System Sang Psikopat

System Sang Psikopat
EPISODE 32


__ADS_3


...Sistem Sang Psikopat : Season 2 (Master of Darkness)...


Episode 32 - Bebas dari penjara


Hari keempat di penjara, Yoga beranjak dari ranjangnya segera ia merapikan seisi kamarnya kemudian membersihkan diri. Setelah ia menyelesaikan semuanya, ia pergi ke dapur untuk sarapan makanan terakhir di penjara.


Seorang sipir mendatangi Yoga untuk segera bersiap-siap kembali ke gedung Dragon Cage. Yoga mengangguk dan menyantap habis makanannya itu. Di perjalanan ingin keluar dari pintu gerbang kedua. Yoga dan seorang sipir ditahan dengan tujuh anggota Kesembilan Naga, mereka ingin membalaskan dendam mereka karena telah membunuh pemimpin mereka, Logan.


" Geser lah sedikit.... " tangan Yoga melambai ke arah kanan. " ... atau kalian ingin mati? " gertak Yoga dan membuat mereka langsung minggir.


Sipir langsung membuka gerbang kedua dan mereka berdua langsung keluar dari kawasan penjara itu.


BUGH!!!


" Arggghhh... sialan!!! " rintih Yoga yang terkena pukul dengan balok kayu.


Yoga menoleh ke belakang dan terkena pukulan di bagian kepalanya.


TUNG!!!


Kali ini besi yang dipakai untuk memukul Yoga. Sipir tadi tak bisa berbuat apa-apa dan menjauh dari mereka.


Yoga berdiri sambil menyalakan skill [Psikopat] kemudian dengan tak sadarkan diri. Ia bergerak sambil mengeluarkan satu bilah katana dari penyimpanan sistem.


Dua orang yang barusan memukul Yoga langsung menjauh dan berlari ke arah lapangan. Dengan ambisi ingin membunuh, Yoga mengeluarkan pistol revolver yang dibelinya kemarin dan menembak semua tahanan yang menghalangi nya.


Dor!!! Dor!!! Dor!!!


Yoga tak berniat untuk membunuh, tapi hanya menggertak untuk tidak menghalangi jalannya. Tujuh anggota Kesembilan Naga sudah menunggu Yoga di tengah lapangan dengan membawa beberapa besi dan balok kayu untuk memukul Yoga.


" Kalian pikir hanya dengan itu bisa menjatuhkan ku. "


Yoga berjalan dengan perlahan layaknya seorang psikopat yang sudah melihat mangsanya.


" Dipilihnya kami dengan Logan bukan karena kamu berada di level tinggi. Tapi kami ini adalah Sembilan orang terkuat di penjara ini. Dua orang telah kau kalahkan dengan mudah, jadi kami takkan meremehkan dirimu lagi. Kalau begitu, majulah. "


Yoga berlari dan menyerang menggunakan katana, benar saja. Level mereka jauh berbeda dari dua orang yang dilawan sebelumnya. Meski Yoga sudah mengaktifkan skill [Psikopat] ia masih saja kewalahan untuk mengayunkan katana mengenai leher mereka.

__ADS_1


Yoga kemudian mengaktifkan skill [Assasin] yang dimana ia malah menggabungkan kedua skill itu. Yoga menjadi tak sadarkan diri sepenuhnya dan bergerak agresif layaknya seperti pemburu.


Tujuh orang melawan satu orang pembunuh berpengalaman. Mereka semua kewalahan dengan gerakan acak dari Yoga, kadang ia menendang kemudian mengganti tendangan menjadi pukulan. Yoga juga mengambil dan mengembalikan katana secara acak, sehingga lawan tak tahu kapan ia menyerang menggunakan katana.


Yoga lebih jauh unggul dari mereka, bahkan Yoga telah melukai tiga orang dari mereka. Tahanan yang melihat petarungan itu bersorak mendukung Yoga.


" Kalian hanyalah seorang budak dari Logan. " Gumam Yoga.


Entah apa yang terjadi, ketika Yoga sudah bergerak terlalu cepat. Yoga menancapkan katana di tanah dan terjadi sebuah ledakan yang sangat besar. Kali ini ia mengaktifkan skill [Illusioner] yang dihapus sistem, ledakan itu ternyata efek dari skill itu. Meski hanya ilusi tapi kerusakannya benar-benar nyata.


Tahanan yang melihat Yoga berada didalam kobaran api terkejut melihat Yoga sudah berganti pakaian dengan cepat. Yoga memakai sebuah jas panjang berwarna hitam dengan memakai topeng smile berwarna putih.


Kobaran api perlahan-lahan menghilang dan kini tujuh orang yang menyerang Yoga hanya bisa memohon ampun. Ketika Yoga mengeluarkan katana dan ingin menebas mereka semua.


Ting!!!


Arthur menepis katana milik Yoga menggunakan katana miliknya. Sipir yang tadi melihat Yoga bertarung menelpon Joseph untuk segera bertanggungjawab. Jonathan membeli sebuah helikopter dan segera pergi ke pulau Dragon Cage.


