan sudah meyakinkan Yoga berkali-kali dan memperlihatkan semua dokumen yang berada di ponselnya.


Yoga hanya tertawa melihat temannya yang panik, sebenarnya dari awal Yoga sudah tahu. Tapi yang dipertanyakan bukan itu, tapi apa benar pemilik Angry Bull Group adalah orang yang sama seperti dalam foto itu.


" Kau yakin orang ini adalah pemilik perusahaan itu? "


" Entahlah, waktu itu sebenarnya juga tak ingin bertemu dengannya. Karena memang aku dan perusahaan itu tidak pernah akur. "


Yoga menghela nafas sambil melihat foto itu terus menerus.


" Jonathan, malam ini pergilah bersama Leon ke rumah pria tua ini. " Yoga memberikan kartu nama Handika ke Jonathan.


" Untuk apa ini? " Jonathan yang kebingungan dan menerima kartu nama itu.


" Jika ingin perusahaan mu berjalan kembali, jalan satu satunya adalah bekerjasama dengan dia. Jika kalian semua setuju aku akan bergerak bersama kalian. Yang paling jelas, aku akan melabrak semua gangster sedangkan kalian bekerjasama dengan pria tua itu. " Kata Yoga dan mengambil pesanan yang sudah datang.


Jonathan merenung sebentar dan memikirkan apa yang dikatakan Yoga sebelumnya.


" Baiklah, aku akan pergi kesana malam ini. " Jonathan.


" Mmm... Yoga, kau sanggup melawan gangster sendirian? " Tanya Leon yang ragu dengan Yoga.


" Seminggu ini aku sudah melatih kesadaran diriku, kau juga melihat langsung bukan. Yang jelas, aku bukanlah seorang penjahat ataupun pahlawan. Aku adalah pemburu sistem dan harus menjadi itu selamanya. "


Mereka semua yang disana langsung memberikan tepuk tangan dan mulai makan.


" Perkataan ku tadi keren tidak, ya. " Batin Yoga sambil menyantap mie goreng yang dipesannya.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2