
Oga dan Naoki saling bertatapan, masing-masing dari mereka memegang senjata tajam. Oga memegang katana di tangan kanannya dan pisau karambit di tangan kirinya. Sedangkan Naoki, kedua tangannya memegang dagger.
Keduanya langsung berlari dan beradu serangan. Pertarungan sengit dari seorang pembunuh psikopat melawan ketua clan Yakuza termuda. Mereka berdua saling tukar menukar serangan dan juga saling menghindari serangan.
Gerakan Naoki sangatlah cepat, namun dari semua itu. Oga bisa mengimbangi kecepatannya dan mengukur kekuatan yang dimiliki Naoki. Meski Oga akan kelelahan akibat terlalu banyak serangan yang ia berikan. Ia masih bisa meregenerasi tubuhnya kembali, berbeda dengan Naoki yang hanya manusia biasa.
Pastinya akan sulit bagi Naoki untuk melawan Oga. Naoki akhirnya terpojok disudut tembok dan Oga hendak menusukkan pisau karambitnya tepat di wajah Naoki. Naoki segera melepaskan kedua daggernya dan langsung mengangkat tangan.
" Aku menyerah! " Seru Naoki, ia juga menundukkan kepalanya.
Oga yang telah melayangkan serangannya ke wajah Naoki, dengan cepat ia langsung menghentikannya. Nyaris saja wajah Naoki akan tertusuk, ujung pisau telah menyentuh pipi Naoki dan membuat sedikit luka.
Oga mengembalikan senjatanya ke inventori lalu mencekik Naoki. " Apa maksudmu tiba-tiba menyerah? Kau sedang menghinaku kan! " Tanya Oga, ia memastikan ucapan Naoki.
" Iya, aku menyerah. Jika aku teruskan, mungkin aku akan mati. Bahkan jika kau melepaskan ku, pasti kau tetap akan membunuhku. " Ucap Naoki, ia lalu berlutut dihadapan Oga.
" Bagaimana jika aku menjadi bawahanmu. Aku benar-benar tak ingin mati, aku masih muda dan ingin merasakan hidup yang lebih lama. " Lanjut Naoki, ia lalu ingin bersujud ke kaki Oga.
Oga menarik rambut Naoki lalu menariknya hingga kembali ke atas dan berdiri.
" Tak usah menyembah ku seperti itu. Aku tak suka dengan orang yang berlebihan. Dan aku juga tak suka mempunyai anak buah. " Balas Oga.
" Jadi, kau hanya melepaskan ku dengan cuma-cuma? " Tanya Naoki.
" Iy- Tidak, kau akan tetap dibunuh meski dirimu sudah berlutut atau apalah itu kepadaku. Karena keinginanku hanyalah membunuhmu, bukan yang lain. " Kata Oga, ia memegang leher Naoki dan dari tangannya muncul katana.
Oga meletakkan katana tepat di leher Naoki. Naoki menatap Oga dengan tatapan pasrah. Oga menghilangkan katana nya lalu menjentikkan jari di depan mata Naoki.
" Dirikan kembali clanmu, jadilah ketua dan berikan aku jabatan yang paling rendah. "
Naoki yang mendengar itu sungguh terkejut, meski ia sudah memiliki clan dengan anggota yang tersisa berjumlah 30 lebih yang awalnya 262 akibat dibunuh dengan Oga sewaktu di Nijimura Clan dan saat ini di bar. Namun yang Naoki herankan adalah mengapa Oga memilih jabatan yang paling rendah, bukankah lebih baik dia di jabatan yang tinggi.
" Mmm... Oga, kenapa kau tak memilih menjadi ketua atau dibawah satu tingkat dariku? " Tanya Naoki, ia melihat Oga yang sedang membalut tangannya menggunakan perban.
Oga menoleh ke Naoki, " Aku tidak ingin diketahui oleh banyak orang. Mungkin setelah kejadian di Nijimura Clan dan di Bar saat ini. Bisa saja anggota Yakuza mencurigai seseorang dibalik semua ini. Bisa jadi dirimu yang selamat seorang diri atau orang yang tertangkap CCTV saat ini. "
Naoki melihat ke arah CCTV di atas pintu dan ternyata dari tadi Oga melindungi Naoki agar tak terlihat di CCTV. Bahkan saat bertarung pun Oga tak sedikitpun membuka celah untuk CCTV menangkap wajah Naoki.
