
Waktu menunjukkan tengah malam, di restoran italia yang mewah. Yoga dan Arthur sedang makan spaghetti disana, Yoga mentraktir Arthur sebagai tanda terima kasih telah membantunya melarikan diri kemarin.
Sedang asyiknya berbicara dengan Arthur, Yoga melihat seseorang yang sangat dikenal sedang duduk di meja yang tak jauh dari meja mereka. Yoga melanjutkan pembicaraannya dengan Arthur, namun terganggu karena orang yang dikenalnya itu melambaikan tangan ke dirinya.
" Ada apa, Bos? " Tanya Arthur dan menoleh ke seseorang yang sedang dilihat dengan Yoga.
" Hah! orang itu kenapa ada disini? " Batin Arthur yang kebingungan melihat Dio berada di meja yang tak jauh dari mereka.
" Bukankah waktu itu dia mati? " Batin Yoga yang bertanya-tanya dalam pikiran.
Yoga berdiri dan pergi ke tempat Dio duduk dan disusul dengan Arthur yang membawa spaghetti di tangan kanannya.
" Hei... Bukankah waktu itu kau—" Yoga yang ingin bertanya, tiba-tiba terpotong dengan kedatangan Stephen Logan.
Yoga dan Arthur langsung memasang posisi untuk menyerang, sementara itu Logan malah duduk disamping Dio. Yoga dan Arthur masih terheran-heran dengan mereka berdua.
" Oi Logan, kenapa kau datang kesini? " Tanya Yoga dengan tatapan dendam.
" Hah? Aku? Kalian siapa? " Tanya balik Logan dengan wajah yang penuh kebingungan.
" Heh? Siapa? Ya kamu lah, siapa lagi. " Lanjut Arthur dan mendekati Logan.
Dio menahan Arthur dan mengajak mereka berdua untuk berbicara sebentar di luar.
" Dio, ada apa? " Tanya Yoga yang masih ditarik.
" Ahaha... bukan apa-apa, yang jelas. Dia bukan orang yang kalian cari. " Jawabnya dan berhenti di depan pintu masuk.
" Maksudnya? " Tanya Arthur yang juga ikut bingung.
" Ini aku yang sebenarnya, dan yang waktu itu di gedung dan terbakar. Itu cuma boneka hidup buatanku. " Jawab Dio sambil menggaruki kepala.
" APA!!! " Teriak Yoga dan Arthur.
" Bentar-bentar, bagaimana aku bisa... Mmm kau menggunakan alat apa untuk membuat boneka hidup? " Tanya Yoga yang awalnya ingin bertanya tentang kekuatan Necromancer-nya yang bisa menghidupkan jiwa yang telah mati.
" Ah... Hmm... itu, itu aku menggunakan mayat seseorang. " Bisik Dio ke Yoga dan Arthur.
Seketika Dio mengeluarkan tampilan sistem, namun ia tak tahu kalau Yoga bisa melihatnya. Yoga mendekati Arthur dan bertanya kepadanya. " Kau merasakannya? " Arthur hanya menggelengkan kepala.
Awalnya juga Yoga tak merasakan keberadaan seorang user, namun ketika Dio mengeluarkan tampilan sistem. Yoga langsung menyadari bahwa ada seorang user yang dapat menghilangkan jejaknya.
Dengan cepat, Yoga menendang Dio di bagian kepalanya. Ternyata tendangannya di tepis dengan Dio dan langsung bersiap untuk melakukan serangan balasan.
Arthur yang kaget melihat mereka berdua berkelahi juga ikutan membantu Yoga. Dan disini lah Arthur baru merasakan kehadiran seorang user yang sangat kuat.
__ADS_1
" Ahaha... kau menyadarinya. Aku Dio sang wakil Black Dragon yang sebenarnya. " Ucap bangganya dengan menunjuk Yoga dan Arthur.
" Bos, dia seorang user? " Bisik Arthur ke Yoga.
Yoga mengangguk dan mendekat ke arah Dio Perlahan-lahan.
" Ternyata strategi kalian lumayan juga, hanya untuk mengetahui bahwa aku adalah seorang user. Kau membohongi ku dengan membuat sebuah boneka yang memberiku sepotong roti kemarin. " Ucap kesal Yoga dan melesatkan tinjuan ke arah Dio.
BUGH!!!
Tak main-main, ketika tinjuan dari Yoga ditangkis, Arthur langsung melompat dan menendang kepala Dio dan diserang lagi dengan Yoga menggunakan tangan kirinya dibagian dada.
Dio langsung mundur beberapa langkah sambil berdiri untuk mengambil posisi bertahan.
Yoga melihat Dio akan melakukan regenerasi dengan sistem dan Yoga mengeluarkan pisau karambit dari penyimpanan sistemnya.
" Hei, kau tak bercanda kan? " Tanya Dio yang masih kesakitan.
" Bos, kau yakin melakukannya disini? Ada banyak CCTV, lho. " Bisik Arthur.
Yoga tak memperdulikan nya dan melemparkan satu pisau kearah Dio, kemudian Yoga berlari kearahnya dan menyerang Dio menggunakan pisau satunya.
