
Setelah menceritakan semua kejadian yang ia alami akhir-akhir ini, Oga tak sadar jika ia meminum banyak alkohol. Jadinya ia tertidur di cafe kecil milik Mikayo hingga esok pagi.
Sebentar, masih ada satu cerita yang dimana Oga mendapatkan reward dari sistemnya, yaitu [ Reinstall System ]. Mari kita pindah ke sudut pandang Oga lagi.
....
Maaf semuanya, kemarin aku ketiduran karena terlalu banyak minum alkohol. Dan sekarang aku malah dihukum untuk membersihkan cafe ini. Sambil membersihkannya, aku akan menceritakan kelanjutan ceritaku yang semalam.
....
Setelah aku menyelesaikan misi dari sistem, tiba-tiba pandanganku gelap seketika. Lalu muncul sebuah layar tampilan yang tidak asing lagi bagiku.
...[ Host telah melakukan instal ulang kepada sistem ]...
...[ Sistem mulai menghapus semua data milik host ]...
...[ Data telah dihapus ]...
...[ Mulai mengunduh data kembali dari pusat ]...
...[ Pusat diunduh dari perusahaan teknologi tercanggih bernama Zyrux di planet Zelta yang berpusat di galaxy Megalonia. ]...
...[ 0%» 18%» 29%» 38%» 46%» 55%» 69%» 71%» 83%» 97%» 100% ]...
...[ Data berhasil diunduh ]...
...[ Selamat, Anda mendapatkan sistem bernama Dari System ]...
...[ Apakah Anda ingin melakukan tutorial? ]...
...[ Ya/Tidak ]...
Sebenarnya ini berbeda dari sistemku sebelumnya. Tapi karena aku sudah pernah memiliki sistem, jadi aku memilih [ Tidak ].
Lalu tiba-tiba, sistem memberikan ku sebuah misi yang cukup mudah. Di misi itu ada tiga pilihan, [ Easy ] [ Medium ] [ Hard ]. Aku memilih easy karena memang aku tak ingin mempersulit hidupku.
Lalu misi yang kudapatkan adalah
...[ Misi ]...
...[ Cari penginapan gratis ]...
...[ Reward ]...
...[ Katana Kayu ]...
Awalnya aku senang karena misi ini terlalu mudah bagiku. Tapi ternyata, dua hari aku mengelilingi Tokyo. Aku tak menemukan tempat penginapan gratis. Untung saja misi ini tidak ada masa berlakunya, jadi aku masih bisa mencari tempat penginapan berhari-hari.
Sebenarnya aku juga bisa membatalkan misinya, namun hukumannya tak main-main.
...[ Hukuman ]...
...[ Death Loop ]...
Kalian tidak tahu Death Loop? Itu adalah kematian yang berulang kali. Kalian akan hidup dan akan mati lagi. Meski kalian sudah pergi ke tempat yang aman. Kematian akan selalu mendatangi kalian.
Kalian akan tidak nyaman dengan hidup seperti itu. Itulah mengapa aku menjalani misi ini meski harus menjadi gelandangan sekalipun.
Dua minggu kemudian, aku entah berjalan sampai mana. Tapi yang jelas, aku melihat papan jalan bahwa aku sampai ke kota Chiba.
Aku melihat sebuah cafe kecil yang bernama Mikayo Cafe. Lalu aku memasuki cafe itu untuk beristirahat sebentar. Aku memesan segelas soda dan seporsi takoyaki kepada seorang wanita cantik yang mungkin pelayan dari cafe ini.
" Mau pesan apa? "
" Segelas soda dingin dan seporsi takoyaki. "
" Tunggu, ya. "
__ADS_1
Dia lalu pergi dengan senyuman yang manis. Aku lalu menonton berita dari televisi yang terpajang disana. Tak lama kemudian, datang beberapa berandalan yang membuat rusuh cafe ini.
