
Oga menyusul Naoki dan Megumi yang berada di dalam gedung. Ketika masuk, ia telah melihat seluruh penjaga yang ada di dalam telah tumbang. Pastinya ulah dua bersaudara itu.
Oga melangkah dengan hati-hati karena ia tak ingin menginjak orang-orang yang tak bersalah, sebenarnya mereka semua bersalah. Pikiran Oga entah kemana, semenjak skill [ Psychopath ] milik Oga terbuka, ia merasa seperti memiliki keperibadian ganda.
Suara bisikan selalu terdengar di telinganya, padahal tak ada seorangpun yang berada di sampingnya. Gaya bicaranya juga kadang-kadang berubah. Seolah-olah dia seperti dikuasai dengan orang lain.
" Tidak, tidak ... jangan berpikir kemana-mana, " gumam Oga lalu membuka pintu ruangan chairman.
Terlihat Naoki dan Megumi sedang duduk disana. Di antara mereka berdua juga ada seorang pria yang asing bagi Oga, pria itu adalah Yamagashi Oda.
Oga memegang kepalanya lalu berkata, " Kenapa malah kalian yang menghabisi semua musuh. Padahal diluar cuma kebagian sepuluh doang. "
" Terus, kakek tua itu siapa? " tanya Oga lalu berjalan mendekati nya.
" Ini ketua clan nya, namanya—" ucapan Naoki terpotong karena melihat tangan Oga tiba-tiba memegang sebilah katana.
" Mau dibunuh langsung? " tanya Naoki.
" Terus mau diapain lagi? " tanya balik Oga.
Yamagashi hanya mendengar percakapan konyol mereka. Ia tak tahu jika Oga sebenarnya bakal membunuhnya dengan cepat. Ia malah tertawa dengan menatap satu persatu mereka.
" Hahaha ... bocah mau bunuh orang? Kencingnya dilurusin dulu baru bunuh orang, " ucap remeh Yamagashi lalu mengambil secangkir teh yang ada di meja.
Jleb!!!
Oga menancapkan katana ke telapak tangan Yamagashi. Oga lalu mengambil secangkir teh yang akan diminum Yamagashi.
" Ah ... orang tua mau ngeremehin anak muda? Ingat umur kek, " sindir Oga, lalu melepaskan katana dari telapak tangan Yamagashi.
Yamagashi mengerang kesakitan. Rasa sakit dicampur kesal berkecimpung di dalam hati. Ia ingin menyiksa Oga dengan siksaan yang sangat tragis. Namun karena dirinya tak ada siapa-siapa lagi yang akan menolongnya, ia hanya pasrah dan menerima kenyataan.
Zlashhh!!! Crrttt!!!
Oga memenggal kepala Yamagashi dengan sadis. Darah muncrat ke seluruh ruangan. Naoki dan Megumi yang disebelahnya langsung beranjak untuk tidak bermandi darah.
Oga menghilangkan katana nya lalu keluar dari ruangan itu. " Cepat keluar, gedungnya mau ku runtuhkan, " ucap Oga dengan wajah serius.
__ADS_1
Naoki dan Megumi segera keluar dan berlari menuju luar. Entah apa yang akan Oga lakukan, ia mengetuk dinding gedung beberapa kali.
Setelah itu Oga keluar dari gedung dan terjadi ledakan dari dalam gedung. Saat di dalam, Oga mengetuk dinding untuk memeriksa ketebalan dinding. Karena dinding lumayan tebal, ia membeli beberapa granat dan bom tempel dari [ Toko ] sistem.
Ia menempel di beberapa sudut ruangan lalu melemparkan granat di setiap ruangan. Oga lalu berjalan keluar dan terjadi ledakan beruntun, sesuai dengan prakiraan gedung itu terbakar.
Oga lalu naik ke mobil untuk menuju ke bagian utara.
...****************...
...****************...
Clan di wilayah barat Chiba telah hancur dan tak tersisa satupun anggota clan dari mereka. Kini Oga, Naoki dan Megumi sedang menuju ke Utara.
Sepertinya mereka melakukan kesalahan, mereka dikejar dengan beberapa polisi yang mungkin sempat melihat ketika Oga keluar dari gedung terakhir kali.