Dio menghindari semua ayunan pisau dari Yoga dan terus mundur sampai menabrak orang-orang yang di sekitaran sedang memfoto aksi mereka berdua.
Yoga mengambil satu pisau yang dilempar nya tadi tergeletak di tanah. Dan berlari ke arah Dio yang masih berdiri kaku menatap Yoga yang memiliki aura pembunuh.
" Bos, hentikan. Kau sudah menakuti semuanya. Sebentar lagi polisi akan datang. " Ucap Arthur yang juga takut dengan tatapan Yoga yang menatap ke arahnya.
" Arthur, jika aku tertangkap. Bilang ke teman-teman untuk fokus belajar dan juga lanjutkan misi awal kita untuk membasmi para gangster. Dia bukanlah wakil dari Black Dragon, dia hanyalah seorang pembunuh yang sama seperti ku. Jadi kumohon, lepaskan diriku sekarang juga. " Ucap Yoga dengan terus terang, Arthur melepaskan genggamannya kemudian Yoga tersenyum dan berlari mendekati Dio.
Terdengar suara sirine mobil polisi dari kejauhan, Yoga tak memperdulikan suara itu dan lanjut ke urusannya yang belum selesai.
" Eh... Yoga, namamu Yoga kan? Aku jujur aku bukanlah seorang anggota gangster. Aku hanya menjalankan misi darinya. " Ucap Dio yang ketakutan.
Yoga menarik kerah baju milik Dio dan menusukkan satu pisau karambit ke perut Dio.
" Waktu itu, yang memukul diriku selama dua hari adalah dirimu kan? Logan yang waktu itu adalah dirimu kan? "
Mendengar ucapan itu, Dio menangis tersedu-sedu dan meminta maaf dengan apa yang dia lakukan.
" Ternyata kau seorang user yang bisa membuat makhluk hidup dan juga bisa menyamar. Apa yang kau inginkan dariku?"
Dio hanya menggelengkan kepala sambil menahan rasa sakit dibagian perut akibat tusukan pisau karambit tadi.
" Logan ada di penjara kan? "
__ADS_1
Dio langsung kaget dengan mata yang terbelalak, ia tak menyangka bahwa Yoga melakukan sejauh ini hanya untuk menemui Stephen Logan di penjara.
" A-aku... T-tak... B-bisa, aku tak bisa bertahan lebih lama lagi. Aku akan memberitahumu semuanya, jadi tolong lepaskan kerahku. Dan bunuh aku ketika polisi datang, aku tak mau dibunuh dengan orang itu. " Ucap Dio yang berubah pikiran
Yoga melepaskan cengkeraman nya dan mencabut pisau nya dari perut Dio.
" Waktu hidupmu dihitung dengan darah yang terus mengalir, jadi cepatlah untuk memberikan semua yang kau ketahui. " Ucap Yoga.
Dio menjelaskan secara jelas dan kali ini informasi yang didapatkan Yoga berbeda dengan informasi yang waktu itu diberikan Dio palsu waktu di gedung.
Polisi datang dan menodongkan seluruh pistol mengarah ke Yoga semua.
" Angkat tangan!!! " Teriak seorang komandan.
" Bunuh aku sekarang juga. " Bisik Dio.
Yoga menancapkan pisau ke leher Dio dan segera mencabutnya. Polisi yang menyadari itu langsung menembak tangan Yoga dan membuat pisau yang dipegangnya jatuh.
Yoga mengangkat tangan dan berlutut didepan para polisi. Seorang polisi memborgol tangan Yoga dan membawa Yoga untuk dibawa ke kantor polisi. Ketika berjalan, ia hanya tertawa dan dilihat oleh Arthur.
" Apa yang dipikirkan orang itu? " Batin Arthur dan mendekati Dio untuk memeriksa keadaannya.
Nadinya sudah tak berdetak begitu juga dengan jantungnya. Dio telah kehilangan nyawa malam ini, tepat di depan restoran italia. Arthur pergi ke dalam restoran karena ingat dengan Logan yang masih di dalam.
Arthur terkejut dengan Logan yang menjadi abu perlahan-lahan. Ia mendekati Logan dan mengambil abunya. Arthur merasakan abu itu dengan kedua jarinya dan ia tahu bahwa abu itu berasal dari abu seorang mayat yang telah dikremasi.
Arthur lalu keluar dan menerima sebuah pesan dari ponselnya.
[Chat Grup]
Jonathan : Arthur, kok belum pulang sih. Ada masalah, ya?
Arthur : Mmm... maaf Jonathan, Yoga tertangkap polisi.
Bryan : Apa? Dimana kamu sekarang?
Leon : Foto Yoga sekarang juga.
Arthur : mengirim sebuah foto.
Arthur : Aku akan pulang dan menceritakan kejadian ini ke kalian semua.
[Selesai]
Arthur kembali sendirian dengan memesan sebuah taksi online dan menunggunya di tepi jalan. Ia juga melihat restoran itu langsung diberi pembatas kuning untuk dilakukan investigasi.
__ADS_1
Taksi yang dipesan Arthur datang, ia menaikinya dan pulang ke apartemen dengan berita yang tidak baik.
...****************...