
Cerita ini hanyalah karya fiksi dari imajinasi seorang author. ---------------------------------------------------------------------------
Keesokan harinya di pagi hari, Oga bersiap-siap untuk mengerjakan misinya yaitu menghancurkan Orochi-kai. Naoki dan Megumi telah lama menunggu di bawah, Mikayo memberikan mereka hidangan lalu membersihkan cafe.
Tak lama kemudian, Oga turun dari lantai atas dengan memakai pakaian rapi. Jas hitam dengan stelan putih, dasi hitam, celana hitam dan sepatu hitam. Tak lupa pula ia menyisipkan topeng berwarna putih di balik jasnya.
Naoki mengambil kacamata dari saku depan jasnya lalu memakainya. Megumi merapikan rambutnya lalu berdiri dari bangkunya. Oga menghentikan langkahnya di hadapan mereka.
" Berdua doang? " tanya Oga ke Naoki.
" Berdua? Kan bertiga sama Megumi, " jawab Naoki.
" Yaudah, tunggu apalagi. " Oga lalu mendekati Mikayo untuk berpamitan.
" Mika-san... aku pergi dulu, " ucap Oga yang berpamitan.
Mikayo hanya tersenyum lalu melanjutkan kegiatannya. Oga memalingkan pandangannya ke Naoki dan Megumi.
" Tunggu apa lagi? Ayo pergi! " ucap Oga dengan suara yang lancang.
Naoki dan Megumi segera beranjak dari duduknya dan langsung mendekati Oga. Tak lupa mereka berpamitan kepada Mikayo lalu keluar. Mereka menaiki mobil milik Naoki dan langsung pergi ke tempat tujuan.
.....
Di perjalanan, Naoki menjelaskan terlebih dahulu tentang Orochi-kai sebelum Oga langsung menyerangnya. Orochi-kai memegang kekuasaan di Prefektur Chiba, total clan yang ia kuasai adalah 150 clan dengan total semua anggota mencapai 30.000.
Tentunya 150 clan tersebut mempunyai wilayah di beberapa tempat terutama Prefektur Chiba. Namun kini clan Orochi-kai tersisa 148 clan. Clan yang telah hilang tersebut adalah Nijimura Clan dan Terada Clan. Nijimura menghilang karena semua anggota bahkan pemimpinnya telah tewas karena diserang oleh seseorang yang tak dikenal.
Dan Terada Clan menghilang karena mengundurkan diri dari Orochi-kai. Sebenarnya hal seperti mengundurkan sangat tidak diperbolehkan dalam Orochi-kai. Namun Naoki membantah peraturan tersebut lalu keluar tanpa menghiraukan peraturan tersebut.
Di Chiba terdapat delapan clan yang menjaga wilayah tersebut. Chiba dibagi menjadi empat bagian wilayah. Chiba bagian Timur, Chiba bagian Barat, Chiba bagian Selatan dan Chiba bagian Utara. Masing-masing bagian dijaga dengan dua clan. Nijimura Clan dan Terada Clan sendiri menjaga wilayah barat.
Karena kedua clan tersebut telah hancur, Yamagashi Clan ingin merebut kekuasaan mereka seperti kejadian ketika Yamagashi Clan tiba-tiba menyerang markas Terada Clan.
__ADS_1
Karena Naoki telah keluar dari kelompok yakuza Orochi-kai. Berarti ia juga melepaskan wilayah kekuasaannya dan kini Yamagashi Clan yang memegang wilayah tersebut, Chiba bagian Barat.
" Ah iya Oga, kenapa kau tak langsung menyerang ketua Yakuza saja? Bukannya lebih gampang daripada melawan 148 clan yang begitu banyak, " tanya Naoki yang sedang menyetir mobil.
" Emang kau pikir aku bodoh.... " Oga menepuk kepala Naoki.
" Meski aku sudah mengalahkan ayahnya, pasti anak-anaknya akan mengincar ku dan pastinya juga akan menghajarku. " Ucap Oga.
" Gimana-gimana? Coba perjelas lagi, " ucap Naoki yang tak paham dengan maksud Oga.
" Huft... kelompok yakuza bukan seperti kelompok gangster biasanya. Jika aku mengalahkan ketua yakuza, pasti akan ada penggantinya. Seperti halnya keluarga, jika ayahmu telah mati, maka ibumu akan menjadi kepala keluarga jika ibumu masih hidup.
Jika ibumu telah mati, anak sulung harus menjadi kepala keluarga untuk menjaga adik-adiknya. Begitu juga dengan kelompok yakuza. Jika ketua atau oyabun mereka telah tiada, pastinya anak-anak yang di bawahnya akan menggantikan posisinya. " Oga mengambil nafas sejenak.