Naoki mempercepat laju mobil dengan rasa penuh hati-hati. Karena di depannya sangat banyak mobil yang sedang menghalanginya.
Megumi memberikan Oga P90 untuk menembaki para polisi. " Eh ... kenapa harus menembaki mereka? Bukankah polisi itu melayani masyarakat. " Oga mengembalikan senjatanya lalu duduk tenang di kursi depan.
" Huft … baiklah. Dasar orang aneh, " ucap Megumi lalu mengembalikan senjatanya di tas.
Naoki masih fokus mengendarai mobil untuk tidak menabrak seseorang. Ia juga terus menyalip satu persatu kendaraan yang menghalanginya.
Selang beberapa menit setelah kabur dari kejaran para polisi. Oga, Naoki dan Megumi beristirahat di kedai makan ramen. Oga memesan tiga mangkuk ramen untuk dimakan bersama-sama. Tak lupa ia membeli minuman kesukaannya yaitu soda.
Setelah selesai makan dan beristirahat, mereka melanjutkan perjalanannya menuju ke utara.
Dalam sekejap, berita tentang runtuhnya Yamagashi Clan tersebar di seluruh sosial media. Bahkan terdapat rekaman CCTV yang menangkap aksi tiga orang yang menyerang Yamagashi Clan.
Oga hanya bisa mengelus-elus kepalanya sambil berkata, " Tamat riwayat kita. "
" Bukannya yang seperti ini mau mu? " tanya Megumi.
" Tapi nggak sampai tersebar di sosial media juga, " jawab Oga lalu menyenderkan badannya di kursi.
__ADS_1
Sesampainya mereka di utara, nampak jelas para yakuza sedang berkeliling di seluruh toko. Mereka biasanya mengambil uang setoran keamanan.
Naoki memberhentikan mobilnya lalu memarkirkan di gedung parkir. Oga dan Megumi terlebih dahulu keluar lalu Naoki segera memarkirkan mobil disana.
Oga melihat bangku di pinggir jalan, karena malas untuk berdiri terus. Ia menarik tangan Megumi dengan maksud mengajak duduk berdua disana.
Megumi hanya mengikuti Oga dan mereka duduk berdua di bangku tersebut.
Hari mulai gelap, angin malam mulai bertiup kencang. Kendaraan lalu lalang melewati jalan. Lampu merah kerap menjadi pusat perhatian bagi seluruh pengendara.
Oga menikmati seluruh pemandangan tersebut. Ditambah lagi dengan hiasan lampu-lampu malam di seluruh pinggir jalan.
Tak lama kemudian, Naoki datang lalu duduk di samping Oga.
" Rencana apa yang kamu miliki sekarang? " tanya Naoki, ia lalu membuka buku kecil dan mengambil sebuah pulpen di sakunya.
" Mengamati musuh, karena kita terekam di CCTV, pastinya wajah kita bakal dikenali dengan banyak orang, " ucap Oga.
Oga mengamati para yakuza yang mengambil uang setoran di setiap toko. Ada yang memakai cara kekerasan, ada juga yang membiarkan tidak membayar.
" Wilayah ini dihuni dengan siapa? " tanya Oga ke Naoki.
" Kamado Clan dan Kobayama Clan, " jawab Naoki.
Oga beranjak dari tempat duduknya lalu berjalan ke arah para yakuza. Oga menundukkan kepala dengan maksud memberi salam kepada mereka.
Mereka membalas Oga dengan menundukkan kepala lalu meninggalkan Oga. Maksud dari Oga menundukkan kepala ke para yakuza hanya untuk melihat senjata yang tersimpan di pinggangnya.
Ketika Oga melihat mereka menunduk, disanalah Oga melihat sebuah gagang pedang yang berada di sisi kiri pinggang mereka semua.
Tak sia-sia Oga melakukan tersebut, ia mendapatkan selembar kartu nama yang terjatuh dari saku salah satu pria tadi. Letak alamatnya tak jauh dari tempat mereka saat ini.
Karena merasa penasaran, Oga mengajak mereka untuk segera pergi ke sana.
...### System Sang Psikopat ###...
__ADS_1