Lalu wanita tadi keluar dan berbicara dengan para berandalan itu.
" Ada apa kalian datang kesini? " Tanya wanita itu.
" Ada apa? " Ucap Seorang pria sambil mengerutkan dahulu. " Bukankah kalian belum menyetor uang keamanan. " Lanjutnya lagi.
" Ah, maaf. Kami belum ada uang. Ini juga baru dapat satu pelanggan dari tadi pagi. " Ucap wanita itu sambil menundukkan kepalanya.
" Hei wanita l4cur, kau pikir kami akan mengasihani kamu. "
" Bawa dia ke markas dan geledah semua cafe nya, jika ada uang atau barang yang berharga. Ambil saja semuanya. " Ucapnya dan terkekeh melihat wanita itu.
Brak!!!
" Yare Yare... biarkan wanita itu melayani ku terlebih dahulu. Barulah kalian pergi membawa wanita itu. " Bentak ku kepada mereka semua.
" Hei... Hei, kenapa kau ikut campur? Mau jadi pahlawan. " Ucap seorang pria yang berbeda, mungkin dia adalah anak buah dari pria yang berbicara dengan wanita itu.
Aku lalu berdiri dan melayangkan satu pukulan ke wajah pria yang datang mendatangi ku. Mereka berenam langsung memandang ke arahku.
" Serang dia! " Kata pria itu, mungkin dia adalah bosnya.
Aku hanya berdiri santai dan menendang tiga orang dengan tendangan putar ku. Mereka langsung terpental ke pintu dan membuat pintu itu rusak.
" Masih mau melawan? " Ucapku yang memanasi mereka.
" Sialan, hanya menyerang satu orang saja tak becus. " Ucap pria yang merupakan bos mereka.
" Berikan aku pisau. "
Seorang anak buah yang disampingnya memberinya pisau dan ia langsung berlari ke arahku. Tanpa banyak bicara, aku hanya mengelak kemudian memeluk badannya. Karena sudahku peluk, aku melepaskan pisau dari tangannya, lalu membanting nya dengan keras.
" Arrrggghhh... "
Ia merintih kesakitan dan terbaring di lantai dengan menutupi wajahnya, mungkin ia malu dengan kelakuannya. Kemudian aku menatap orang yang tersisa.
Mereka semua langsung mendekati diriku dan malah menggendong bosnya. " Maafkan kami, kami takkan datang kembali. " Mereka langsung pergi dari cafe ini.
Wanita itu mendekati ku dan berlutut dihadapanku.
" Terimakasih, terimakasih telah menyelamatkan ku. "
" Hei, bangunlah. Aku tak suka melihat orang yang berlutut kepadaku. "
Karena tak juga bangun, dengan paksa aku mengangkat dirinya untuk bangun. Aku melihat ia sedang menangis, air matanya menetes di kedua tanganku.
Lalu aku melepaskan dan duduk disampingnya. " Kenapa kau menangis? " Tanyaku kepadanya.
" Ahaha... tidak, aku hanya menangis bahagia. " Jawabnya dan mengusap air matanya.
" Tadi kamu pesan apa? Segelas soda dengan seporsi takoyaki kan. " Lanjutnya.
Aku hanya mengangguk dan dia langsung berdiri dan pergi ke dapur.
Beberapa menit kemudian, ia keluar dengan membawa segelas soda dingin dan seporsi takoyaki yang masih hangat.
" Oh iya tuan, karena tadi kamu menyelamatkan ku. Kamu mau aku melakukan apa untukmu? " Katanya yang memberi tawaran.
Kemudian aku berpikir sejenak untuk merenungi tawarannya. Ia akan melakukan apa saja untukku, bukankah itu yang ku cari-cari selama ini.
" Bisakah carikan tempat penginapan yang gratis untukku. " Sahut ku dan meneguk soda.
" Penginapan gratis? Tidak ada yang seperti itu. " Ucapnya dan duduk disamping ku.
