
Ketika sedang asyik menelpon temannya, Yoga mendengar kegaduhan dari luar. Ia lalu mematikan telpon dan mengembalikan ponselnya ke inventori. Yoga lalu keluar untuk melihat kegaduhan tersebut dan terlihat Andi sedang mengobrak-abrik kamar tahanan 996.
Yoga keluar dan menuju ke Andi yang sedang mengobrak-abrik kamar tahanan 996. Andi yang melihat Yoga tiba-tiba dibelakangnya sontak langsung berhenti dan keluar.
" Apa yang kau lakukan? " Tanya Yoga dengan tatapan marah.
" Kau yang sedang apa disini? " Tanya balik Andi.
" Ini wilayah kekuasaanku, kenapa kau mengobrak-abrik kamar tahanan 996? " Tanya Yoga kembali.
" Bukan urusanmu, aku hanya mencari uang untuk membeli vodka. " Jawab Andi kemudian meninggalkan Yoga begitu saja.
" Hei, berhenti sebentar. Bagaimana kalau kita tanding nanti malam? " Ajak Yoga.
" Kau tak ingin mati kan? " Ancam Andi.
" Cih, kau tunggu nanti malam. " Balas Yoga dan berdecih kesal.
Yoga kembali ke kamar dan berbaring sambil menatap layar sistem nya. Ia melihat ada menu baru yaitu [Toko], Yoga kemudian menekan menu itu dan melihat ada beberapa barang dan makanan dijual disana.
Yoga tersenyum lebar.
Yoga melihat minuman kesukaannya yaitu soda, ia melihat saldo uangnya yang masih banyak. Setidaknya masih tersisa 1 milyar lebih, tak berpikir panjang. Yoga membeli dua botol soda berukuran besar dan empat bungkus keripik kentang.
Tak hanya itu saja, ia juga melihat senjata yang dijual disana. Ia membeli dua pedang katana seharga lima juta untuk satu pedangnya dan satu buah pistol revolver yang berukuran sedang, serta beberapa amunisi.
" Membosankan, apa aku membeli sebuah laptop untuk bermain game... hmm. "
Yoga berpikir sejenak dan memutuskan untuk tidak membelinya.
" Bagaimana jika aku ke kamar Bram untuk minum soda bersama, mungkin bisa meredakan rasa bosan. "
Yoga dengan senyum bahagianya langsung memasukkan semua barang yang dibelinya tadi ke dalam penyimpanan sistem dan beranjak pergi ke kamar Bram.
...----------------...
Yoga sampai di depan pintu kamar Bram dan langsung membukanya tanpa memberikan salam. Bram terkejut melihat Yoga yang datang ke kamarnya. Bram beranjak dari kasurnya dan duduk di bangku dekat jendela.
" Kau mau minum soda? " sambil mengeluarkan sebotol soda di penyimpanan sistem. " Nih, kita minum diatas atap aja, yuk. " Ajak Yoga.
" Terima kasih.... " Balas Bram dan mengambil sebotol soda dari tangan Yoga.
...----------------...
Hari menjelang malam, para tahanan yang selesai makan malam langsung pergi ke lapangan untuk melihat pertandingan Yoga melawan Andi.
Tak seperti biasanya, kali ini para tahanan justru menyoraki Yoga yang akan menang. Tapi juga tak sedikit yang menyoraki Andi.
Logan yang belum tahu identitas Yoga sebenarnya datang untuk melihat pertandingan yang hebat ini. Karena sudah satu tahun tak ada seorangpun yang berani menantang Kesembilan Naga dari Dragon Cage ini.
Jack yang kemarin dibunuh dengan Yoga adalah seorang petarung Kesembilan Naga begitu juga dengan Andi yang saat ini akan bertarung melawan Yoga.
Logan yang duduk di kursinya berasumsi bahwa Andi akan menang melawan Yoga.
" Aku yakin, dengan sekali tendangan. Andi melumpuhkan pemuda itu dengan mudah. " kata Logan dan memulai pertandingan.
Yoga tersenyum selayaknya seorang psikopat, Logan yang melihatnya merasa seperti pernah melihat senyuman itu. Namun ia tak menghiraukan itu dan fokus melihat pertarungan yang hebat.