Oga hanya tersenyum, mereka berdua mendengar beberapa mobil yang mengeram di depan bar. Lalu masuk seorang wanita berambut panjang berwarna hitam. Ia memakai jaket kulit berwarna hitam dengan celana jeans ketat berwarna hitam.
Oga dan wanita itu saling bertatapan, bahkan ia juga sejenak menatap wajah Naoki.
" Kenapa kau disini Naoki-chan? "
Naoki kaget mendengar suara itu dan ternyata suara itu sudah tak asing baginya. Wanita itu adalah adik dari Naoki, namanya adalah Megumi Terada.
Megumi dan Oga saling bertatapan, Megumi lalu berlari ke arah Oga dan langsung menyerangnya. Karena yang menjadi lawannya adalah seorang wanita. Oga hanya menghindari serangan dan beberapa kali melakukan pukulan ringan tepat di kaki dan tangan wanita itu.
" Oga, Megumi, hentikan! Tak ada gunanya kalian berkelahi. " Teriak Naoki, dengan tubuh yang lelah, ia berjalan mendekati Oga dan Megumi yang sedang berkelahi.
Naoki lalu menangkap tangan Megumi dan Oga berdiri di hadapan mereka berdua.
" Siapa dia? " Tanya Oga ke Naoki.
" Dia? Dia ini adikku. " Jawab Naoki sambil mengelus rambut adiknya.
" Pantes aja, mirip. " Ucap Oga, ia lalu melanjutkan melilit perbannya di perut.
" Masa kami mirip. Perasaan nggak mirip sama sekali. " Ucap Naoki sambil memandangi wajah adiknya.
" Dia siapa kak? " Tanya Megumi.
" Dia? Dia temanku, namanya Oga. " Jawab Naoki sambil senyum ke arah Oga.
Ketika membuka matanya, ia melihat Oga sudah tak ada lagi disana. Ketika hendak menoleh ke arah belakang. Naoki dan adiknya di kejutkan dengan suara Oga yang tiba-tiba berada di belakang mereka berdua.
" Yang pertama, kalian mirip dari sifat kalian yang sangat keras kepala, dan kedua—" Oga membisikkan mereka berdua. " Aku bukan teman Naoki, jadi jangan pernah berharap jika kakakmu akan keluar dari sini hidup-hidup. "
Megumi merasa marah dengan ucapan Oga, ia hendak memukul Oga namun dihentikan dengan Naoki.
" Kenapa kau melarang ku? Bukankah kalian tidak berteman. "
" Dia hanya berusaha mengetes dirimu, tapi jikalau masih tak percaya juga—" Tiba-tiba beberapa yakuza menendang pintu bar hingga rusak.
Oga yang sudah membalut perut dan tangannya langsung menarik tangan mereka berdua menuju pintu belakang bar. Barista yang melihat mereka dari tadi juga ikut berlari.
" Dimana pintu keluar yang lainnya? " Tanya Oga ke barista.
" Ikut aku. " Jawab Barista.
__ADS_1
Barista menunjukkan jalan kepada mereka dan akhirnya mereka keluar melalui pintu belakang di dapur. Oga mengajak mereka berdua untuk melarikan diri karena sistem memberikannya sebuah misi.
...[ Misi ]...
...[ Selamatkan Naoki dan Megumi ]...
...[ Reward ]...
...[ 200.000 gold ]...
Sebelumnya Oga ingin melawan mereka semua, tapi ternyata ia memiliki perasaan yang tidak enak. Mereka berlari hingga ke markas Terada Clan. Sesampainya mereka disana, semua anggota Naoki menundukkan kepala. Naoki menyuruh beberapa anggotanya untuk berjaga-jaga lalu Naoki pun mengajak Oga ke ruangannya.
Di dalam ruangan, Oga, Naoki dan Megumi sedang duduk di sofa. Naoki pun membuka percakapan dan bertanya kepada Oga.
" Kenapa kau lari? Bukankah bisa menyerang mereka semua? "
Oga hanya tersenyum lalu meregangkan tangannya lalu menyenderkan badannya di senderan sofa.
" Bukan apa-apa, aku hanya ingin beristirahat sebentar saja. " Jawab Oga.