Oga lalu melanjutkan penjelasannya,
" Jadi kita harus melenyapkan sang anak yang akan menggantikan kepala keluarga tersebut. Dengan kita melenyapkan mereka semua, sang kepala keluarga akan merasa terdesak dan pastinya akan pasrah karena sudah tak memiliki penerus lagi.
Itulah mengapa kita harus menghancurkan anak-anak terlebih dahulu. Baru kemudian orang tuanya. "
Setelah Oga memperjelas ucapannya, ia tertidur di kursi dengan nyenyak. Tak lama kemudian, mereka sampai di tempat tujuan. Naoki membangunkan Oga yang sedang tertidur.
Oga pun bangun dari tidurnya, ia lalu memandangi tempat yang akan mereka serang. Sepertinya Oga pernah sekali ke tempat itu akhir-akhir ini. Namun anehnya, nama tempat itu sudah diganti.
Naoki dan Megumi lalu turun dari mobil dan menunggu Oga yang masih mengumpulkan kesadarannya. Karena lama menunggu, Naoki membuka pintu Oga.
" Naoki... bukannya ini markasmu? " tanya Oga yang masih bingung.
" Arrrggghhh... jadi dari tadi kau tak mendengar penjelasanku? " Naoki memegang kepala Oga.
" Ntahlah, kalau memang bukan markasmu, akan aku runtuhkan Clan ini sekaligus dengan gedungnya, " ucap Oga, ia kemudian turun dari mobil dan merapikan jasnya yang kusut akibat Naoki.
Naoki dan Megumi saling menatap, mereka tak paham dengan maksud Oga. Meski mereka sedikit percaya dengan perkataan meruntuhkan clan itu, tapi tak mungkin juga Oga akan meruntuhkan gedung.
__ADS_1
Oga menghentikan langkahnya lalu membalikkan badan ke Naoki dan Megumi.
" Kalian nunggu apa? Atau jangan-jangan kalian takut, " sindir Oga.
Naoki dan Megumi hanya tersenyum lalu mengikuti Oga dari belakang. Oga melanjutkan langkahnya lalu menuju pintu utama gedung yang akan mereka masuki.
Ada sepuluh orang yang berjaga di depan pintu. Oga lalu menghampiri mereka dengan senyuman manis di wajahnya.
" Kalian mau mati? " tanya Oga, ia langsung membanting kepala seorang penjaga pintu itu ke bawah.
Terdengar suara yang sangat keras saat membanting pria tersebut lalu membuat seluruh penjaga menatapnya.
" Hei... Hei... Tatapan kalian itu kok tak enak dipandang, ya. Atau kalian juga pengen ku bunuh? " Oga menggertak mereka agar Naoki dan Megumi bisa masuk ketika semua pandangan penjaga menuju ke arahnya.
Kesembilan penjaga itu mendekati Oga dan berniat untuk menghajarnya. Karena merasa bersemangat, Oga meladeni mereka dan langsung melompat dan meninju salah satu muka dari salah satu pria dari kesembilan penjaga tersebut.
Perkelahian pun terjadi, Naoki dan Megumi langsung memasuki gedung dengan aman. Sedangkan Oga masih menghadapi para penjaga yang masih terus bergerak menghajar Oga.
Oga pernah melihat video bela diri yang dimiliki tentara rusia yaitu bela diri 'Systema'. Systema sebenarnya bela diri yang diajarkan pada pasukan khusus rusia, Spetsnaz. Tentara belajar bela diri bukan untuk melatih fisiknya, melainkan untuk membunuh dan mencederai.
Oga yang pernah melihat bela diri tersebut, ia lalu melakukan gerakannya satu persatu sesuai ingatannya. Tanpa ia sadari, [ Sistem ] memberika notifikasi bahwa ia telah mendapatkan bela diri [ Systema ] pada skillnya.
Oga terus melakukan gerakan yang ia ingat dalam ingatannya. Dan akhirnya ia mengalahkan semua penjaga tanpa membunuhnya, melainkan hanya mencederai dengan mematahkan seluruh tulang mereka.
Oga lalu menatap kembali ke pintu gerbang yang bertuliskan 'Yamagashi Clan'. Oga berjalan ke pintu gerbang tersebut lalu memukulnya sekuat tenaga. Pintu gerbang tersebut retak dengan sekali pukulan. Oga lalu kembali menuju pintu utama dan menyusul Naoki dan Megumi.
Tak jauh dari gedung apartemen milik Terada Clan, maksudnya Yamagashi Clan. Ada seorang pria yang di dalam sebuah mobil hitam sedang melihat Oga yang akan memukul tiang gerbang tersebut.
Ia terkejut ketika pukulan Oga membuat retak tiang batu tersebut. Ketika Oga telah masuk ke dalam gedung, gerbang tersebut runtuh akibat retakan yang dibuat Oga.
" Sungguh pria yang menarik! "
...### System Sang Psikopat ###...
__ADS_1