Yoga dan Andi beradu tendangan yang membuat para penonton bersorak. Andi menurunkan kakinya dan menendang Yoga menggunakan tumitnya. Yoga mengelak dan memasang kuda-kuda seorang petinju profesional.
" Kau yakin tak mau menyerah. " Andi yang menyiapkan serangan.
" Kau yakin bisa bertahan. " Balas Yoga dan melayangkan pukulan ke arah Andi tepat dibagian kepala.
Andi menangkis pukulan straight milik Yoga, namun pukulan itu justru menjadi jab yang pukulan itu mengenai dagu Andi dan terlempar ke luar arena.
" Aku seperti pernah melihatnya, siapa dia sebenarnya? " Gumam Logan yang sedang melihat gaya bertarung milik Yoga.
Pertarungan masih berlanjut meski Andi terlempar keluar arena pertarungan. Para penonton melempar Andi ke dalam arena dan Yoga langsung menginjak kepalanya.
__ADS_1
" Kesembilan Naga yang tersisa, keluar lah kalian semua!!! " Teriak Yoga yang membuat suasana menjadi hening seketika.
Logan masuk kedalam arena pertarungan sambil memberikan tepuk tangan untuk Yoga. Yoga menatap benci sambil menahan amarahnya. Tak lama kemudian, tujuh orang berbadan kekar masuk ke arena pertarungan dan mengepung Yoga saat itu juga.
Mereka adalah Kesembilan Naga Dragon Cage yang tersisa. Bukannya menyerang, dua orang itu malah mengambil Andi yang masih diinjak Yoga dan sisanya berada di samping Logan.
" Siapa kau sebenarnya? " Tanya Logan seraya membalut kan kain di tangannya.
" Hah!? Aku? "
" Iya, siapa lagi. "
" Ahaha... Aku Yoga, Yoga Hari Wibowo. Seorang anak remaja yang bekerja sebagai pembasmi gangster. "
" Yoga... aku kenal seseorang yang sama seperti mu. "
" Begitu, ya. Bisa kau ceritakan dirinya? "
Yoga mengeluarkan dua katana dari penyimpanan sistem nya dan membuat Logan dan para tahanan yang lainnya terheran-heran. Tangan yang tadinya kosong seketika mengeluarkan dua bilang katana yang panjang.
" Kau tau Nana? Perempuan yang bekerja sebagai penyidik dua tahun lalu. "
Logan masih kebingungan, ia melihat Yoga seperti seorang dewa kematian yang datang untuk mencabut nyawa mereka semua.
" Ah, sudahlah... tak ada manfaatnya jika mengajakmu bertanya. "
Yoga mengayunkan katana nya ke leher Logan dan ditepis dengan seorang anggota Kesembilan Naga. Tanpa berpikir panjang, Yoga menebas kepalanya dan darah langsung mengucur dari leher pria malang itu.
Kling!!!
Anda mendapatkan notifikasi baru.
[Psikopat]
Skill ini bersifat pasif, jika pengguna mengaktifkan skill ini. Maka ia menjadi tak terkendali dan membunuh orang didekatnya dengan brutal.
Kling!!!
Skill ini bersifat pasif, jika pengguna mengaktifkan skill ini. Maka pengguna dapat membunuh target tanpa ragu. Bahkan target memiliki pengawal sekalipun. Pengguna juga dapat membunuh target secara diam-diam.
Kling!!!
Sistem menggabungkan skill.
[Psikopat + Assassin]
Setelah penggabungan skill ini, pengguna dapat membunuh target dengan brutal tanpa mengeluarkan suara sekalipun. Kelemahan dari skill ini adalah, pengguna akan berada dibawah kendali dan tidak akan bangun sampai semua target yang ingin dibunuh tewas.
" Wow... ini beneran. " Kagum Yoga dan menghidupkan skill pasif dari kedua skill yang didapatkannya barusan.
Para tahanan langsung berlari setelah melihat Yoga menebas kepala seorang anggota Kesembilan Naga. Yoga yang berdiri disana masih bersikap tenang dan mengendalikan skill nya agar tak keluar dari kendali.