Beberapa menit kemudian, datang seorang anggota Naoki ke ruangan mereka.
" Tuan, Yamagashi Clan datang dan mengobrak-abrik seluruh markas. Seluruh anggota diserang nya, Ryuzaki juga ikut datang kemari! "
Naoki yang mendengarnya langsung menggebrak meja dan langsung berdiri.
" Serang mereka semua, jangan segan untuk membunuh mereka semua. "
Oga menatap wajah Naoki yang sangat marah, Oga hanya terkekeh lalu bertanya kepada Naoki.
" Apakah mereka ada hubungannya dengan kita tadi? "
Naoki kembali duduk dan menoleh ke Oga.
" Tidak, mereka tidak ada hubungannya dengan kita tadi. Mereka hanya ingin merebut wilayahku, tapi ternyata anggota ku berkurang gara-gara kau bunuh. "
Oga yang mendengarnya merasa bersalah, tapi mau bagaimana lagi. Jika ia tak mengerjakan misi, ia akan mendapatkan hukuman.
" Baiklah, sebagai perjanjian aku akan mengalahkan mereka semua dan jika berhasil. Berikan aku jabatan terendah dan—" Oga menatap ke Megumi "—berikan juga adikmu untukku. "
Megumi menatap Oga dengan kesal, Naoki meraih tangan Oga sebagai tanda perjanjian. Oga pun terkekeh melihat mereka berdua.
Oga lalu beranjak dari tempat duduknya lalu berjalan menuju pintu dan membuka nya. Naoki menatap wajah Megumi yang tiba-tiba cemberut.
" Kau kenapa? " Tanya Naoki ke Megumi.
" Tidak ada. " Megumi menutupi wajahnya lalu tiduran di sofa.
Oga melihat anggota Naoki terbantai semua, bahkan sekarang anggotanya bisa dihitung menggunakan jari. Oga berjalan kesana lalu menendang seorang yakuza yang bertubuh besar hingga terpental jauh. Mereka semua menghentikan pertarungan mereka dan menatap ke arah Oga.
" Siapa saja anggota Terada Clan? "
Beberapa orang lalu mengangkat tangan, " Mundur, jangan menyerang mereka lagi. " Ucap Oga.
" Kenapa? Kenapa kami harus mundur? " Tanya salah satu dari mereka.
Oga memalingkan pandangan ke arahnya. " Ini perintah!!! " Mereka semua langsung mundur, mereka melihat tatapan Oga yang sangat menakutkan. Bahkan ucapannya dapat mengintimidasi seseorang.
Karena semua anggota Naoki telah mundur, Oga mengeluarkan katana dari inventori dan berlari ke pertarungan. Cuma beberapa menit, ia mampu menumbangkan setengah dari anggota Yamagashi Clan. Namun masih ada pria berambut putih panjang memakai jas merah, ia adalah Ryuzaki yang berdiri tenang disana.
Ia memandangi cara bertarung Oga. Tiba-tiba katana milik Oga terlempar ke arahnya dan menancap tepat di samping kepala Ryuzaki.
" Kau ketuanya? " Tanya Oga yang mendatangi Ryuzaki.
Ryuzaki hanya terkekeh lalu menyerang Oga. Padahal niat Oga ingin berbicara baik-baik kepada Ryuzaki, namun ia malah menyerang Oga. Alhasil Oga meladeni nya dan langsung menangkap kedua tangan Ryuzaki lalu membanting nya di lantai.
Oga duduk di atas badannya lalu bertanya kepada Ryuzaki kembali.
" Kau ketuanya? "
Ryuzaki yang menatap wajah Oga seketika langsung merinding. Ia seperti melihat dewa kematian yang akan mencabut nyawanya. Karena lama menjawab, Oga menampar pipi Ryuzaki dan kembali bertanya.
Plak!!!
" Kau ketuanya? "
Ryuzaki segera menjawab pertanyaan Oga. " Bukan, aku hanyalah Shateigashira. "
" Aku Shateigashira, apa yang akan kamu lakukan kepada Shateigashira? " Ryuzaki lalu tertawa kecil.
__ADS_1
Oga menatap wajah Ryuzaki dengan tatapan ingin membunuh. " Membunuhmu. " Jawab Oga, ia lalu menarik katana yang menancap di dinding tadi.
