
Lima tahun kemudian, setelah insiden pertempuran di gedung perusahaan Angry Bull Group dan Kantor Polisi Daerah. Insiden itu dinamakan tragedi berdarah 25 Agustus 2030. Karena banyaknya korban yang berjatuhan disana, bahkan ada sekitar 300 korban yang tewas dipertempuran itu.
Bima Mahendra selaku Kapolri baru, ia tidak membocorkan tentang Yoga dan teman-temannya bergabung dalam pertempuran ini. Bahkan ia senang bisa bertemu teman lamanya kembali.
Perusahaan Jonathan kini menjadi perusahaan nomer satu di Indonesia. Leon menjadi direktur utama di perusahaan tersebut. Luna menjadi manajer keuangan, Nita menjadi manajer pemasaran. Arthur dan Rian menjadi kepala keamanan karena mereka berdua tak cocok dalam pekerjaan apapun.
Kini Bryan tinggal bersama Joseph dan ia bergabung dalam pasukan militer. Vulkan menjadi tukang bengkel dan mereka bertiga tinggal di rumah lama milik Yoga.
Bagaimana dengan Yoga?
Setelah mendapat gelar sarjana, ia melanjutkan studi di Harvard, Amerika. Mengingat ia lulusan sastra Bahasa Inggris, ia jadi ingin berkuliah disana. Karena nilainya yang tinggi, ia gampang diterima dan... tidak.
Sebenarnya ia tak melanjutkan studinya...
Ia menjadi CEO di perusahaan Jonathan, bahkan ia sering bertemu dengan teman-temannya. Ia juga telah membeli sebuah rumah yang besar nan megah, tapi tak hanya dirinya seorang yang tinggal. Tentu saja bersama teman-temannya.
Ia juga beberapa kali mengunjungi Nana yang mulai membaik. Namun Yoga tak memberi tahu siapa dirinya yang sebenarnya. Ia hanya ingin melihat untuk terakhir kalinya, sebenarnya sih masih bisa dilihat lagi. Karena Joseph akan menikahi Nana.
Awalnya Joseph tak mau, tapi karena Yoga memaksa akhirnya mau tak mau, harus mau. Handika juga menyetujuinya dan bulan depan mereka akan menikah.
Namun kabar buruk sering terjadi, dimana supermarket yang baru dibangun oleh Jonathan tiba-tiba runtuh dalam waktu dua bulan. Entah apa faktor penyebabnya, yang jelas banyak sekali korban yang tewas disana.
Yoga juga melihat seorang anak SMA yang menangis tersedu sedu, bahkan sampai-sampai ia tak mau pergi dari sana.
Selang beberapa hari, terjadi pengeboman di departemen store. Pelaku pengeboman adalah seorang pria yang tak diketahui siapa. Namun tak ada korban yang terenggut nyawanya saat kejadian tersebut. Polisi masih mencurigai pelaku pengeboman saat ini, bahkan polisi pusat bertindak lebih cepat.
Yoga mematikan televisinya dan menikmati makan siangnya. Ia juga sudah lama tak bertarung dengan seseorang, bahkan mungkin sudah tak ingat dengan cara bertarung.
Selang beberapa bulan, setelah menghadiri pernikahan Joseph dan Natasya. Yoga pergi ke Jepang karena ingin menjalankan sebuah bisnis, bukan bisnis illegal. Bisnis yang ingin dijalani Yoga kali ini hanyalah bisnis pembuatan game.
Karena sudah lama Yoga bercita-cita ingin mempunyai perusahaan game sendiri, meski ia sudah menjadi CEO di perusahaan terbesar se Indonesia.
Namun, Yoga tak ada kabar lagi setelah sampai di Jepang. Jonathan sempat menghubungi Yoga berkali-kali, namun juga tak diangkat. Leon dan Arthur juga sudah pergi ke Jepang untuk mencari Yoga, namun juga tak kunjung bertemu.
Tiba-tiba ada sebuah berita tentang kebakaran sebuah apartemen di Jepang dan menyebabkan 7 orang tewas dan 19 luka-luka ringan.
Diantara korban yang tewas ada korban yang bernama Yoga Hari Wibowo berkebangsaan Indonesia.
Teman-temannya yang melihat itu tak percaya akan berita itu. Leon dan Arthur yang masih di Jepang segera pergi ke tempat kejadi dan segera mengecek kebenaran.
Sesampainya disana, mereka langsung pergi ke pos penjaga dan bertanya tentang korban yang bernama Yoga Hari Wibowo. Petugas menuntun mereka hingga ke tempat korban dikumpulkan.
Leon segera memeriksa semua barang-barang milik Yoga yang tersisa di pakaian dan memang benar. Semua barang-barang bahkan kartu nama memang punya Yoga semua.
Leon menatap tak menyangka, ia hanya menangis tersedu sedu, begitu juga dengan Arthur disana. Menatap tubuh Yoga yang terbakar hangus saja tak kuat, apalagi mendengar bahwa ia telah mati.
Keesokan harinya, mereka telah membawa abu kremasi milik Yoga untuk dibawa kembali ke Indonesia. Teman-teman yang lainnya juga tak menyangka dengan berita kematian Yoga. Apalagi dengan Luna yang telah bertunangan dengan Yoga.
__ADS_1
Semua menjadi kacau akibat kematian Yoga begitu saja. Mereka masih tetap tak percaya, padahal Yoga meski sudah ditembak dan ditusuk berkali-kali.
Setelah seminggu berita kematian Yoga, kini Leon diangkat menjadi CEO perusahaan Neptunus untuk menggantikan posisi Yoga.
...----------------...
Jepang
Malam hari, ada beberapa berandalan yang sedang mengejar dua wanita, kemungkinan besar mereka adalah seorang hostess.