" Hei... bagaimana kalau kita bekerjasama. " Ajak Logan yang masih berdiri disitu.
Yoga menoleh dan menatap ke arah Logan dengan tatapan seorang pembunuh, namun tatapan ini bukanlah tatapan seperti biasanya. Bahkan Logan tak bisa bergerak hanya dengan tatapan itu.
" Si-siapa kau sebenarnya? "
" Penjara ini memakai sistem hukum rimba bukan. "
Yoga menebas kaki Logan tanpa ampun.
Setelah menebas kaki Logan, Yoga mengembalikan katana ke inventori dan mendekati Logan untuk berbicara kepadanya.
" Logan, siapa yang menyuruhmu menembak Nana? "
" Hah! Siapa kau sebenarnya??? "
" Aku membunuh Dio, masuk penjara ini, membunuh antek-antek mu. Dan sekarang kau masih bertanya siapa diriku? "
__ADS_1
Logan tak bisa berbuat apa-apa akibat kakinya terpotong dengan tebasan Yoga tadi.
" Kau kenal Yoga, seorang pembunuh bayaran yang menjadi psikopat. Itu semua karena ulahmu. "
" Hah!? Tidak mungkin, bukan, bukan aku. D-Dia yang menyuruhku, kau tau kan. "
Yoga duduk dan mengingat sejenak ingatannya dulu. Ternyata ada seseorang yang masih berada satu tingkat diatas Logan. Entah siapapun dia, Yoga belum pernah melihatnya.
" Ahaha... kau tau bukan. Bisakah kau membunuhku saat ini. Aku sudah tak tahan lagi dengan rasa sakit ini. "
Yoga menarik nafas dalam-dalam. Dan langsung memenggal kepala Logan waktu itu juga.
Dari kejauhan, Yoga melihat tahanan yang masih berada tak jauh dari sana. Yoga mematikan skill [Assasin] kemudian kembali ke kamarnya.
" Sial, perjalanan ku masih panjang. Balas dendam ini tak menyenangkan. Tapi apa kegunaan skill [Psikopat] ini, aku mungkin tak akan menggunakannya. "
Yoga membaringkan diri di ranjangnya.
" Ah... besok aku bebas. Cuma tiga hari aku disini. "
...----------------...
Sedikit penjelasan cerita Yoga yang agak membuat kalian bingung.
Flashback ketika ia sedang dieksekusi mati.
Yoga ditembak dengan tiga orang eksekutor yang diantaranya adalah Joseph. Sebelum Yoga menghembuskan nyawa terakhir, ia menyesal dan ingin membalaskan dendam kepada orang yang telah membuatnya seperti ini. Itulah mengapa, ketika ia hidup kembali ia memilih untuk menjadi normal.
Ketika berbicara dengan Joseph ketika Joseph mengetahui Yoga adalah seorang Yoga yang dieksekusi mati.
Sebenarnya ketika Joseph memperlihatkan foto Nana dan Stephen Logan, Yoga berfikir jika ia akan membalaskan dendam untuk dirinya dan Nana yang sedang koma.
Dio Brando
Dio Brando sebenarnya adalah seorang pembunuh yang sama dengan Yoga, namun Dio sudah lama memiliki sistem sedangkan Yoga mendapatkannya ketika bereinkarnasi. Yoga dan Dio adalah pembunuh bayaran dibawah naungan Logan. Itulah mengapa Dio dengan rela memberikan semua informasi milik Logan.
Natalia
Natalia ini sebenarnya istri kedua dari Logan, itulah mengapa ia mengetahui lokasi Logan dan memberikan cuma-cuma ke Yoga. Karena Natalia sendiri menyimpan dendam ke Logan.
Setelah percakapan dengan penyidik
Setelah penyidik keluar dari sel tahanan Yoga, Joseph datang bersama seorang anggota dewan dan membuat kesepakatan untuk membunuh Logan di penjara Dragon Cage. Joseph yang belum menyadari dan ragu tidak siap untuk mengirim Yoga kesana. Tapi Yoga memintanya untuk percaya kepada dirinya. Itulah mengapa Yoga bisa dikirimkan ke Kandang Naga.
...****************...
...Sistem Sang Psikopat : Season 1...
...Selesai...
__ADS_1