Ryuzaki yang melihatnya langsung memberontak dan menendang nendang punggung Oga. Oga mengembalikan katana ke inventori lalu melepaskan Ryuzaki.
" Pergilah, aku tak ingin membunuhmu. " Oga lalu berjalan menuju ruangan Naoki. Namun tiba-tiba, sebuah pisau menancap di punggung Oga. Pisau itu berasal dari Ryuzaki, Oga hanya terkekeh lalu menendang kepala Ryuzaki hingga menghantam ke lantai.
" Sudah diberi kesempatan untuk kabur, tapi masih mau ngelawan musuh yang gak jelas asal usulnya. " Kata Oga, lalu ia melemparkan katana tepat di kepala Ryuzaki.
Ryuzaki dan anggotanya telah dikalahkan dengan Oga sendirian, ia lalu kembali ke ruangan Naoki. Sebelum membuka pintu, Megumi membuka duluan dan langsung memeluk Oga.
" Aku mau menjadi milikmu. " Bisik Megumi. Ternyata dari tadi ia mengintip pertarungan Oga. Dan Megumi mengaguminya.
Oga melepaskan pelukan Megumi, " Tidak, kau hanyalah beban. " Oga tersenyum kecil lalu memasuki ruangan.
" Naoki, sesuai perjanjian. Berikan aku jabatan paling rendah. " Ucap Oga.
" Emm... jadilah dirimu sendiri. Karena aku tak bisa memberikan jabatan terendah kepada dirimu yang seharusnya—" Ucapan Naoki terpotong ketika Oga mengangkat tangannya.
" Kenapa kau menjadi anggota Yakuza? " Tanya Oga.
Naoki menghela nafasnya, " Baiklah, mungkin tujuanku sebenarnya sangat berbeda dengan mereka. Aku hanya ingin menghancurkan seluruh Yakuza jahat. "
Oga malah tertawa mendengar itu, Naoki dan Megumi melihatnya dan malah kesal. " Kenapa? Ada yang aneh? " Tanya Naoki.
Oga menghentikan tawanya, " Ti-tidak, jika kau ingin menghancurkan Yakuza jahat. Lalu kau ini Yakuza apa? "
" Yakuza baik. " Ucap polos Naoki.
" Pfftt... apa kau terlibat dalam kasus kejahatan, seperti menjual obat-obatan terlarang atau yang lainnya? " Tanya Oga.
" Tidak, aku hanya bekerja layaknya kantor biasa. Ada yang menjadi polisi, ada juga yang menjadi guru dan ada juga yang jadi petani. Kami tak pernah melakukan hal-hal yang melanggar hukum. " Jawab Naoki.
" Lalu, darimana gedung ini berasal? Bukankah ini sangat mahal. " Tanya Oga.
" Emm... kami juga bekerja dibagian pencucian uang. "
" Nah, terjawab sudah. " Ucap Oga.
Oga lalu berjalan mendekati Naoki lalu duduk di tempatnya tadi. " Meski ini terdengar lelucon, aku akan membantumu untuk mewujudkan impianmu tadi. "
" Hah, benarkah? " Ucap Naoki.
" Tidak, tapi karena kau berasal dari kelompok Yakuza Orochi-kai. Berikan aku data-data clan nya, aku akan menghabisi mereka semua hingga ke ketuanya atau Oyabun. " Ucap Oga, ia menaikkan kaki ke atas meja.
" Eh... kenapa kau ingin melakukan itu? " Tanya Naoki yang kebingungan.
Oga menatap ke langit-langit, " Karena aku adalah Hero. "
" Pffft... " Naoki dan Megumi ingin tertawa mendengarnya.
" Oke, baiklah. Kita mulainya kapan? " Naoki.
" Besok lusa. " Jawab Oga, ia lalu berdiri dari tempat duduknya dan pergi ke pintu.
" Mau kemana? " Tanya Megumi.
Oga menatap wajah Megumi yang cantik, " Pulang, mau kemana lagi emang. " Jawab Oga, ia lalu keluar dari ruangan.
" Huft... gara-gara sistem, jadinya aku diperalat dengan sistem. "
...[ Misi ]...
...[ Hancurkan Orochi-kai ]...
...[ Batas waktu 30 hari ]...
...[ Reward ]...
...[ ??? ]...
.
.
.
.
...#### System Sang Psikopat ####...
__ADS_1