Di sebuah kedai ramen pinggir jalan, ada satu orang pelanggan yang memesan ramen dari si penjual ramen. Ia memakai kimono berwarna biru dan memiliki bercak naga biru sebagai motifnya. Ia juga memakai topi jerami yang dikelilingi sebuah tali yang mengikat seperti pita. Dan juga ada sebuah katana kayu yang bergelantungan di sisi kanan pinggangnya.
Para berandalan itu melewati seorang penjual ramen dan ketua berandalan tak sengaja menyenggol semangkuk ramen pelanggan yang ingin dimakannya. Karena tersenggol, akhirnya mangkok ramennya tumpah dan membuat semua menjadi diam.
Dua wanita yang tadinya berlari menjadi terhenti akibat melihat para berandalan juga berhenti.
" Oi... Oi... Oi... apa masalahmu menumpahkan ramen ini, Onii-chan. " Ucap pelanggan yang menatap para berandalan.
Ketua berandalan itu menatap kembali tatapan orang asing tersebut.
" Tak suka, hah! Aku tak sengaja menyenggolnya, jadi jangan tatap aku dengan mata menjijikkan mu itu!!! "
Ketua berandalan itu menendang mangkok ramen yang jatuh tadi hingga mengenai kaki pelanggan tersebut.
" Huft... padahal sudah ku tanya baik-baik, tapi kenapa kau malah melawannya? "
Pria bertopi jerami berjalan ke arah para berandalan dengan tatapan tajam. Para berandalan juga tak hanya diam, ia segera menyerang pria bertopi jerami itu secara bersamaan. Mereka mulai beradu serangan, tinju dibalas tinju, tendangan dibalas tendangan.
Hingga akhirnya pria bertopi jerami mengalahkan mereka semua dan tersisa seorang Ketua berandalan sendiri. Ketua berandalan itu melarikan diri, namun si pria bertopi jerami langsung menangkapnya dan langsung membantingnya.
Pria bertopi jerami itu kembali duduk di kursinya sambil menikmati ramen yang sudah dihidangkan.
" Sudah lama aku tak begini. " Gumam pria bertopi jerami itu.
Tak lama kemudian, dua orang wanita itu mendatangi pria yang sedang makan ramen.
" Arigatou Gozaimasu.... " Ucap mereka bersamaan sambil menundukkan kepala.
" Hah? Kenapa kalian berterimakasih padaku? " Ucap pria tersebut.
Kedua wanita itu lalu mengembalikan posisi kepalanya seperti semula.
" Kami berterimakasih karena anda telah menghajar para berandalan itu. " Ucap salah satu wanita yang parasnya benar-benar menggoda.
" Ahaha... begitu, ya. Kalian mau ku traktir makan ramen juga? " Ajak pria tersebut sambil mengangkat mangkok ramennya.
" Tidak usah, kami ada kesibukan lain. Kalau boleh tau siapa nama anda? " Tanya wanita yang imut, mungkin itu adik dari wanita disampingnya.
__ADS_1
" Hmm... namaku.... " ia memikirkan namanya, entah kenapa sangat lama, yang jelas ia menyebutkan namanya. " ... Higashikata Oga. " ucap pria itu sambil tersenyum.
" Salam kenal Oga, senang bertemu denganmu. " Ucap wanita yang imut lalu pergi.
Pria itu sempat dibuat melamun karena terlalu lama melihat mereka, hingga akhirnya ia tersadar.
" Eee... hei, kau belum memberitahu namamu!!! " Teriak pria yang bernama Higashikata Oga.
Ia kemudian duduk kembali dan meminum segelas air putih.
" Hei, nak. Apa kau tak masalah menghajar mereka semua? " Tanya kakek penjual ramen.
" Ahh... tak masalah kek. Aku sudah seperti ini. " Ucapnya lalu mengeluarkan dompet. Lalu terjatuh sebuah kartu nama tepat di hadapan kakek penjual ramen.
" Nak, kartu namamu jatuh. Y-O-G-A Yoga, apakah ini Bahasa Indonesia? Aku hanya bisa sedikit mengejanya. " Ucap kakek penjual ramen itu lalu memberikannya kepada Oga.
" Ahaha... benar sekali kek. Anda pintar sekali mengejanya. " Ucap Oga lalu meletakkan uang di meja.
Sekitar 1500 yen.
" Sisanya ambil saja kek. " Ucap pria itu lalu pergi dari kedai sang kakek.
" Arigatou. " Ucap kakek sambil tersenyum.
" Yoga, aku pernah melihatnya di TV. " Gumam sang kakek lalu membersihkan mejanya.
...****************...
...Season 2 - Master of Darkness...
...End...
...****************...
Mungkin bakal hiatus sebentar sambil mikirin konsep cerita kedepannya. Mungkin juga semua cerita bakal ku revisi, karena dibaca beberapa kali ada yang kurang.
Mungkin nanti kalo udah direvisi bakal ada tulisan {Revisi}.
Dan juga mohon dukungannya, like, komen dan kalo memang suka bisa ditekan tombol favorit. Dan kalo pengen nih, ngasih gift entah itu koin atau poin. Bisalah sedikit sedikit, yang penting ngegift... hehe.
Hiatus mungkin sekitar beberapa hari lah, nggak sampai bulanan. Paling lama seminggu, soalnya lagi nulis cerita buat novel satunya. Judulnya, Impossible System : I'm Not Ter-or-is.
Satu lagi, kalo memang ada saran atau apalah gitu, bisalah nulis di kolom komentar.
Udahlah, nggak usah panjang panjang. Arigatou buat semuanya yang udah baca sampai sini.
...****************...
__ADS_1