" Tapi aku akan memberikan penginapan gratis untukmu. " Lanjutnya lagi.
__ADS_1
Aku langsung menyemburkan soda yang masih di dalam mulutku. " Benarkah? " Wanita itu menganggukkan kepala dengan senyum.
" Siapa namamu? " Tanyaku lagi.
" Mikayo, pemilik cafe ini. " Jawabnya.
" Ah... kupikir kamu adalah seorang pelayanan. "
Dia hanya tersenyum sambil memandangi wajahku. Aku memang agak malu, tapi bagaimanapun aku harus menyelesaikan misi ini. Aku lalu kembali memandangnya.
" Dimana penginapan itu? "
....
" Apa? Aku akan tidur bersamamu di kamar ini? "
Dia hanya menganggukkan kepala.
Aku ditawari sebuah penginapan gratis yaitu tidur bersama pemilik cafe di sebuah kamar yang berada di lantai atas cafe.
" Emangnya kamu sendirian disini? "
" Iya, aku hanya tinggal sendirian. Cafe ini adalah peninggalan ibuku. Itulah mengapa aku tak ingin cafe ini hilang begitu saja karena para berandalan itu. "
" Ahaha... sebenarnya aku—"
" Tidak apa-apa, aku tak akan berbuat apa-apa kepadamu. "
Aku masih ragu untuk tidur berdua di kamar yang lumayan luas. Sebenarnya aku tak masalah dengan tidur bersama. Yang menjadi masalahnya adalah nanti aku bisa kebablasan memakai sistem di hadapannya.
" Bagaimana, kamu mau tidak? " Tanya Mikayo yang menepis pikiranku.
" Baiklah, jika itu tidak masalah bagimu. Aku akan menginap disini. "
Aku kemudian mengeluarkan dompet untuk membayar soda dan takoyaki yang ku pesan tadi.
" Ini uang segelas soda dan seporsi takoyaki tadi. "
" Tidak, tidak usah membayar. Semua ini adalah balasan karena telah menyelamatkan ku. " Ucapnya yang menolak uang tersebut.
Aku lalu meraih tangannya dan memberikan 2000 yen.
" Ah... tidak, aku tidak mau menerimanya. " Ucapnya dan melepaskan tanganku dari tangannya.
" Tidak, ini hanya untuk kerusakan pintu yang ku buat tadi. "
Perlahan-lahan ia meraih tanganku kembali dan mengambil uang tersebut. " Arigatou. " Ucapnya yang keluar dari mulut kecilnya.
" Iie, aku boleh tidur kan. " Balas ku dan menatapnya dengan senyum.
" Silahkan, kamu tidak ada pakaian yang lain ya? Itu di lemari ada pakaian milik ayahku. Kamu pakai aja pakaian itu. " Ucapnya.
Aku hanya tersenyum dan langsung baring di atas kasur, dia lalu menutup pintu dan kembali ke bawah. Aku mengeluarkan ponsel yang baru ku beli. Ponsel yang lama sudah terbakar dan jika tetap kusimpan, mungkin bakal ketahuan dengan mereka.
Dan akhirnya misi ku berhasil dan katana kayu tiba-tiba muncul dari atas langit-langit lalu jatuh tepat di wajahku.
" Sistem, sialan. "
....
Itulah ceritaku hingga aku tinggal dan disuruh membersihkan cafe ini. Para berandalan juga tak pernah datang kemari. Dan para pengunjung cafe juga sudah mulai banyak yang datang kesini.
" Oga!!! Kamar belum dibersihkan, ya? " Teriak Mikayo dari lantai atas.
" Oh iya, aku lupa. " Gumamku dan menuju ke lantai atas.
Aku membuka pintu dan melihat Mikayo sedang memakai pakaian.
__ADS_1
" Kyaaahhh.... "
...### System Sang Psikopat ###...