Leon, Jonathan, Arthur dan Rian datang kesana untuk menjemput Yoga yang sedang mengamuk.


Arthur dengan cepat menangkis tebasan Yoga yang mengarah ke tujuh orang itu. Yoga langsung menatap Arthur yang menangkis serangannya dan menyerang Arthur dengan kecepatan yang diluar nalar manusia.


Meski dengan kecepatan yang sangat cepat itu, Arthur tak merasa goyah sedikitpun. Bahkan ia tak bergerak dan hanya menangkis serangan dari Yoga.


Tak disangka Yoga tadinya berdiri di hadapan Arthur, tiba-tiba menghilang dan muncul di belakang mereka berdua.


" Awas dibelakang kalian.... " Arthur yang berteriak histeris.


Jonathan dan Leon menolehkan kepala ke arah belakang dan melihat Yoga sedang mengayunkan katana yang digengamnya untuk menebas mereka berdua.


Arthur berlari kencang ke arah Yoga dan Yoga tiba-tiba pingsan saat itu juga.


Tak lama kemudian, Bram mendatangi lapangan dan berbicara kepada Jonathan.


" Mmm... maaf tuan. Kalian siapanya Yoga? " Tanya Bram.


" Hmm... temannya. Kau sendiri siapa? " Leon.


" Aku teman Yoga dan dia berteman baik denganku. "

__ADS_1


Bram pun bercerita kepada mereka berempat tentang kejadian yang dialami Yoga selama tiga hari di penjara. Yoga telah membunuh Logan dan berhasil membuat penjara menjadi tenang. Kehadiran Yoga membawa dampak baik terhadap tahanan yang lainnya.


Tahanan sekarang tidak memakai sistem hukum rimba lagi, bahkan sistem level pun tak dipakai lagi di penjara itu. Mulai saat ini, sipir mulai berani menjaga para tahanan dengan bebas. Dan Bram sekarang menjadi ketua dari semua tahanan yang ada.


...----------------...


Di tempat yang berbeda, gangster yang tadinya menghilang kini kembali membuat kerusuhan. Ternyata mereka seminggu belakangan ini hanya bersembunyi dari kejaran polisi dan Gangster Slayer.


Kematian Logan menjadi berita trending topik, karena identitas Logan telah diketahui dengan banyak orang. Stephen Logan, adalah seorang mafia dan pembunuh yang kejam dan juga seorang buronan yang dicari-cari oleh polisi. Sewaktu ia dipenjara, ia menggunakan nama samaran yaitu David Karim. Awalnya mereka tidak percaya dengan itu, tapi Joseph dan seorang Detektif membawa berkas dokumen dan memberikannya kepada Kepala Polisi.


...----------------...


Di apartemen Leon, Jonathan dan Bryan menunggu Yoga siuman. Sedangkan yang lainnya sedang menerima panggilan dari client yang meminta untuk pengusiran kelompok gangster.


Beberapa menit telah berlalu, Yoga terbangun dari mimpi yang panjang. Ia beranjak dari tidurnya dan mengambil sebotol soda di penyimpanan sistemnya. Leon, Jonathan dan Bryan yang melihat Yoga seperti tak punya masalah hanya terheran-heran.


Sesudah minum, ia mengambil keripik kentang di penyimpanan sistemnya. Lalu membuka ponsel dan menelpon Leon.


Ponsel Leon berbunyi, Yoga yang mendengarnya malah merasa bingung. Ia melihat sekitaran nya yang berbeda dari kamar penjara nya. Yoga lalu menoleh ke belakang dan melihat Leon, Jonathan dan Bryan sedang melihatnya.


" Aaaaa.... " Teriak Yoga sambil menutup mata. " Siapa kalian? "


" Kau Yoga bukan? " Tanya Leon dan menarik kerah jas Yoga.


" Eh... Leon. Ahaha... Jonathan, Bryan. Kalian kenapa ada disini? "


" Pukulin, yuk. " Bisik Jonathan mengajak mereka berdua.


Yoga lalu berdiri dan pergi ke apartemen sebelah.


" Yoga, kau kenapa mengamuk sewaktu dipenjara? " Tanya Leon yang mengikuti Yoga.


" Ahaha... itu, itu aku tak sengaja tertidur. Jadinya sistem menggerakkan tubuhku sendiri. "


Yoga membuka pintu apartemen dan melihat Luna dan Nita sedang berganti pakaian.


" Ups... salah pintu. "


Dengan wajah tak bersalah, Yoga menutup perlahan-lahan dan pergi ke apartemen sebelahnya lagi. Dan kini ruangannya benar, ia duduk di meja kerjanya dan mencatat semua kejadian yang dialami sewaktu di penjara.

__ADS_1


Setelah itu, ia mengirimkan catatan itu ke Joseph melewati email. Kini Yoga beristirahat karena telah melewati beberapa tantangan dan akan menghadapi tantangan yang lebih berat lagi.


...****************...


__ADS_2